Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan bahwa pejabat tinggi Tiongkok dua kali menelepon. Pembicaraan mereka mengarah pada hal positif yakni mengajak AS kembali berdialog membahas perang tarif. (BERTRAND GUAY / AFP)

JawaPos.com – Masih di kancah pertemuan G7, hubungan AS-Tiongkok tetap memunculkan harapan. Senin (26/8), di hadapan para jurnalis, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa pejabat tinggi Tiongkok dua kali menelepon.

IKLAN

Pembicaraan mereka mengarah pada hal positif. Yaitu, mengajak AS kembali berdialog membahas perang tarif. “Jadi, kami akan kembali ke meja perundingan. Mereka ingin membuat kesepakatan,” ujar Trump sebagaimana dikutip Agence France-Presse.

Presiden Ke-45 AS tersebut menyatakan, pembicaraan via telepon dengan Tiongkok itu lebih berarti ketimbang sebelumnya. Sebab, perang tarif yang terjadi selama ini tidak mengganggu AS. Namun, di pihak lain, Tiongkok kehilangan jutaan lapangan pekerjaan.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He mengamini pernyataan Trump. Negosiator perdagangan Beijing itu mengakui bahwa negaranya memang ingin menyelesaikan masalah melalui konsultasi dan kerja sama dengan sikap tenang.

“Kami dengan tegas menentang peningkatan perang dagang,” tegasnya saat acara pembukaan seremonial Smart China Expo 2019 di Chongqing.

Sementara itu, Trump membuat acara makan malam G7 pada Sabtu (24/8) sempat panas.

Dilansir The Guardian, Trump mengusulkan agar Rusia kembali dijadikan anggota. Dulu kelompok tersebut bernama G8. Namun, setelah mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, Rusia didepak.

Suami Melania itu meyakini bahwa kehadiran Presiden Rusia Vladimir Putin diperlukan untuk membahas masalah Iran, Syria, dan Korea Utara. Sayangnya, seluruh kepala negara dan para petinggi yang hadir tidak sependapat dengan Trump.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c14/dos)