alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Gaet Pasar, Starlink Hadirkan Internet di Medan-Medan Tak Terjangkau

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Perusahaan luar angkasa SpaceX milik Elon Musk Starlink, diizinkan menghadirkan layanan internet di kapal, kapal selam, hingga pesawat yang ada di Amerika Serikat setelah mengantongi restu dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS.

BACA JUGA : Shoegaze Legendaris The Milo Tampil di  Hard Rock Café

Menurut FCC seperti dilansir dari Reuters, jaringan internet yang digunakan pada berbagai moda transportasi itu berasal dari satelit-satelit milik Starlink. Perusahaan itu merupakan penyedia layanan internet untuk daerah perdesaan serta para perusahaan otomotif.

Mobile_AP_Rectangle 2

“(FCC) Mengizinkan terminal kelas baru untuk sistem satelit SpaceX sehingga dapat memperluas jangkauan kemampuan broadband untuk memenuhi permintaan pengguna yang terus meningkat terutama bagi yang memerlukan konektivitas saat bepergian,” kata FCC.

Sejak 2019, SpaceX terus meluncurkan sekitar 2.700 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi dan telah mengumpulkan ratusan ribu pelanggan. Dengan biaya berlangganan 110 dolar AS per bulan (Rp1,6 juta) untuk internet dan biaya awal pemasangan terminal secara mandiri sebesar 599 dolar AS (Rp8,9 juta).

Starlink dengan potensinya menghadirkan internet di medan-medan yang tak terjangkau kabel optik pun melebarkan upayanya untuk menggaet lebih banyak pasar. Termasuk dalam beberapa tahun terakhir merayu para maskapai penerbangan untuk menyediakan layanan internet.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Perusahaan luar angkasa SpaceX milik Elon Musk Starlink, diizinkan menghadirkan layanan internet di kapal, kapal selam, hingga pesawat yang ada di Amerika Serikat setelah mengantongi restu dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS.

BACA JUGA : Shoegaze Legendaris The Milo Tampil di  Hard Rock Café

Menurut FCC seperti dilansir dari Reuters, jaringan internet yang digunakan pada berbagai moda transportasi itu berasal dari satelit-satelit milik Starlink. Perusahaan itu merupakan penyedia layanan internet untuk daerah perdesaan serta para perusahaan otomotif.

“(FCC) Mengizinkan terminal kelas baru untuk sistem satelit SpaceX sehingga dapat memperluas jangkauan kemampuan broadband untuk memenuhi permintaan pengguna yang terus meningkat terutama bagi yang memerlukan konektivitas saat bepergian,” kata FCC.

Sejak 2019, SpaceX terus meluncurkan sekitar 2.700 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi dan telah mengumpulkan ratusan ribu pelanggan. Dengan biaya berlangganan 110 dolar AS per bulan (Rp1,6 juta) untuk internet dan biaya awal pemasangan terminal secara mandiri sebesar 599 dolar AS (Rp8,9 juta).

Starlink dengan potensinya menghadirkan internet di medan-medan yang tak terjangkau kabel optik pun melebarkan upayanya untuk menggaet lebih banyak pasar. Termasuk dalam beberapa tahun terakhir merayu para maskapai penerbangan untuk menyediakan layanan internet.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Perusahaan luar angkasa SpaceX milik Elon Musk Starlink, diizinkan menghadirkan layanan internet di kapal, kapal selam, hingga pesawat yang ada di Amerika Serikat setelah mengantongi restu dari Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS.

BACA JUGA : Shoegaze Legendaris The Milo Tampil di  Hard Rock Café

Menurut FCC seperti dilansir dari Reuters, jaringan internet yang digunakan pada berbagai moda transportasi itu berasal dari satelit-satelit milik Starlink. Perusahaan itu merupakan penyedia layanan internet untuk daerah perdesaan serta para perusahaan otomotif.

“(FCC) Mengizinkan terminal kelas baru untuk sistem satelit SpaceX sehingga dapat memperluas jangkauan kemampuan broadband untuk memenuhi permintaan pengguna yang terus meningkat terutama bagi yang memerlukan konektivitas saat bepergian,” kata FCC.

Sejak 2019, SpaceX terus meluncurkan sekitar 2.700 satelit Starlink ke orbit rendah Bumi dan telah mengumpulkan ratusan ribu pelanggan. Dengan biaya berlangganan 110 dolar AS per bulan (Rp1,6 juta) untuk internet dan biaya awal pemasangan terminal secara mandiri sebesar 599 dolar AS (Rp8,9 juta).

Starlink dengan potensinya menghadirkan internet di medan-medan yang tak terjangkau kabel optik pun melebarkan upayanya untuk menggaet lebih banyak pasar. Termasuk dalam beberapa tahun terakhir merayu para maskapai penerbangan untuk menyediakan layanan internet.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/