alexametrics
23 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Mengenal Rayya, Komikus Cilik Asal Ambulu Jember

Tuangkan Isi Novel Jadi Ilustrasi, Pakai Media Kertas hingga Batu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SIANG menjelang sore, Rayya terlihat duduk di sebuah bangunan mirip gazebo di latar belakang rumahnya, Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu. Sebuah buku gambar berukuran besar ia letakkan di atas meja lengkap dengan spidol warna hitam.

Anak pertama pasangan Gunawan Tri Pamungkas dan Ani Rosyidah tersebut tergolong bocah berbakat. Sebab, ketika tuntas membaca novel, siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo ini menuangkan isi novel tersebut ke dalam ilustrasi. Narasi dalam novel disuguhkan menjadi sebuah gambar penuh imajinasi. “Saya suka saja bikin ilustrasi,” katanya.

Rayya mengaku, selain memiliki kemampuan menggambar, dirinya juga hobi membikin ilustrasi. Apalagi, kedua orang tuanya selalu mendukung kegiatannya tersebut. Hal inilah yang menjadikan dirinya semakin bersemangat menggambar. Bahkan kini, kumpulan ilustrasi itu ia narasikan menjadi komik. Buku cerita bergambar itu masih dalam proses penyusunan. “Alhamdulillah, aktivitas ini tidak mengganggu waktu belajar saya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bocah kelahiran 21 September 2010 itu menambahkan, selama ini, setiap selesai membaca buku bacaan khusus anak-anak, dipastikan ia menerjemahkan jalan cerita buku tersebut dalam sebuah ilustrasi. Dia mengaku, ketika menggoreskan spidol, dirinya merasa tertantang membikin gambar yang mewakili pesan dalam buku.

Gunawan, ayah Rayya yang sekaligus pemilik Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak (Rimba) Watukebo, memaparkan, kegemaran menggambar itu lazim dilakukan oleh orang dewasa. Mantan pemain teater itu tidak mengira bila anaknya tersebut kini jago menghasilkan karya ilustrasi.

Bahkan, kata dia, Rayya pernah menggambar ilustrasi tidak memakai kertas gambar, tapi medianya menggunakan kardus dan bongkahan batu. Sebagai ayah, dia terus mendukung aktivitas anaknya tersebut. Karena hal itu dinilainya sebagai bagian dari kreativitas. “Saat ini, ia lagi merampungkan komik bersumber dari novel. Sekitar 200 halaman dan 40 bab. Sekarang baru selesai tujuh bab,” ucap Gunawan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SIANG menjelang sore, Rayya terlihat duduk di sebuah bangunan mirip gazebo di latar belakang rumahnya, Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu. Sebuah buku gambar berukuran besar ia letakkan di atas meja lengkap dengan spidol warna hitam.

Anak pertama pasangan Gunawan Tri Pamungkas dan Ani Rosyidah tersebut tergolong bocah berbakat. Sebab, ketika tuntas membaca novel, siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo ini menuangkan isi novel tersebut ke dalam ilustrasi. Narasi dalam novel disuguhkan menjadi sebuah gambar penuh imajinasi. “Saya suka saja bikin ilustrasi,” katanya.

Rayya mengaku, selain memiliki kemampuan menggambar, dirinya juga hobi membikin ilustrasi. Apalagi, kedua orang tuanya selalu mendukung kegiatannya tersebut. Hal inilah yang menjadikan dirinya semakin bersemangat menggambar. Bahkan kini, kumpulan ilustrasi itu ia narasikan menjadi komik. Buku cerita bergambar itu masih dalam proses penyusunan. “Alhamdulillah, aktivitas ini tidak mengganggu waktu belajar saya,” tuturnya.

Bocah kelahiran 21 September 2010 itu menambahkan, selama ini, setiap selesai membaca buku bacaan khusus anak-anak, dipastikan ia menerjemahkan jalan cerita buku tersebut dalam sebuah ilustrasi. Dia mengaku, ketika menggoreskan spidol, dirinya merasa tertantang membikin gambar yang mewakili pesan dalam buku.

Gunawan, ayah Rayya yang sekaligus pemilik Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak (Rimba) Watukebo, memaparkan, kegemaran menggambar itu lazim dilakukan oleh orang dewasa. Mantan pemain teater itu tidak mengira bila anaknya tersebut kini jago menghasilkan karya ilustrasi.

Bahkan, kata dia, Rayya pernah menggambar ilustrasi tidak memakai kertas gambar, tapi medianya menggunakan kardus dan bongkahan batu. Sebagai ayah, dia terus mendukung aktivitas anaknya tersebut. Karena hal itu dinilainya sebagai bagian dari kreativitas. “Saat ini, ia lagi merampungkan komik bersumber dari novel. Sekitar 200 halaman dan 40 bab. Sekarang baru selesai tujuh bab,” ucap Gunawan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SIANG menjelang sore, Rayya terlihat duduk di sebuah bangunan mirip gazebo di latar belakang rumahnya, Dusun Watukebo, Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu. Sebuah buku gambar berukuran besar ia letakkan di atas meja lengkap dengan spidol warna hitam.

Anak pertama pasangan Gunawan Tri Pamungkas dan Ani Rosyidah tersebut tergolong bocah berbakat. Sebab, ketika tuntas membaca novel, siswa MI Muhammadiyah 1 Watukebo ini menuangkan isi novel tersebut ke dalam ilustrasi. Narasi dalam novel disuguhkan menjadi sebuah gambar penuh imajinasi. “Saya suka saja bikin ilustrasi,” katanya.

Rayya mengaku, selain memiliki kemampuan menggambar, dirinya juga hobi membikin ilustrasi. Apalagi, kedua orang tuanya selalu mendukung kegiatannya tersebut. Hal inilah yang menjadikan dirinya semakin bersemangat menggambar. Bahkan kini, kumpulan ilustrasi itu ia narasikan menjadi komik. Buku cerita bergambar itu masih dalam proses penyusunan. “Alhamdulillah, aktivitas ini tidak mengganggu waktu belajar saya,” tuturnya.

Bocah kelahiran 21 September 2010 itu menambahkan, selama ini, setiap selesai membaca buku bacaan khusus anak-anak, dipastikan ia menerjemahkan jalan cerita buku tersebut dalam sebuah ilustrasi. Dia mengaku, ketika menggoreskan spidol, dirinya merasa tertantang membikin gambar yang mewakili pesan dalam buku.

Gunawan, ayah Rayya yang sekaligus pemilik Rumah Imajinasi Membaca dan Belajar Anak (Rimba) Watukebo, memaparkan, kegemaran menggambar itu lazim dilakukan oleh orang dewasa. Mantan pemain teater itu tidak mengira bila anaknya tersebut kini jago menghasilkan karya ilustrasi.

Bahkan, kata dia, Rayya pernah menggambar ilustrasi tidak memakai kertas gambar, tapi medianya menggunakan kardus dan bongkahan batu. Sebagai ayah, dia terus mendukung aktivitas anaknya tersebut. Karena hal itu dinilainya sebagai bagian dari kreativitas. “Saat ini, ia lagi merampungkan komik bersumber dari novel. Sekitar 200 halaman dan 40 bab. Sekarang baru selesai tujuh bab,” ucap Gunawan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/