Ilustrasi: Upaya pencegahan virus korona menyebar, petugas melakukan pengecekan kesehatan. (Mark Schiefelbein/AP)

JawaPos.com – Sejauh ini sudah ada 600-an pasien virus korona asal Wuhan, Tiongkok, yang diperbolehkan pulang dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh. Salah satu pendorongnya adalah daya tahan imun tubuh pasien dan obat-obatan pendukung untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Dan ternyata, Tiongkok mengembangkan pengobatan lain.

IKLAN

Caranya dengan menggabungkan racikan pengobatan Barat dan Timur. Selama ini Tiongkok dikenal dengan pengobatan tradisional yang mujarab. Resep-resep herbal juga banyak datang dari Tiongkok.

“Para ahli terus berusaha menelusuri wabah. Pemantauan darurat sejak awal selalu dilakukan. Kami menggabungkan pengobatan barat dan timur. Secara akurat dan banyak yang sembuh,” kata Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, H.E. Mr. Xiao Qian kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/2).

Dubes Xiao Qian mengklaim sejak awal wabah ini terjadi, para ahli dari Tiongkok selalu meneliti tentang asal usul virus ini. Berdasarkan penlitian Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tiongkok, ada kemungkinan besar penyakit itu berasal dari pasar binantang liar. Wabah itu kemungkinan besar berasal dari kelelawar.

“Ahli-ahli Tiongkok berupaya keras temukan obat terkait. Setelah epidemi ditemukan yakni Coronavirus baru para ahli pun terbuka membagi urutan genetiknya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara lain. Atas dasar ini berbagai negara bisa cepat ketemu reagent-nya dan secara efektif bisa tangani pasien. Dan penelitian tentang vaksin dan obat semakin ada progress,” tegasnya.

Dia menegaskan laboratorium Tiongkok saat ini sudah mulai membuat vaksin dari strain virus itu. Ada beberapa obat yang bisa menghambat virus ini secara potensial.

“Pada akhirnya ahli-ahli di Tiongkok cara tradisional dan Western sedang meracik obat untuk temukan yang terbaik. Semoga bisa lebih cepat,” jelasnya.

Namun, saat ditanya obat apa dan apa jenis senyawa kimianya, Dubes Xiao Qian mengaku tidak mengetahui detail. Dia menjelaskan pengobatan itu terbukti efektif untuk 600-an pasien sembuh di atas jumlah kasus kematian yakni 427 orang

“Tentu harus tanyakan pada ahli di negara kami ya apa jenis obatnya, tapi intinya pengobatannya menggabungkan tradisional Tiongkok dan western,” tegasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani