alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bekerja Sebagai Dubber, Pak Ogah Lebih Pikirkan Suaranya yang Hilang

Mobile_AP_Rectangle 1

JawaPos.com – Sejak sekitar tiga bulan belakangan Abdul Hamid atau Pak Ogah jatuh sakit akibat mengalami penyumbatan pembuluh darah pada bagian otak. Dia sempat mendapat penanganan di sebuah rumah sakit, namun bersikeras pulang ke rumah karena merasa tidak sanggup membayar biaya pengobatan rumah sakit.

Dokter yang menangani sempat meminta Pak Ogah untuk melakukan rawat inap di rumah sakit, namun tetap mau pulang ke rumah. Dokter pun sempat membuat surat perjanjian dengan pihak keluarga khawatir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Gara-gara tidak mau rawat inap, Pak Ogah sempat pingsan di rumah sekitar dua hari kemudian. Sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan selama sekitar 10 hari.

Yuyun Widayanti, sang istri, mengatakan bahwa Pak Ogah tidak terlalu memikirkan kondisi kesehatan fisiknya. Yang dia perhatikan adalah bagaimana caranya supaya bisa ngomong. Karena sejak divonis mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak, dia mulai kesulitan berbicara.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Dua hari atau tiga hari kemarin, Pak Ogah sempat nanya, ‘ada uang nggak buat beli obat?’. Tapi gak ke rumah sakit karena dia bilang gak bagus. Jadi yang ada di pikiran dia itu berobatnya itu supaya bisa ngomong,” ungkap Yuyun saat ditemui di rumahnya di bilangan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Kemungkinan Pak Ogah lebih kepikiran suaranya yang hilang dari pada kondisi kesehatan fisik secara umum. Karena dengan suara, dia dapat menghasilkan uang. Sebab Pak Ogah selama ini masih aktif menjadi penyulih suara atau dubber.

Pak Ogah juga masih tetap aktif menjadi penyulih suara meski pandemi Covid-19 melanda. Dia biasanya menjadi mengisi suara untuk sebuah tayangan di salah satu televisi swasta. Namun, dia terpaksa rehat dari dubbing setelah kondisi kesehatannya menurun.

- Advertisement -

JawaPos.com – Sejak sekitar tiga bulan belakangan Abdul Hamid atau Pak Ogah jatuh sakit akibat mengalami penyumbatan pembuluh darah pada bagian otak. Dia sempat mendapat penanganan di sebuah rumah sakit, namun bersikeras pulang ke rumah karena merasa tidak sanggup membayar biaya pengobatan rumah sakit.

Dokter yang menangani sempat meminta Pak Ogah untuk melakukan rawat inap di rumah sakit, namun tetap mau pulang ke rumah. Dokter pun sempat membuat surat perjanjian dengan pihak keluarga khawatir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Gara-gara tidak mau rawat inap, Pak Ogah sempat pingsan di rumah sekitar dua hari kemudian. Sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan selama sekitar 10 hari.

Yuyun Widayanti, sang istri, mengatakan bahwa Pak Ogah tidak terlalu memikirkan kondisi kesehatan fisiknya. Yang dia perhatikan adalah bagaimana caranya supaya bisa ngomong. Karena sejak divonis mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak, dia mulai kesulitan berbicara.

“Dua hari atau tiga hari kemarin, Pak Ogah sempat nanya, ‘ada uang nggak buat beli obat?’. Tapi gak ke rumah sakit karena dia bilang gak bagus. Jadi yang ada di pikiran dia itu berobatnya itu supaya bisa ngomong,” ungkap Yuyun saat ditemui di rumahnya di bilangan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Kemungkinan Pak Ogah lebih kepikiran suaranya yang hilang dari pada kondisi kesehatan fisik secara umum. Karena dengan suara, dia dapat menghasilkan uang. Sebab Pak Ogah selama ini masih aktif menjadi penyulih suara atau dubber.

Pak Ogah juga masih tetap aktif menjadi penyulih suara meski pandemi Covid-19 melanda. Dia biasanya menjadi mengisi suara untuk sebuah tayangan di salah satu televisi swasta. Namun, dia terpaksa rehat dari dubbing setelah kondisi kesehatannya menurun.

JawaPos.com – Sejak sekitar tiga bulan belakangan Abdul Hamid atau Pak Ogah jatuh sakit akibat mengalami penyumbatan pembuluh darah pada bagian otak. Dia sempat mendapat penanganan di sebuah rumah sakit, namun bersikeras pulang ke rumah karena merasa tidak sanggup membayar biaya pengobatan rumah sakit.

Dokter yang menangani sempat meminta Pak Ogah untuk melakukan rawat inap di rumah sakit, namun tetap mau pulang ke rumah. Dokter pun sempat membuat surat perjanjian dengan pihak keluarga khawatir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Gara-gara tidak mau rawat inap, Pak Ogah sempat pingsan di rumah sekitar dua hari kemudian. Sehingga terpaksa dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan selama sekitar 10 hari.

Yuyun Widayanti, sang istri, mengatakan bahwa Pak Ogah tidak terlalu memikirkan kondisi kesehatan fisiknya. Yang dia perhatikan adalah bagaimana caranya supaya bisa ngomong. Karena sejak divonis mengalami penyumbatan pembuluh darah di otak, dia mulai kesulitan berbicara.

“Dua hari atau tiga hari kemarin, Pak Ogah sempat nanya, ‘ada uang nggak buat beli obat?’. Tapi gak ke rumah sakit karena dia bilang gak bagus. Jadi yang ada di pikiran dia itu berobatnya itu supaya bisa ngomong,” ungkap Yuyun saat ditemui di rumahnya di bilangan Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat.

Kemungkinan Pak Ogah lebih kepikiran suaranya yang hilang dari pada kondisi kesehatan fisik secara umum. Karena dengan suara, dia dapat menghasilkan uang. Sebab Pak Ogah selama ini masih aktif menjadi penyulih suara atau dubber.

Pak Ogah juga masih tetap aktif menjadi penyulih suara meski pandemi Covid-19 melanda. Dia biasanya menjadi mengisi suara untuk sebuah tayangan di salah satu televisi swasta. Namun, dia terpaksa rehat dari dubbing setelah kondisi kesehatannya menurun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/