Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Imbau Tunda Umrah

M Adhi Surya
Penulis: M Adhi Surya❯

SAMPAI MAKKAH: Jemaah haji kloter 36 dalam perjalanan ke Makkah mengenakan ihram. (EDO WARDANA)
SAMPAI MAKKAH: Jemaah haji kloter 36 dalam perjalanan ke Makkah mengenakan ihram. (EDO WARDANA)


Advertisement

Radar Jember – Pemerintah mengimbau calon jemaah untuk menunda keberangkatan umrah menyusul memanasnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. 

Ketegangan dipicu serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/1/2026). Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, imbauan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah di tengah eskalasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Advertisement

Menurutnya, situasi yang tidak menentu berpotensi berdampak pada jalur penerbangan maupun stabilitas kawasan.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil di Jakarta kepada awak media, Minggu (1/3/2026).

Pemerintah juga meminta jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi agar tetap tenang. Keluarga di Tanah Air diharapkan tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah. 

Advertisement

Hingga kini, belum ada laporan warga negara Indonesia yang terdampak langsung akibat ketegangan tersebut.

Koordinasi lintas kementerian terus dilakukan. Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). 

Fokusnya adalah memastikan jemaah yang mengalami penundaan tetap mendapatkan pelayanan dan perlindungan maksimal.

Dahnil menambahkan, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi penundaan kepulangan. 

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” katanya.

Meski situasi regional memanas, penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dipastikan tetap berjalan sesuai tahapan. 

Pemerintah menyebut proses perencanaan, kuota, hingga teknis keberangkatan masih dalam jalur yang telah ditetapkan, sembari terus memantau dinamika geopolitik.

Pemerintah berharap kondisi segera kembali kondusif sehingga aktivitas ibadah dapat berlangsung normal. Dahnil menegaskan, keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama. 

Setiap perkembangan akan diumumkan secara resmi agar masyarakat memperoleh informasi akurat dan tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Eks Striker Inter Milan Mehdi Taremi Blak-blakan Soal Kondisi Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Eks Striker Inter Milan Mehdi Taremi Blak-blakan Soal Kondisi Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Ada yang membuat Mehdi Taremi bertanya-tanya menjelang laga perdana Iran di Piala Dunia 2026. Iran dijadwalkan membuka turnamen empat tahunan itu dengan menghadapi Selandia Baru di Los Angeles Stadium, Amerika Serikat,

BREAKING NEWS! Bendera Iran Dilaporkan Dilarang Tampil di Piala Dunia 2026?

BREAKING NEWS! Bendera Iran Dilaporkan Dilarang Tampil di Piala Dunia 2026?

Bendera Iran dilaporkan tidak ditampilkan selama upacara pembukaan Piala Dunia 2026. Insiden ini langsung memicu perdebatan di media sosial, terutama mengingat berbagai kontroversi yang melibatkan Iran menjelang turname

Duka di Tengah Gempita Piala Dunia 2026: Penjaga Gawang Palestina Gugur Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza!

Duka di Tengah Gempita Piala Dunia 2026: Penjaga Gawang Palestina Gugur Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza!

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar tewas akibat tembakan tentara Israel di Gaza, meninggalkan seorang istri yang tengah mengandung anak pertama mereka.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer