Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Ogoh-Ogoh Dirancang Menakutkan dan Dramatis? Ini Pesan Moral di Balik Visual Ekstrem

V
Penulis: Viona Rj❯
Ilustrasi ogoh-ogoh. (AI)
Ilustrasi ogoh-ogoh. (AI)

Advertisement

Radar Jember - Dalam tradisi menjelang Hari Raya Nyepi, pawai ogoh-ogoh menjadi momen yang paling dinanti.

Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang menggambarkan sosok bhuta kala atau simbol sifat-sifat negatif dalam diri manusia.

Wujud ogoh-ogoh memang dirancang dramatis untuk merepresentasikan sifat buruk seperti amarah, keserakahan, iri hati, atau kesombongan.

Ekspresi ekstrem dan detail yang kuat justru bertujuan menggambarkan betapa destruktifnya sifat-sifat tersebut jika tidak dikendalikan.

Semakin kuat karakter visualnya, semakin tegas pula pesan moral yang ingin disampaikan: bahwa energi negatif harus dikenali dan dilepaskan.

Advertisement

Dalam perkembangannya, ogoh-ogoh tidak hanya berbentuk raksasa tradisional. Banyak karya yang mengangkat isu sosial, kritik moral, bahkan fenomena modern.

Desain yang tampak “paling menyeramkan” biasanya lahir dari kreativitas tinggi para pemuda banjar yang ingin menampilkan karya spektakuler sekaligus bermakna.

Alih-alih sekadar menampilkan kekejaman, ogoh-ogoh menjadi media refleksi sosial dan spiritual. 

Setelah diarak pada malam Pengerupukan, ogoh-ogoh umumnya dimusnahkan atau dibakar.

Proses ini melambangkan penghancuran sifat buruk dan energi negatif sebelum memasuki keheningan Nyepi.

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Ada Indikasi Medis, DPRD Jember Minta Edukasi Risiko Sunat Perempuan Digencarkan

Tak Ada Indikasi Medis, DPRD Jember Minta Edukasi Risiko Sunat Perempuan Digencarkan

Komisi D DPRD Jember mendorong Dinkes dan fasilitas kesehatan mengedukasi masyarakat hingga tingkat desa mengenai risiko medis serta regulasi penghapusan sunat perempuan.

Tradisi Petik Laut di Pesisir Jember Iring-iringan Kapal di Puger, hingga Jolen Perahu Kayu di Payangan

Tradisi Petik Laut di Pesisir Jember Iring-iringan Kapal di Puger, hingga Jolen Perahu Kayu di Payangan

Pesisir Selatan Jember bukan saja bentangan alam. Di balik keindahannya, ada warisan budaya yang terus hidup dan dijaga oleh masyarakat. Salah satunya seperti budaya Petik Laut, ini.

TRADISI! Gunungan 6.000 Tempe di Lumajang Jadi Rebutan Warga

TRADISI! Gunungan 6.000 Tempe di Lumajang Jadi Rebutan Warga

Kemeriahan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah begitu terasa di Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko. Ratusan warga tumpah ruah di jalanan desa untuk mengikuti tradisi unik, Grebek Tempe Wedok. Sebuah tr

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer