alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi, CEO Yandex Mundur

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Tidak lama setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepadanya karena membantu Rusia. CEO Yandex Arkady Volozh, pendiri raksasa internet Rusia pada 1997 mundur dari jabatannya.

BACA JUGA : Melambung di AS, Top Gun: Maverick Kumpulkan Rp1,2 T Periode Jumat-Minggu

Yandex mengumumkan pengunduran diri Volozh pada Jumat (3/6) waktu setempat seperti dikutip dari Reuters, Senin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Uni Eropa mengenakan sanksi kepada Volozh atas tuduhan membantu Rusia menyerang Ukraina secara “material atau finansial”.

Dia mengatakan tuduhan Komisi Eropa tersebut sebagai “salah alamat”. Meskipun ada sanksi, kata Volozh, dia menyerahkan pemungutan suara kepada direksi perusahaan. Perusahaan Yandex tidak menjadi subjek sanksi Uni Eropa.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Tidak lama setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepadanya karena membantu Rusia. CEO Yandex Arkady Volozh, pendiri raksasa internet Rusia pada 1997 mundur dari jabatannya.

BACA JUGA : Melambung di AS, Top Gun: Maverick Kumpulkan Rp1,2 T Periode Jumat-Minggu

Yandex mengumumkan pengunduran diri Volozh pada Jumat (3/6) waktu setempat seperti dikutip dari Reuters, Senin.

Uni Eropa mengenakan sanksi kepada Volozh atas tuduhan membantu Rusia menyerang Ukraina secara “material atau finansial”.

Dia mengatakan tuduhan Komisi Eropa tersebut sebagai “salah alamat”. Meskipun ada sanksi, kata Volozh, dia menyerahkan pemungutan suara kepada direksi perusahaan. Perusahaan Yandex tidak menjadi subjek sanksi Uni Eropa.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Tidak lama setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepadanya karena membantu Rusia. CEO Yandex Arkady Volozh, pendiri raksasa internet Rusia pada 1997 mundur dari jabatannya.

BACA JUGA : Melambung di AS, Top Gun: Maverick Kumpulkan Rp1,2 T Periode Jumat-Minggu

Yandex mengumumkan pengunduran diri Volozh pada Jumat (3/6) waktu setempat seperti dikutip dari Reuters, Senin.

Uni Eropa mengenakan sanksi kepada Volozh atas tuduhan membantu Rusia menyerang Ukraina secara “material atau finansial”.

Dia mengatakan tuduhan Komisi Eropa tersebut sebagai “salah alamat”. Meskipun ada sanksi, kata Volozh, dia menyerahkan pemungutan suara kepada direksi perusahaan. Perusahaan Yandex tidak menjadi subjek sanksi Uni Eropa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/