Terkait proses pemulangan, pembatalan pemesanan, dan informasi lainnya bisa diakses lewat laman resmi Thomas Cook. “Jika saat ini Anda berada di luar negeri dan penerbangan menggunakan Thomas Cook, kami menyediakan penerbangan baru untuk memulangkan Anda ke Inggris. Penerbangan ini hanya beroperasi selama dua minggu ke depan (hingga 6 Oktober 2019). Setelah 6 Oktober, penumpang harus membuat pengaturan perjalanannya sendiri,” bunyi pernyataan Thomas Cook di laman resminya.

Kebangkrutan Thomas Cook merupakan pukulan bagi sektor perjalanan wisata Eropa. Itu hanya beberapa bulan setelah maskapai penerbangan Islandia, Wow Air, mengalami kebangkrutan. Perusahaan menutup operasinya pada Maret karena kurangnya pembiayaan, meninggalkan 2.700 selebaran terlantar dan merugikan perekonomian negara.

Sementara itu, perusahaan pemegang saham terbesar Thomas Cook dari Tiongkok, Fosun, kecewa karena Thomas Cook tak mampu menemukan solusi. Meski begitu, mereka menaruh simpati terkait nasib dari agen perjalanan tertua tersebut. “Fosun menegaskan bahwa posisinya tetap tidak berubah selama proses berlangsung, tetapi sayangnya faktor lain telah berubah. “Kami menyampaikan simpati mendalam terkait bangkrutnya Thomas Cook,” sebut pihak Fosun.

Thomas Cook didirikan pada tahun 1840-an oleh seorang wirausahawan yang memiliki nama sama. Artinya, Thomas Cook menamai usahanya dengan namanya sendiri. Thomas Cook memulai dengan menjalankan perjalanan kereta di wilayah Inggris. Bisnis tersebut mulai berkembang ketika kelas menengah Inggris memiliki lebih banyak waktu dan uang untuk mencari kesenangan di Eropa. Thomas Cook sebagai pendiri bisnis perjalanan tersebut lahir pada 22 November 1908 di Melbourne, Britania Raya. Dia meninggal pada 18 Juli 1892 di Knighton, Leicester.

Editor : Edy Pramana