alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Nichelle Nichols Pemeran Letnan Uhura Serial Star Trek Tutup Usia

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Nichelle Nichols pemeran Letnan Uhura dalam serial televisi Star Trek meninggal dunia pada usia 89 tahun, demikian pengumuman keluarga sebagaimana diwartakan Reuters, Senin.

BACA JUGA : Food Estate di Lahan yang Sudah Jadi Tuai Hasil Positif

“Ia meninggal karena sebab alamiah. Namun, cahayanya, seperti galaksi masa lalu yang sekarang terlihat untuk pertama kalinya, akan tetap untuk kita dan generasi mendatang untuk dinikmati, dipelajari, dan menginspirasi,” kata sang putra, Kyle Johnson.

Mobile_AP_Rectangle 2

Star Trek, yang menjadi fenomena budaya pop sejak tahun 1960-an, menghancurkan stereotip umum di televisi AS pada saat itu dengan menampilkan aktor kulit hitam dan minoritas dalam peran penting di acara itu.

Pada 1968 dia dan bintang Star Trek William Shatner memecahkan penghalang budaya ketika melalukan ciuman antar-ras pertama dalam tayangan televisi di AS.

Nichols telah merencanakan untuk keluar dari Star Trek setelah satu musim, namun pemimpin hak-hak sipil tahun 1960-an, Martin Luther King, meyakinkannya untuk tetap berada di proyek itu.

Hal tersebut dinilai sangat revolusioner untuk memiliki seorang wanita kulit hitam yang berperan sebagai anggota kru senior yang penting pada saat orang kulit hitam sedang berjuang untuk kesetaraan dalam masyarakat Amerika.

Nichols juga membantu memecahkan persoalan ras di NASA, yang pemimpinnya adalah penggemar Star Trek. Pada 1970-an, Nichols diajak untuk menarik astronot minoritas.

Beberapa tokoh yang ditarik oleh Nichols di NASA antara lain astronot wanita pertama AS, Sally Ride; astronot wanita kulit hitam pertama, Mae Jemison; dan kepala NASA kulit hitam pertama, Charlie Bolden.

“Nichols melambangkan begitu banyak tentang kemungkinan dan menginspirasi generasi untuk meraih bintang-bintang,” kata NASA di Twitter.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Nichelle Nichols pemeran Letnan Uhura dalam serial televisi Star Trek meninggal dunia pada usia 89 tahun, demikian pengumuman keluarga sebagaimana diwartakan Reuters, Senin.

BACA JUGA : Food Estate di Lahan yang Sudah Jadi Tuai Hasil Positif

“Ia meninggal karena sebab alamiah. Namun, cahayanya, seperti galaksi masa lalu yang sekarang terlihat untuk pertama kalinya, akan tetap untuk kita dan generasi mendatang untuk dinikmati, dipelajari, dan menginspirasi,” kata sang putra, Kyle Johnson.

Star Trek, yang menjadi fenomena budaya pop sejak tahun 1960-an, menghancurkan stereotip umum di televisi AS pada saat itu dengan menampilkan aktor kulit hitam dan minoritas dalam peran penting di acara itu.

Pada 1968 dia dan bintang Star Trek William Shatner memecahkan penghalang budaya ketika melalukan ciuman antar-ras pertama dalam tayangan televisi di AS.

Nichols telah merencanakan untuk keluar dari Star Trek setelah satu musim, namun pemimpin hak-hak sipil tahun 1960-an, Martin Luther King, meyakinkannya untuk tetap berada di proyek itu.

Hal tersebut dinilai sangat revolusioner untuk memiliki seorang wanita kulit hitam yang berperan sebagai anggota kru senior yang penting pada saat orang kulit hitam sedang berjuang untuk kesetaraan dalam masyarakat Amerika.

Nichols juga membantu memecahkan persoalan ras di NASA, yang pemimpinnya adalah penggemar Star Trek. Pada 1970-an, Nichols diajak untuk menarik astronot minoritas.

Beberapa tokoh yang ditarik oleh Nichols di NASA antara lain astronot wanita pertama AS, Sally Ride; astronot wanita kulit hitam pertama, Mae Jemison; dan kepala NASA kulit hitam pertama, Charlie Bolden.

“Nichols melambangkan begitu banyak tentang kemungkinan dan menginspirasi generasi untuk meraih bintang-bintang,” kata NASA di Twitter.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Nichelle Nichols pemeran Letnan Uhura dalam serial televisi Star Trek meninggal dunia pada usia 89 tahun, demikian pengumuman keluarga sebagaimana diwartakan Reuters, Senin.

BACA JUGA : Food Estate di Lahan yang Sudah Jadi Tuai Hasil Positif

“Ia meninggal karena sebab alamiah. Namun, cahayanya, seperti galaksi masa lalu yang sekarang terlihat untuk pertama kalinya, akan tetap untuk kita dan generasi mendatang untuk dinikmati, dipelajari, dan menginspirasi,” kata sang putra, Kyle Johnson.

Star Trek, yang menjadi fenomena budaya pop sejak tahun 1960-an, menghancurkan stereotip umum di televisi AS pada saat itu dengan menampilkan aktor kulit hitam dan minoritas dalam peran penting di acara itu.

Pada 1968 dia dan bintang Star Trek William Shatner memecahkan penghalang budaya ketika melalukan ciuman antar-ras pertama dalam tayangan televisi di AS.

Nichols telah merencanakan untuk keluar dari Star Trek setelah satu musim, namun pemimpin hak-hak sipil tahun 1960-an, Martin Luther King, meyakinkannya untuk tetap berada di proyek itu.

Hal tersebut dinilai sangat revolusioner untuk memiliki seorang wanita kulit hitam yang berperan sebagai anggota kru senior yang penting pada saat orang kulit hitam sedang berjuang untuk kesetaraan dalam masyarakat Amerika.

Nichols juga membantu memecahkan persoalan ras di NASA, yang pemimpinnya adalah penggemar Star Trek. Pada 1970-an, Nichols diajak untuk menarik astronot minoritas.

Beberapa tokoh yang ditarik oleh Nichols di NASA antara lain astronot wanita pertama AS, Sally Ride; astronot wanita kulit hitam pertama, Mae Jemison; dan kepala NASA kulit hitam pertama, Charlie Bolden.

“Nichols melambangkan begitu banyak tentang kemungkinan dan menginspirasi generasi untuk meraih bintang-bintang,” kata NASA di Twitter.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/