alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Ratu Elizabeth Tersentuh atas Dukungan selama Platinum Jubilee

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mengenakan pakaian hijau cerah, Ratu Elizabeth tersenyum dan melambaikan tangan. Disambut sorakan yang meriah, suara terompet, dan membawakan lagu kebangsaan sebelum akhirnya masuk ke dalam Istana. Ratu Elizabeth mengatakan dirinya merasa rendah hati dan tersentuh atas dukungan dari banyaknya orang selama yang memeriahkan Platinum Jubilee-nya.

BACA JUGA : Uni Eropa Jatuhkan Sanksi, CEO Yandex Mundur

Pada Minggu (5/6) waktu setempat, dia tampil dan berdiri di balkon Istana Buckingham, diapit oleh pewarisnya Pangeran Charles serta cucunya atau anak dari Pangeran William, Pangeran George. Hadir pula di atas balkon istri Charles, Camilla; Pangeran William; istri William, Catherine; serta Putri Charlotte dan Pangeran Louis.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Saya merasa rendah hati dan sangat tersentuh bahwa begitu banyak orang turun ke jalan untuk merayakan Platinum Jubilee saya,” kata Ratu Elizabeth dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

“Meskipun saya mungkin tidak menghadiri setiap acara secara langsung, hati saya telah bersama Anda semua; dan saya tetap berkomitmen untuk melayani Anda dengan kemampuan terbaik saya, didukung oleh keluarga saya,” lanjutnya.

Ratu berusia 96 tahun itu telah menarik diri dari beberapa acara selama perayaan empat hari Platinum Jubilee karena “masalah mobilitas episodik”. Ratu terpaksa melewatkan beberapa acara karena merasa tidak nyaman saat bepergian dan melakukan aktivitas lainnya, seperti dikatakan pihak istana.

Ratu Elizabeth telah memerintah lebih lama dari pendahulunya. Dia naik takhta pada 1952 saat berusia 25 tahun, mewarisi kekuasaan atas Inggris yang masih berusaha bangkit dari dampak Perang Dunia II dengan Winston Churchill sebagai perdana menteri.
Penampilan sang Ratu di balkon menutup hari terakhir perayaan nasional di Inggris. Penutupan dimeriahkan pawai warna-warni dan eksentrik yang berlangsung di London, dengan band militer, mobil antik, penari, dan selebritas berparade di jalanan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mengenakan pakaian hijau cerah, Ratu Elizabeth tersenyum dan melambaikan tangan. Disambut sorakan yang meriah, suara terompet, dan membawakan lagu kebangsaan sebelum akhirnya masuk ke dalam Istana. Ratu Elizabeth mengatakan dirinya merasa rendah hati dan tersentuh atas dukungan dari banyaknya orang selama yang memeriahkan Platinum Jubilee-nya.

BACA JUGA : Uni Eropa Jatuhkan Sanksi, CEO Yandex Mundur

Pada Minggu (5/6) waktu setempat, dia tampil dan berdiri di balkon Istana Buckingham, diapit oleh pewarisnya Pangeran Charles serta cucunya atau anak dari Pangeran William, Pangeran George. Hadir pula di atas balkon istri Charles, Camilla; Pangeran William; istri William, Catherine; serta Putri Charlotte dan Pangeran Louis.

“Saya merasa rendah hati dan sangat tersentuh bahwa begitu banyak orang turun ke jalan untuk merayakan Platinum Jubilee saya,” kata Ratu Elizabeth dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

“Meskipun saya mungkin tidak menghadiri setiap acara secara langsung, hati saya telah bersama Anda semua; dan saya tetap berkomitmen untuk melayani Anda dengan kemampuan terbaik saya, didukung oleh keluarga saya,” lanjutnya.

Ratu berusia 96 tahun itu telah menarik diri dari beberapa acara selama perayaan empat hari Platinum Jubilee karena “masalah mobilitas episodik”. Ratu terpaksa melewatkan beberapa acara karena merasa tidak nyaman saat bepergian dan melakukan aktivitas lainnya, seperti dikatakan pihak istana.

Ratu Elizabeth telah memerintah lebih lama dari pendahulunya. Dia naik takhta pada 1952 saat berusia 25 tahun, mewarisi kekuasaan atas Inggris yang masih berusaha bangkit dari dampak Perang Dunia II dengan Winston Churchill sebagai perdana menteri.
Penampilan sang Ratu di balkon menutup hari terakhir perayaan nasional di Inggris. Penutupan dimeriahkan pawai warna-warni dan eksentrik yang berlangsung di London, dengan band militer, mobil antik, penari, dan selebritas berparade di jalanan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Mengenakan pakaian hijau cerah, Ratu Elizabeth tersenyum dan melambaikan tangan. Disambut sorakan yang meriah, suara terompet, dan membawakan lagu kebangsaan sebelum akhirnya masuk ke dalam Istana. Ratu Elizabeth mengatakan dirinya merasa rendah hati dan tersentuh atas dukungan dari banyaknya orang selama yang memeriahkan Platinum Jubilee-nya.

BACA JUGA : Uni Eropa Jatuhkan Sanksi, CEO Yandex Mundur

Pada Minggu (5/6) waktu setempat, dia tampil dan berdiri di balkon Istana Buckingham, diapit oleh pewarisnya Pangeran Charles serta cucunya atau anak dari Pangeran William, Pangeran George. Hadir pula di atas balkon istri Charles, Camilla; Pangeran William; istri William, Catherine; serta Putri Charlotte dan Pangeran Louis.

“Saya merasa rendah hati dan sangat tersentuh bahwa begitu banyak orang turun ke jalan untuk merayakan Platinum Jubilee saya,” kata Ratu Elizabeth dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Reuters.

“Meskipun saya mungkin tidak menghadiri setiap acara secara langsung, hati saya telah bersama Anda semua; dan saya tetap berkomitmen untuk melayani Anda dengan kemampuan terbaik saya, didukung oleh keluarga saya,” lanjutnya.

Ratu berusia 96 tahun itu telah menarik diri dari beberapa acara selama perayaan empat hari Platinum Jubilee karena “masalah mobilitas episodik”. Ratu terpaksa melewatkan beberapa acara karena merasa tidak nyaman saat bepergian dan melakukan aktivitas lainnya, seperti dikatakan pihak istana.

Ratu Elizabeth telah memerintah lebih lama dari pendahulunya. Dia naik takhta pada 1952 saat berusia 25 tahun, mewarisi kekuasaan atas Inggris yang masih berusaha bangkit dari dampak Perang Dunia II dengan Winston Churchill sebagai perdana menteri.
Penampilan sang Ratu di balkon menutup hari terakhir perayaan nasional di Inggris. Penutupan dimeriahkan pawai warna-warni dan eksentrik yang berlangsung di London, dengan band militer, mobil antik, penari, dan selebritas berparade di jalanan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/