radar jember - Di balik dunia layar kaca perfilman Indonesia yang terus berkembang, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023) hadir sebagai angin segar yang menawarkan narasi cinta yang matang dan realistis.
Disutradarai oleh Yandy Laurens, yang sebelumnya sukses dengan Keluarga Cemara, film ini mengajak penonton menyelami kisah cinta yang tidak hanya manis, tetapi juga penuh refleksi dan romansa matang yang realistis.
Cerita berpusat pada Bagus Rahmat (diperankan oleh Ringgo Agus Rahman), seorang penulis skenario berusia 40-an yang dikenal dengan karya-karya adaptasinya. Ia bermaksud untuk menulis cerita orisinal, Bagus terinspirasi oleh pertemuannya kembali dengan Hana (Nirina Zubir), teman SMA sekaligus cinta lamanya yang kini menjadi janda setelah kehilangan suaminya.
Dalam upaya mengekspresikan perasaannya, Bagus menulis skenario berdasarkan kisah mereka, berharap dapat menghidupkan kembali romansa yang pernah ada. Namun, kenyataannya, Hana masih terjebak dalam duka, dan Bagus harus menghadapi dilema antara kenyataan dan fiksi yang ia ciptakan.
Salah satu aspek paling mencolok dari film ini adalah penggunaan visual hitam putih yang mendominasi sekitar 80% durasi film. Pilihan artistik ini bukan tanpa alasan, warna monokrom merefleksikan kondisi emosional Hana yang kehilangan "warna" dalam hidupnya setelah ditinggal sang suami.
Konsep ini awalnya ditolak oleh beberapa rumah produksi karena dianggap kurang komersial, namun akhirnya direalisasikan oleh Imajinari bersama Jagartha dan Trinity Entertainment, orisinalitas cerita dalam film ini mampu meyakinkan keduanya untuk merealisasikan cerita tersebut hingga menjadi sesuatu yang berbeda dan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi penonton layar kaca.
Menariknya, kisah dalam film ini terinspirasi dari pengalaman pribadi Ringgo Agus Rahman sendiri. Dalam proses kreatifnya, Ringgo berdiskusi dengan Yandy Laurens untuk mengembangkan cerita yang autentik dan menyentuh. Dalam proses pembuatan naskahnya, dirinya terpikirkan untuk mengangkat kisah hidupnya dalam film tersebut. Alhasil, jadilah sebuah film dari kisah cinta sang oembuat film itu sendiri
Kehadiran Nirina Zubir sebagai Hana menambah kedalaman emosi dalam film ini, mengingat keduanya pernah bekerja sama dalam Keluarga Cemara.
Selain itu, film ini juga menandai kembalinya Julie Estelle ke layar lebar setelah vakum sejak Foxtrot Six (2019), serta penampilan dari Sheila Dara, Dion Wiyoko, dan Alex Abbad yang memperkaya dinamika cerita.
Film ini tidak hanya mendapat sambutan hangat dari penonton, tetapi juga meraih penghargaan Film Terbaik di Piala Citra FFI 2024, mengukuhkan posisinya sebagai salah satu karya terbaik dalam perfilman Indonesia.
Dengan pendekatan yang jujur dan dewasa terhadap tema cinta dan kehilangan, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film menjadi bukti bahwa kisah cinta tidak selalu harus berakhir bahagia, tetapi dapat tetap indah dan bermakna.
Film Indonesia yang satu ini telah berhasil membuat kita merenungkan kembali tentang makna cinta, kehilangan, dan harapan cinta dalam bingkai kehidupan yang nyata, alih-alih dongeng putri semata.
penulis : Zahra Fadia Siti Haliza
Editor : M. Ainul Budi