Ilustrasi FAA. AS melarang penerbangan di atas wilayah Irak dan Iran (Antara Photo)

JawaPos.com – Kawasan Timur Tengah memanas menyusul serangan rudal oleh Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang berkedudukan di Irak, Selasa (7/1) malam waktu setempat. Serangan itu merupakan balasan atas tewasnya jenderal senior Iran, Qassem Soleimani, akibat tembakan dari drone AS.

IKLAN

Terkait kondisi yang tengah memanas tersebut, FAA atau Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat melarang pesawat AS beroperasi di atas wilayah udara Irak, Iran, Teluk Oman, dan sejumlah perairan antara Iran dan Arab Saudi.

FAA menyebutkan pihaknya mengeluarkan larangan tersebut lantaran peningkatan aksi militer dan juga ketegangan politik di Timur Tengah, yang tanpa sengaja berisiko terhadap operasi penerbangan sipil AS.

Sejumlah maskapai di luar AS masih melintas di atas wilayah Irak dan Iran pada saat terjadinya serangan rudal tersebut menurut data FlightRadar24. Mereka tidak langsung berimbas oleh larangan FAA, namun regulator asing dan nasional biasanya mempertimbangkan imbauan AS secara hati-hati ketika memutuskan tujuan penerbangan.

Sebelumnya, FAA sudah melarang pesawat AS terbang di bawah 26.000 kaki di atas Irak dan terbang di atas wilayah udara Iran, di atas Teluk dan Teluk Oman. Itu diputuskan sejak Iran menembak jatuh pesawat tanpa awak AS pada Juni lalu.

Sementara itu, Singapore Airlines Ltd menyebutkan pascaserangan tersebut, semua penerbangan mereka akan dialihkan dari wilayah udara Iran. Demikian seperti yang dilansir dari Reuters.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara