Namun, situasi bisa berubah kapan saja. Sebab, banyak kabar yang membuat kuping penduduk Hongkong panas. Salah satunya, penangkapan staf lokal Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Simon Cheng ditahan saat ingin menyeberang pos imigrasi di perbatasan Shenzhen 8 Agustus lalu.

“Kami maupun keluarga belum bisa berbicara langsung dengan Simon. Kami terus meminta akses untuk langsung bicara dengannya.” Begitu pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Inggris.

Global Times merilis, Simon Cheng ditangkap karena menggunakan jasa prostitusi saat mengunjungi Shenzhen. Menurut keterangan kepolisian Distrik Luohu, pemuda 28 tahun itu melanggar pasal 66 Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik. Hukumannya adalah penahanan selama 10-15 hari dan denda hingga 5.000 yuan (Rp 10 juta).

Kementerian Luar Negeri Inggris dan media asing yang justru mempermalukan Cheng. Sebab, Cheng sebenarnya meminta kepada otoritas Tiongkok agar berita penangkapannya tidak disebarluaskan. Namun, semua klaim itu disangkal keluarganya.

“Kasus jasa prostitusi ini hanya buatan. Semua orang seharusnya tahu ini hanya lelucon,” tulis netizen dalam kolom komentar di halaman Facebook yang dikelola keluarga Cheng.

Insiden tersebut membuat Konsulat Jenderal Kanada di Hongkong resah. Kantor perwakilan itu akhirnya mengimbau staf lokal mereka agar tidak melakukan perjalanan ke wilayah Tiongkok. “Staf lokal kami tak akan melakukan pekerjaan di luar Hongkong,” ujar jubir Konjen Kanada di Hongkong.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c14/dos)