MASIH BERJUANG: Jenderal Eduardo Mosqueira, kepala Brigade Udara Keempat Cile, berbicara kepada awak media di Punta Arenas, Cile, Selasa (10/12) (AP)

JawaPos.com – Pemerintah Cile dibuat bingung dengan insiden Senin (9/12). Sebuah pesawat militer tiba-tiba hilang dalam perjalanannya menuju Antartika. Upaya pencarian belum membuahkan hasil.

IKLAN

Pesawat C-130 itu mengangkut 17 kru pesawat dan 21 penumpang. Mereka berangkat dari landasan udara milik angkatan udara Cile di Punta Arenas pukul 16.55 waktu setempat. Sekitar satu jam kemudian, pesawat berpenggerak baling-baling itu tiba-tiba putus kontak.

”Kami menduga pesawat tersebut jatuh mengingat bahan bakar pesawat yang menipis,” ujar Jenderal Francisco Torres, petinggi militer Cile, seperti yang dilansir CNN.

Misi ke Antartika itu untuk memenuhi logistik di markas Eduardo Frei di Antartika. Dua personel perusahaan konstruksi juga ikut memeriksa saluran pipa bahan bakar markas. Satu pejabat universitas di Cile pun ikut.

Drake Passage, rute penerbangan antara Amerika Selatan dan Antartika, memang terkenal berbahaya. Sering kali, cuaca buruk membuat penerbangan harus dibatalkan. Namun, cuaca Senin lalu sangat mendukung.

”Kami akan menggunakan semua cara untuk mencari korban selamat. Area pencarian adalah titik di sekitar komunikasi terakhir dengan pesawat,” ujar Komandan Brigade Angkatan Udara Eduardo Mosqueira kepada Agence France-Presse.

Seharusnya, pesawat tersebut mempunyai alat pemancar darurat. Namun, alat itu dikabarkan tidak berfungsi sehingga upaya melacak pesawat menjadi susah.

Presiden Cile Sebastian Pinera menegaskan bahwa dirinya bakal terbang bersama Menteri Dalam Negeri Gonzalo Blumel menuju Punta Arenas. Dia bakal mengawasi upaya pencarian bersama Menteri Pertahanan Alberto Espina.

Insiden tersebut, tampaknya, sejenak mengalihkan perhatian masyarakat Cile. Dalam dua bulan terakhir, salah satu negara terkaya di Amerika Selatan itu dilanda krisis politik akibat demo masal. Unjuk rasa tersebut menewaskan 26 demonstran dan melukai 12 ribu lainnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c25/dos)