Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Belajar Manajemen di Masjid Nabawi

Safitri • Selasa, 2 Agustus 2022 | 18:19 WIB
ilustrasi
ilustrasi
ARAB SAUDI, Radar Jember – Keindahan dan kemegahan Masjid Nabawi yang berada di Kota Madinah tidak terlepas dari manajemen pengelolaannya. Oleh karena itu, di sana jemaah haji asal Jember mengulik bagaimana cara para pengurus takmir merawat masjid sebesar itu. Mereka pun banyak belajar mengenai fasilitasnya, penjagaan, kebersihan, hingga keamanannya. Ini penting karena masjid setiap harinya dihuni oleh umat.

BACA JUGA : Permintaan Domestik dan Sektor Riil Penopang Pemulihan Ekonomi Nasional

Pertama, mereka mempelajari cara mengatur pola kebersihan masjid. Hal itu tampak dari kebersihan Masjid Nabawi yang hampir tidak terlihat kotoran di area masjid. Di sekitar masjid terdapat petugas khusus yang siap membereskan kotoran yang berada di masjid. Karena masjid tersebut tidak pernah sepi pengunjung, maka petugas kebersihan bertugas selama 24 jam secara bergantian. Tidak boleh ada sedikit pun kotoran yang tertinggal di halaman masjid.

Ketua kloter 26, Maijoso, mengatakan, sebelum pulang ke Indonesia, minimal jemaah haji asal Jember dapat membawa ilmu tentang pengelolaan masjid agar selalu bersih. Terutama dengan melihat sirkulasi dan sistem tata kelola kebersihan tersebut. “Pengelolaan kebersihan di sini memang perlu untuk ditiru, untuk dipraktikkan di Indonesia. Sebab, ketika masjidnya bersih, saat beribadah pun menjadi tenang,” terangnya.

Selain kebersihan, untuk menjaga kebutuhan cairan tubuh jemaah yang sedang beribadah di Masjid Nabawi, di sekitar masjid telah tersedia beberapa air zamzam yang bebas untuk dikonsumsi. “Di beberapa titik sekitar masjid telah tersedia air. Jadi, jemaah tidak perlu jauh-jauh mengambil air untuk minum,” imbuhnya.

Bahkan, fasilitas yang tidak kalah penting saat berada di masjid adalah Alquran. Di Masjid Nabawi disediakan di berbagai titik dekat jemaah. Sehingga jemaah tidak perlu berebutan saat hendak mengaji. Dengan ini, semua kebutuhan jemaah saat berada di dalam masjid telah disediakan oleh pengelola masjid. Sehingga aktivitas ibadah semakin lancar.

“Kekaguman saya juga terhadap keamanan masjid ini. Bukan hanya aman dari maling. Semua petugas yang berjaga sebagai keamanan juga sigap ketika terjadi sesuatu yang mengganggu berjalannya ibadah,” tandasnya. Semua jemaah yang sedang beribadah di masjid tersebut tidak perlu khawatir kemalingan atau kecopetan, sehingga bisa khusyuk beribadah.

Hal yang paling menyentuh bagi hati para jemaah saat melihat ruas Masjid Nabawi yang ramah disabilitas. Para takmir masjid di sana tidak memandang kasta untuk memberikan layanan. Semua kalangan mendapat layanan yang sama. Mereka yang menyandang disabilitas disediakan tempat, sarana, dan prasarana pendukung di area khusus untuk beribadah. “Mereka juga terlayani saat tumakninah di Masjid Nabawi,” katanya.

Sistem pengelolaan yang luar biasa ini rupanya banyak menginspirasi jemaah haji asal Jember untuk merawat rumah Allah SWT dengan baik. Bukan pada masjidnya, namun terhadap pelayanan dan kenyamanan jemaah saat beribadah. “Ini bisa kami bawa pulang ke Jember untuk diterapkan,” jelasnya. (mun/c2/nur) Editor : Safitri
#Haji