alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Hamil akibat Diperkosa, Bocah 10 Tahun di Ohio Terpaksa Aborsi

Mobile_AP_Rectangle 1

FRANKLIN COUNTY, OHIO, RADARJEMBER.ID – Kasus perkosaan terhadap seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Ohio, Amerika Serikat, yang berujung bocah tersebut menjalani aborsi ke negara bagian Indiana kini tengah dalam persidangan.

BACA JUGA : Ambil Lepek Dawet Dianggap Suka Kepada Penjual

Sementara itu si pemerkosa seorang pria warga Ohio telah ditangkap dan menjadi terdakwa dalam kasus itu. Pria tersebut adalah Gerson Fuentes (27 tahun). Dia ditangkap pada Selasa (12/7) dan pada Rabu dihadirkan pada sidang dakwaan di pengadilan kota.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam persidangan itu, seorang penyelidik di kepolisian memberikan kesaksian bahwa Fuentes mengaku memerkosa bocah itu setidaknya dua kali.

Korban kemudian menjalani aborsi di negara bagian dekat Ohio, Indiana, pada 30 Juni, kata petugas penyelidikan itu.

Insiden itu menjadi sorotan bulan ini ketika surat kabar Indianapolis Star melaporkan bahwa anak perempuan tersebut terpaksa pergi ke Indiana untuk bisa menggugurkan kandungan.

Alasannya, bocah itu tiga hari melewati batas kehamilan yang ditentukan di Ohio, yakni enam minggu -tidak termasuk pengecualian untuk kasus pemerkosaan atau inses.

Aborsi setelah enam pekan masih dianggap legal di Indiana. Namun, badan legislatif negara bagian yang dikuasai Partai Republik itu diperkirakan akan mempertimbangkan pemberlakuan larangan-larangan baru bulan ini.

Presiden Joe Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, menyebut kasus bocah berusia 10 tahun itu ketika ia berbicara kepada pers di Gedung Putih menyangkut akses aborsi.

“Bayangkan kalau menjadi anak perempuan berumur 10 tahun itu,” katanya dengan nada geram.

- Advertisement -

FRANKLIN COUNTY, OHIO, RADARJEMBER.ID – Kasus perkosaan terhadap seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Ohio, Amerika Serikat, yang berujung bocah tersebut menjalani aborsi ke negara bagian Indiana kini tengah dalam persidangan.

BACA JUGA : Ambil Lepek Dawet Dianggap Suka Kepada Penjual

Sementara itu si pemerkosa seorang pria warga Ohio telah ditangkap dan menjadi terdakwa dalam kasus itu. Pria tersebut adalah Gerson Fuentes (27 tahun). Dia ditangkap pada Selasa (12/7) dan pada Rabu dihadirkan pada sidang dakwaan di pengadilan kota.

Dalam persidangan itu, seorang penyelidik di kepolisian memberikan kesaksian bahwa Fuentes mengaku memerkosa bocah itu setidaknya dua kali.

Korban kemudian menjalani aborsi di negara bagian dekat Ohio, Indiana, pada 30 Juni, kata petugas penyelidikan itu.

Insiden itu menjadi sorotan bulan ini ketika surat kabar Indianapolis Star melaporkan bahwa anak perempuan tersebut terpaksa pergi ke Indiana untuk bisa menggugurkan kandungan.

Alasannya, bocah itu tiga hari melewati batas kehamilan yang ditentukan di Ohio, yakni enam minggu -tidak termasuk pengecualian untuk kasus pemerkosaan atau inses.

Aborsi setelah enam pekan masih dianggap legal di Indiana. Namun, badan legislatif negara bagian yang dikuasai Partai Republik itu diperkirakan akan mempertimbangkan pemberlakuan larangan-larangan baru bulan ini.

Presiden Joe Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, menyebut kasus bocah berusia 10 tahun itu ketika ia berbicara kepada pers di Gedung Putih menyangkut akses aborsi.

“Bayangkan kalau menjadi anak perempuan berumur 10 tahun itu,” katanya dengan nada geram.

FRANKLIN COUNTY, OHIO, RADARJEMBER.ID – Kasus perkosaan terhadap seorang anak perempuan berusia 10 tahun di Ohio, Amerika Serikat, yang berujung bocah tersebut menjalani aborsi ke negara bagian Indiana kini tengah dalam persidangan.

BACA JUGA : Ambil Lepek Dawet Dianggap Suka Kepada Penjual

Sementara itu si pemerkosa seorang pria warga Ohio telah ditangkap dan menjadi terdakwa dalam kasus itu. Pria tersebut adalah Gerson Fuentes (27 tahun). Dia ditangkap pada Selasa (12/7) dan pada Rabu dihadirkan pada sidang dakwaan di pengadilan kota.

Dalam persidangan itu, seorang penyelidik di kepolisian memberikan kesaksian bahwa Fuentes mengaku memerkosa bocah itu setidaknya dua kali.

Korban kemudian menjalani aborsi di negara bagian dekat Ohio, Indiana, pada 30 Juni, kata petugas penyelidikan itu.

Insiden itu menjadi sorotan bulan ini ketika surat kabar Indianapolis Star melaporkan bahwa anak perempuan tersebut terpaksa pergi ke Indiana untuk bisa menggugurkan kandungan.

Alasannya, bocah itu tiga hari melewati batas kehamilan yang ditentukan di Ohio, yakni enam minggu -tidak termasuk pengecualian untuk kasus pemerkosaan atau inses.

Aborsi setelah enam pekan masih dianggap legal di Indiana. Namun, badan legislatif negara bagian yang dikuasai Partai Republik itu diperkirakan akan mempertimbangkan pemberlakuan larangan-larangan baru bulan ini.

Presiden Joe Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, menyebut kasus bocah berusia 10 tahun itu ketika ia berbicara kepada pers di Gedung Putih menyangkut akses aborsi.

“Bayangkan kalau menjadi anak perempuan berumur 10 tahun itu,” katanya dengan nada geram.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/