TERULANG: Mobil polisi terparkir di halaman Medical Center Hospital, tempat para korban penembakan di Odessa dirawat kemarin WIB (CENGIZ YAR/GETTY IMAGES/AFP)

JawaPos.com – Seorang pengendara mobil menggila dan menembakkan senapannya di jalanan Kota Odessa, Texas, AS, akhir pekan lalu. Ironisnya, kebijakan pengendalian senjata di Texas justru bertambah longgar beberapa jam setelahnya.

Legislasi baru itu berlaku Minggu (1/9). “Kita seharusnya mengakhiri wabah ini,” ujar Beto O’Rourke, mantan anggota Kongres dari Texas, seperti yang dilansir CNN.

Dalam aturan terbaru, siapa pun bebas membawa senjata di lingkungan sekolah, panti asuhan, sampai tempat ibadah. Menurut para legislator, hal tersebut dilakukan untuk memperkuat pertahanan di tempat yang rentan menjadi sasaran penembak masal. Namun, aktivis pencegahan kekerasan senjata menilai hal tersebut ibarat memberikan karpet merah terhadap para teroris.

“Banyak negara bagian yang becermin setelah mendapatkan pelajaran tentang pembunuhan masal. Tapi, para legislator Texas malah menguatkan dukungan untuk agenda yang diusulkan NRA (National Rifle Association, Red),” ujar Kris Brown, presiden lembaga bantuan advokasi Brady.

Menurut CNN, insiden penembakan di Texas bermula saat polisi lalu lintas hendak menghentikan mobil di jalan raya Interstate 20. Bukannya berhenti, pengendara malah menurunkan jendela dan menembak petugas dan mengebut. Seorang petugas terluka akibat kejadian tersebut.