Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tampil Memukau di Super Bowl, Bad Bunny Malah Dikecam Donald Trump, Ada Apa Sebenarnya?

Yulio Rj • Senin, 9 Februari 2026 | 23:09 WIB
MEMUKAU: Penampilan Bad Bunny saat mengisi Super Bowl Halftime Show 2026 di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Minggu malam 8/2/2026 (Foto: Tangkapan layar youtube NFL)
MEMUKAU: Penampilan Bad Bunny saat mengisi Super Bowl Halftime Show 2026 di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Minggu malam 8/2/2026 (Foto: Tangkapan layar youtube NFL)

Radar Jember – Nuansa budaya Puerto Rico dan identitas Latin terasa kuat dalam penampilan Bad Bunny saat mengisi Super Bowl Halftime Show 2026 di Levi’s Stadium, Santa Clara, California, Minggu malam (8/2). Penampilan berdurasi sekitar 13 menit itu langsung menjadi sorotan publik dunia.

Penyanyi asal Puerto Rico tersebut membawakan lagu-lagunya hampir sepenuhnya dalam bahasa Spanyol.

Penampilannya mendapat banyak pujian karena dianggap berbeda dari konsep halftime show sebelumnya, termasuk momen kejutan berupa prosesi pernikahan di atas panggung yang tak banyak diprediksi penonton.

Kostum bernuansa krem yang dikenakannya juga menuai perhatian karena dinilai sarat unsur budaya Latin.

Pertunjukan ditutup dengan adegan Bad Bunny mengangkat bola bertuliskan pesan persatuan, menegaskan gagasan bahwa keberagaman tetap menjadi bagian dari identitas Amerika.

Namun, respons berbeda datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sesaat setelah pertunjukan berakhir, Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social, melontarkan kritik keras terhadap penampilan tersebut.

Sejak awal, Trump memang telah menunjukkan ketidaksukaannya ketika NFL mengumumkan Bad Bunny sebagai pengisi halftime show pada akhir 2025.

Ia bahkan sempat menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang tidak masuk akal dan mengaku tidak mengenal sosok penyanyi itu.

Setelah pertunjukan berlangsung, kritiknya semakin tajam dengan menyebut penampilan tersebut sebagai salah satu halftime show terburuk dalam sejarah.

“Tidak ada yang mengerti sepatah kata pun dari apa yang diucapkan orang ini, dan tariannya menjijikkan,” tulis Trump dalam unggahannya.

Trump menilai penggunaan bahasa Spanyol secara dominan dalam pertunjukan itu tidak mencerminkan nilai yang menurutnya mewakili kehebatan Amerika Serikat.

Ia juga menyebut pertunjukan tersebut tidak inspiratif, membingungkan penonton, serta kurang layak ditonton anak-anak.

“Pertunjukan Paruh Waktu Super Bowl benar-benar mengerikan, salah satu yang terburuk sepanjang masa."

"Ini merupakan penghinaan terhadap Kebesaran Amerika dan tidak mewakili standar kesuksesan, kreativitas, atau keunggulan kita,” tulisnya lagi, seraya turut mengkritik koreografi pertunjukan serta liputan media yang dianggapnya tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Bagi Trump dan sebagian pendukungnya, pemilihan artis yang tampil dominan menggunakan bahasa Spanyol di ajang olahraga terbesar di Amerika dipandang sebagai keputusan bernuansa politis yang menantang narasi nasionalisme yang mereka usung.

Di sisi lain, Bad Bunny memang dikenal kerap menyuarakan isu sosial dan politik melalui karya serta penampilannya.

Ketegangan itu mulai terasa setelah sebelumnya, dalam ajang Grammy Awards 2026, ia juga menyuarakan kritik terhadap kebijakan imigrasi Amerika Serikat melalui seruan yang menyinggung lembaga penegakan imigrasi negara tersebut.

Di panggung Super Bowl, Bad Bunny tidak merespons secara langsung kritik tersebut, melainkan menonjolkan identitas budaya Latin melalui berbagai elemen visual, termasuk simbol-simbol khas Puerto Rico yang ditampilkan sepanjang pertunjukan.

Di sela penampilannya, ia juga menegaskan pesan kemanusiaan dan persatuan dengan menyebut bahwa komunitas Latin juga merupakan bagian dari masyarakat Amerika.

Meski sempat muncul kekhawatiran terkait potensi gangguan keamanan menjelang acara, pertunjukan tetap berlangsung lancar.

Bad Bunny menutup penampilannya dengan pesan di layar raksasa yang menekankan bahwa persatuan dan cinta lebih kuat dibanding kebencian.

Perdebatan yang muncul setelahnya menunjukkan bahwa Super Bowl tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan olahraga, tetapi juga memunculkan diskusi luas tentang identitas budaya, politik, dan keberagaman di Amerika Serikat.(yul)

Editor : Yulio Rj
#super bowl 2018 #donald trump #bad bunny