Pemimpin Hongkong, Carrie Lam (tengah), menegaskan bahwa pencabutan RUU Ekstradisi didukung penuh oleh Tiongkok (PHILIP FONG / AFP)

JawaPos.com – Pemimpin Hongkong, Carrie Lam, menegaskan bahwa pemerintah Tiongkok memahami, menghormati, dan mendukung penuh pencabutan RUU Ekstradisi yang dinilai kontroversial. Lam sendiri pada Rabu (4/9), memutuskan untuk mencabut RUU Ekstradisi tersebut. Dan itu mengabulkan salah satu permohonan dari demonstran.

Seperti dikethui, RUU tersebut telah membuat Hongkong bergolak. Unjuk rasa marak dan dalam beberapa hari terakhir berakhir dengan kekerasan. Demonstrasi masif menentang RUU tersebut mengakibatkan korban jiwa dan ribuan aktivis ditangkap kepolisian Hongkong. RUU itu sendiri isi utamanya adalah memungkinkan tersangka kriminal Hongkong diekstradisi ke daratan Tiongkok. Tak pelak, hal itu membuat resah. Warga Hongkong tidak mau kebebasannya direnggut dan dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah pusat jika RUU itu sampai disahkan.

“Seluruh proses dari awal pembuatan undang-undang dan kemudian dicabut, pemerintah pusat (Tiongkok)menghormati keputusan saya. Mereka juga mendukung saya sepenuhnya,” sebut Lam seperti dilansir BBC.

Lam memang menegaskan putusan pencabutan RUU tersebut didukung penuh Tiongkok. Namun, seperti diketahui, hal itu belum menenangkan para pengunjuk rasa. Mereka mengatakan putusan itu sudah terlambat.

Maklum saja, sebelum diputuskan dicabut, pemerintah Tiongkok sempat menolaknya meski akhirnya melunak. Selain itu, Tiongkok telah memengaruhi Lam untuk tak mengabulkan empat tuntutan lainnya.