Gisella Anastasia dan Kuasa Hukumnya Sandy Arifin usai memberikan laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/10). (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com – Belakangan warganet tengah dihebohkan dengan sebuah video asusila berdurasi sekitar 2 menit. Isinya berisikan konten asusila. Penyanyi Gisella Anastasia disebut-sebut adalah sosok perempuan di dalam video itu.

IKLAN

Tak terima dengan tuduhan tersebut, Gisel akhirnya memutuskan membawa kasus ini ke ranah hukum. Dia ingin penyebar video tersebut diadili karena dianggap telah mencemarkan nama baik dia. Dia membantah menjadi pemeran perempuan dalam video asusila tersebut.

Laporan tersebut terdaftar dalam nomor laporan LP/6864/X/2019/Dit. Reskrimsus, tanggal 25 Oktober 2019. Dalam pelaporannya itu, Gisel melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyebarkan video asusila itu.

Proses hukum ditempuhnya agar publik tidak menghakimi dia dan keluarganya, terlebih anaknya yang masih kecil hanya karena sesuatu yang tidak diperbuatnya. Selain itu juga supaya oknum penyebar video bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“Kerugianya secara banyak banget, saya perempuan dan punya anak kecil. Jadi, pembuatan laporan ini supaya enggak terulang lagi baik pada saya dan orang lain, biar jera,” kata Gisel di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/10).

Dalam laporannya tersebut, Gisel membawa barang bukti berupa tangkapan layar video asusila dan akun media sosial yang menyebarkannya. Sementara itu, Pengacara Gisel, Sandy Arifin mengatakan, kliennya juga telah menyiapkan beberapa saksi untuk untuk memperkuat barang bukti.

“Kami sudah siapkan beberapa saksi-saksi dan bukti-bukti. Mbak Gisel sudah meminta beberapa rekannya yang melihat ada postingan di medsosnya (untuk menjadi saksi),” kata Sandy.

Dalam laporan tersebut, Gisel menyangkakan Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 Ayat (1) dan atau Pasal 27 Ayat (3) dan atau Pasal 23 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, kepada para penyebar video.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan