Pelajar Hongkong dengan masih mengenakan seragam ikut bergabung dengan pengunjuk rasa, Senin (2/9) (qz.com)

JawaPos.com – Kericuhan kembali terjadi dalam aksi menolak RUU Ekstradisi di Hongkong kemarin. Pengunjuk rasa maupun aparat sama sekali tak menahan diri.

Ketegangan yang muncul sejak Sabtu (31/8) lalu berlanjut hingga kemarin. Pihak kepolisian terus mengejar demonstran. Terakhir, mereka menyerbu dua stasiun kereta, Mong Kok dan Prince Edward, setelah mendapat laporan gangguan ketertiban umum. Berbekal tameng dan tongkat, petugas langsung menggebuki demonstran yang diduga terlibat.

“Saat kereta berhenti, polisi naik. Dia menggebuk saya dengan tongkat dua kali, lalu pergi,” ucap salah seorang penumpang kereta kepada South China Morning Post. Dia menganggap aparat hanya ingin menyalurkan amarah.

Para demonstran memblokade jalur menuju bandara. Operator kereta Airport Express menangguhkan layanan kemarin. Sementara itu, para demonstran berbaju hitam yang bersembunyi dari kamera pengawas di bawah payung membangun barikade di stasiun bus bandara. Mereka berusaha menghentikan lalu lintas di jalan utama menuju terminal bandara. Jalur ke bandara pun lumpuh.