alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tiongkok Akui Tangkap Staf Konjen Inggris

Berdalih Urusan Dalam Negeri

Mobile_AP_Rectangle 1

JawaPos.com – Pemerintah Tiongkok akhirnya menyatakan menahan staf lokal konsulat jenderal Inggris di Hongkong. Konfirmasi tersebut dibarengi peringatan kepada Inggris: jangan ikut campur urusan internal negara.

Pernyataan tersebut datang dari Jubir Kementerian Luar Negeri Geng Shuang. Dia menjelaskan, Simon Cheng ditahan selama 15 hari oleh Kepolisian Shenzhen. Pemuda berusia 28 tahun itu melanggar hukum keamanan publik Tiongkok.

“Satu hal yang harus saya perjelas. Orang ini warga Hongkong, bukannya warga Inggris,” ujar Geng kepada South China Morning Post.

Mobile_AP_Rectangle 2

Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik bertujuan mempertahankan ketertiban umum di masyarakat. Namun, tolok ukur pelanggaran keamanan publik sendiri tak jelas.

Insiden penangkapan tersebut terjadi di saat hubungan Tiongkok dan Inggris mulai masam. Berkali-kali, kabinet Xi Jinping memperingatkan agar Inggris tak ikut campur di Hongkong.

“Akhir-akhir ini, kami mendengar banyak komentar tentang Hongkong dari Inggris. Kami harap Britania Raya segera berhenti mendramatisasi dan memanas-manasi publik,” imbuh Geng.

Simon Cheng merupakan staf bidang ekonomi di Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Dia datang ke Shenzen pada 8 Agustus untuk menghadiri pertemuan bisnis. Namun, tiba-tiba dia menghilang saat ingin menyeberang kembali ke Hongkong.

Simon Cheng (BBC/Facebook)

Teman-temannya tak terima Cheng ditahan. Mereka berkumpul di depan kantor Konsulat Inggris untuk berdemo. Mereka meminta Inggris bertanggung jawab dan segera membebaskan kawan mereka.

Menurut Chung, temannya tak pernah mengikuti demo anti pemerintah. Mereka juga ragu Cheng membuat keributan saat berada di imigrasi Tiongkok. Karena itu, mereka menduga bahwa Tiongkok sengaja melakukan penahanan untuk mencari gara-gara dengan warga Hongkong dan Pemerintah Inggris.

- Advertisement -

JawaPos.com – Pemerintah Tiongkok akhirnya menyatakan menahan staf lokal konsulat jenderal Inggris di Hongkong. Konfirmasi tersebut dibarengi peringatan kepada Inggris: jangan ikut campur urusan internal negara.

Pernyataan tersebut datang dari Jubir Kementerian Luar Negeri Geng Shuang. Dia menjelaskan, Simon Cheng ditahan selama 15 hari oleh Kepolisian Shenzhen. Pemuda berusia 28 tahun itu melanggar hukum keamanan publik Tiongkok.

“Satu hal yang harus saya perjelas. Orang ini warga Hongkong, bukannya warga Inggris,” ujar Geng kepada South China Morning Post.

Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik bertujuan mempertahankan ketertiban umum di masyarakat. Namun, tolok ukur pelanggaran keamanan publik sendiri tak jelas.

Insiden penangkapan tersebut terjadi di saat hubungan Tiongkok dan Inggris mulai masam. Berkali-kali, kabinet Xi Jinping memperingatkan agar Inggris tak ikut campur di Hongkong.

“Akhir-akhir ini, kami mendengar banyak komentar tentang Hongkong dari Inggris. Kami harap Britania Raya segera berhenti mendramatisasi dan memanas-manasi publik,” imbuh Geng.

Simon Cheng merupakan staf bidang ekonomi di Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Dia datang ke Shenzen pada 8 Agustus untuk menghadiri pertemuan bisnis. Namun, tiba-tiba dia menghilang saat ingin menyeberang kembali ke Hongkong.

Simon Cheng (BBC/Facebook)

Teman-temannya tak terima Cheng ditahan. Mereka berkumpul di depan kantor Konsulat Inggris untuk berdemo. Mereka meminta Inggris bertanggung jawab dan segera membebaskan kawan mereka.

Menurut Chung, temannya tak pernah mengikuti demo anti pemerintah. Mereka juga ragu Cheng membuat keributan saat berada di imigrasi Tiongkok. Karena itu, mereka menduga bahwa Tiongkok sengaja melakukan penahanan untuk mencari gara-gara dengan warga Hongkong dan Pemerintah Inggris.

JawaPos.com – Pemerintah Tiongkok akhirnya menyatakan menahan staf lokal konsulat jenderal Inggris di Hongkong. Konfirmasi tersebut dibarengi peringatan kepada Inggris: jangan ikut campur urusan internal negara.

Pernyataan tersebut datang dari Jubir Kementerian Luar Negeri Geng Shuang. Dia menjelaskan, Simon Cheng ditahan selama 15 hari oleh Kepolisian Shenzhen. Pemuda berusia 28 tahun itu melanggar hukum keamanan publik Tiongkok.

“Satu hal yang harus saya perjelas. Orang ini warga Hongkong, bukannya warga Inggris,” ujar Geng kepada South China Morning Post.

Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik bertujuan mempertahankan ketertiban umum di masyarakat. Namun, tolok ukur pelanggaran keamanan publik sendiri tak jelas.

Insiden penangkapan tersebut terjadi di saat hubungan Tiongkok dan Inggris mulai masam. Berkali-kali, kabinet Xi Jinping memperingatkan agar Inggris tak ikut campur di Hongkong.

“Akhir-akhir ini, kami mendengar banyak komentar tentang Hongkong dari Inggris. Kami harap Britania Raya segera berhenti mendramatisasi dan memanas-manasi publik,” imbuh Geng.

Simon Cheng merupakan staf bidang ekonomi di Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Dia datang ke Shenzen pada 8 Agustus untuk menghadiri pertemuan bisnis. Namun, tiba-tiba dia menghilang saat ingin menyeberang kembali ke Hongkong.

Simon Cheng (BBC/Facebook)

Teman-temannya tak terima Cheng ditahan. Mereka berkumpul di depan kantor Konsulat Inggris untuk berdemo. Mereka meminta Inggris bertanggung jawab dan segera membebaskan kawan mereka.

Menurut Chung, temannya tak pernah mengikuti demo anti pemerintah. Mereka juga ragu Cheng membuat keributan saat berada di imigrasi Tiongkok. Karena itu, mereka menduga bahwa Tiongkok sengaja melakukan penahanan untuk mencari gara-gara dengan warga Hongkong dan Pemerintah Inggris.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/