alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Djokovic Harap Australia Ubah Aturan Vaksinasi Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Petenis nomor 1 dunia Novak Djokovic berharap bisa tampil di Australia Open. Petenis Serbia mengatakan kepada televisi pemerintah RTS seperti dikutip Reuters, dia berharap Australia mengubah aturan vaksinasi COVID-19 sehingga membolehkan dia bermain dalam Australian Open tahun depan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Djokovic menjuarai Australian Open, French Open dan Wimbledon pada 2021 tetapi tidak dapat mempertahankan mahkota Australia Open karena ditolak bertanding karena status vaksinasi COVID-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia kehilangan gelar French Open setelah dikalahkan Rafael Nadal dalam perempat final tahun ini, tetapi mempertahankan gelar Wimbledon pada Minggu. Namun, juara Grand Slam 21 kali itu tidak dapat memasuki Australia atau AS tanpa vaksinasi COVID.

“Seperti yang terjadi saat ini, saya tak dapat melakukan perjalanan ke Australia dan Amerika Serikat, tetapi saya berharap mendapatkan kabar positif. Saya percaya segalanya akan berubah untuk Australian Open,” kata Djokovic kepada RTS setelah disambut ribuan pendukung di depan Balai Kota Beograd setelah berjaya di All England Club.

“Untuk US Open tak punya waktu banyak, tetapi harapannya besar. Saya ingin bertanding dalam US Open dan Australian Open, tetapi jika tidak, itu bukan kiamat,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan 2021 dengan kekurangan satu gelar Grand Slam, Djokovic tidak menjalani musim seperti yang dibayangkannya setelah dideportasi dari Melbourne menjelang Australia Open dan kalah dari Nadal di Roland Garros.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Petenis nomor 1 dunia Novak Djokovic berharap bisa tampil di Australia Open. Petenis Serbia mengatakan kepada televisi pemerintah RTS seperti dikutip Reuters, dia berharap Australia mengubah aturan vaksinasi COVID-19 sehingga membolehkan dia bermain dalam Australian Open tahun depan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Djokovic menjuarai Australian Open, French Open dan Wimbledon pada 2021 tetapi tidak dapat mempertahankan mahkota Australia Open karena ditolak bertanding karena status vaksinasi COVID-19.

Dia kehilangan gelar French Open setelah dikalahkan Rafael Nadal dalam perempat final tahun ini, tetapi mempertahankan gelar Wimbledon pada Minggu. Namun, juara Grand Slam 21 kali itu tidak dapat memasuki Australia atau AS tanpa vaksinasi COVID.

“Seperti yang terjadi saat ini, saya tak dapat melakukan perjalanan ke Australia dan Amerika Serikat, tetapi saya berharap mendapatkan kabar positif. Saya percaya segalanya akan berubah untuk Australian Open,” kata Djokovic kepada RTS setelah disambut ribuan pendukung di depan Balai Kota Beograd setelah berjaya di All England Club.

“Untuk US Open tak punya waktu banyak, tetapi harapannya besar. Saya ingin bertanding dalam US Open dan Australian Open, tetapi jika tidak, itu bukan kiamat,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan 2021 dengan kekurangan satu gelar Grand Slam, Djokovic tidak menjalani musim seperti yang dibayangkannya setelah dideportasi dari Melbourne menjelang Australia Open dan kalah dari Nadal di Roland Garros.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Petenis nomor 1 dunia Novak Djokovic berharap bisa tampil di Australia Open. Petenis Serbia mengatakan kepada televisi pemerintah RTS seperti dikutip Reuters, dia berharap Australia mengubah aturan vaksinasi COVID-19 sehingga membolehkan dia bermain dalam Australian Open tahun depan.

BACA JUGA: Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Djokovic menjuarai Australian Open, French Open dan Wimbledon pada 2021 tetapi tidak dapat mempertahankan mahkota Australia Open karena ditolak bertanding karena status vaksinasi COVID-19.

Dia kehilangan gelar French Open setelah dikalahkan Rafael Nadal dalam perempat final tahun ini, tetapi mempertahankan gelar Wimbledon pada Minggu. Namun, juara Grand Slam 21 kali itu tidak dapat memasuki Australia atau AS tanpa vaksinasi COVID.

“Seperti yang terjadi saat ini, saya tak dapat melakukan perjalanan ke Australia dan Amerika Serikat, tetapi saya berharap mendapatkan kabar positif. Saya percaya segalanya akan berubah untuk Australian Open,” kata Djokovic kepada RTS setelah disambut ribuan pendukung di depan Balai Kota Beograd setelah berjaya di All England Club.

“Untuk US Open tak punya waktu banyak, tetapi harapannya besar. Saya ingin bertanding dalam US Open dan Australian Open, tetapi jika tidak, itu bukan kiamat,” tambahnya.

Setelah menyelesaikan 2021 dengan kekurangan satu gelar Grand Slam, Djokovic tidak menjalani musim seperti yang dibayangkannya setelah dideportasi dari Melbourne menjelang Australia Open dan kalah dari Nadal di Roland Garros.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/