alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Google Hapus Riwayat Lokasi Pengguna Tertentu

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Larangan aborsi yang diumumkan Mahkamah Agung Amerika Serikat beberapa waktu terakhir, membuat perusahaan teknologi Google akan secara otomatis menghapus informasi tentang pengguna yang mengunjungi klinik aborsi atau tempat lain yang dapat memicu masalah hukum.

Seperti dikutip dari Associated Press, Minggu, Google menguraikan perlindungan privasi baru dalam sebuah unggahan blog resminya.

Google secara otomatis menghapus kunjungan ke klinik aborsi. Google juga menyebutkan pusat konseling, pusat kesuburan, fasilitas perawatan kecanduan, klinik penurunan berat badan, dan klinik bedah kosmetik sebagai tujuan lain yang akan dihapus dari riwayat lokasi pengguna.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Presiden Senior Google Jen Fitzpatrick mengatakan, pengguna juga selalu memiliki opsi untuk mengedit riwayat lokasi mereka sendiri, tetapi Google akan secara proaktif melakukan untuk mereka sebagai tingkat perlindungan tambahan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan privasi yang kuat bagi orang-orang yang menggunakan produk kami, dan kami akan terus mencari cara baru untuk memperkuat dan meningkatkan perlindungan ini,” katanya.

Janji tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan pada Google dan perusahaan teknologi besar lainnya untuk berbuat lebih banyak guna melindungi informasi pribadi yang sensitif melalui layanan dan produk digital mereka dari otoritas pemerintah dan pihak luar lainnya.

Seruan untuk kontrol privasi yang lebih ketat dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang membatalkan putusan Roe v. Wade yang melegalkan aborsi.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Larangan aborsi yang diumumkan Mahkamah Agung Amerika Serikat beberapa waktu terakhir, membuat perusahaan teknologi Google akan secara otomatis menghapus informasi tentang pengguna yang mengunjungi klinik aborsi atau tempat lain yang dapat memicu masalah hukum.

Seperti dikutip dari Associated Press, Minggu, Google menguraikan perlindungan privasi baru dalam sebuah unggahan blog resminya.

Google secara otomatis menghapus kunjungan ke klinik aborsi. Google juga menyebutkan pusat konseling, pusat kesuburan, fasilitas perawatan kecanduan, klinik penurunan berat badan, dan klinik bedah kosmetik sebagai tujuan lain yang akan dihapus dari riwayat lokasi pengguna.

Wakil Presiden Senior Google Jen Fitzpatrick mengatakan, pengguna juga selalu memiliki opsi untuk mengedit riwayat lokasi mereka sendiri, tetapi Google akan secara proaktif melakukan untuk mereka sebagai tingkat perlindungan tambahan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan privasi yang kuat bagi orang-orang yang menggunakan produk kami, dan kami akan terus mencari cara baru untuk memperkuat dan meningkatkan perlindungan ini,” katanya.

Janji tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan pada Google dan perusahaan teknologi besar lainnya untuk berbuat lebih banyak guna melindungi informasi pribadi yang sensitif melalui layanan dan produk digital mereka dari otoritas pemerintah dan pihak luar lainnya.

Seruan untuk kontrol privasi yang lebih ketat dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang membatalkan putusan Roe v. Wade yang melegalkan aborsi.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Larangan aborsi yang diumumkan Mahkamah Agung Amerika Serikat beberapa waktu terakhir, membuat perusahaan teknologi Google akan secara otomatis menghapus informasi tentang pengguna yang mengunjungi klinik aborsi atau tempat lain yang dapat memicu masalah hukum.

Seperti dikutip dari Associated Press, Minggu, Google menguraikan perlindungan privasi baru dalam sebuah unggahan blog resminya.

Google secara otomatis menghapus kunjungan ke klinik aborsi. Google juga menyebutkan pusat konseling, pusat kesuburan, fasilitas perawatan kecanduan, klinik penurunan berat badan, dan klinik bedah kosmetik sebagai tujuan lain yang akan dihapus dari riwayat lokasi pengguna.

Wakil Presiden Senior Google Jen Fitzpatrick mengatakan, pengguna juga selalu memiliki opsi untuk mengedit riwayat lokasi mereka sendiri, tetapi Google akan secara proaktif melakukan untuk mereka sebagai tingkat perlindungan tambahan.
“Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan privasi yang kuat bagi orang-orang yang menggunakan produk kami, dan kami akan terus mencari cara baru untuk memperkuat dan meningkatkan perlindungan ini,” katanya.

Janji tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan pada Google dan perusahaan teknologi besar lainnya untuk berbuat lebih banyak guna melindungi informasi pribadi yang sensitif melalui layanan dan produk digital mereka dari otoritas pemerintah dan pihak luar lainnya.

Seruan untuk kontrol privasi yang lebih ketat dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini yang membatalkan putusan Roe v. Wade yang melegalkan aborsi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/