alexametrics
27.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Perlu Telling Story Dibalik Kelezatan Kuliner Nusantara

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Penggemar kuliner di tanah air sangatlah paham bila di negeri ini terdapat bermacam-macam kuliner, namun demikian tidak sedikit diantara mereka belum mengetahui cerita tentang menu makanan seperti dari mana makanan tersebut berasal karena itu hal ini perlu dikenalkan kepada mereka jadi tidak sekedar menikmati makanan tersebut.

Seperti soto dan semua orang tahu makanan tersebut namun kurang memahami tentang makanan tersebut, bahkan soto sendiri sangat digemari semua kalangan dan beragam profesi. Sajian soto memang harus dalam kondisi panas atau mendidih, namun siapa sangka bila soto di tanah air dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.

Soto sendiri berasal dari kata coudo dan memiliki arti rerumputan jeroan atau jeroan berempah, kala negeri ini terjajah daging merupakan makanan mewah. Dikarenakan interaksi sosial, soto Tionghoa itu bisa diterima oleh lidah pribumi, kuah soto tersajing bening dan itu memiliki filosofi perasaan orang harus sejernih atau bersih seperti soto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Erik Fernandajaya seperti dikatakan kepada Jawa Pos mengatakan, Indonesia kaya beraneka ragam soto di setiap daerah, seperti soto mie Bogor, soto Betawi, soto Madura, soto Banjar dan soto Kudus. Bahkan kuliner itu mampu mengangkat nama daerah, setiap wisatawan ke ketika mengunjungi daerah tersebut dipastikan akan mencicipi soto itu.

“Soto itu termasuk clear soup dan semua soto menggunakan bahan rempah-rempah, lantas soto tersebut diberi tambahan seperti mi kuning, kikil, daging sapi dan sayuran pelengkap seperti soto mie Bogor,” ungkap Erik.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Penggemar kuliner di tanah air sangatlah paham bila di negeri ini terdapat bermacam-macam kuliner, namun demikian tidak sedikit diantara mereka belum mengetahui cerita tentang menu makanan seperti dari mana makanan tersebut berasal karena itu hal ini perlu dikenalkan kepada mereka jadi tidak sekedar menikmati makanan tersebut.

Seperti soto dan semua orang tahu makanan tersebut namun kurang memahami tentang makanan tersebut, bahkan soto sendiri sangat digemari semua kalangan dan beragam profesi. Sajian soto memang harus dalam kondisi panas atau mendidih, namun siapa sangka bila soto di tanah air dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.

Soto sendiri berasal dari kata coudo dan memiliki arti rerumputan jeroan atau jeroan berempah, kala negeri ini terjajah daging merupakan makanan mewah. Dikarenakan interaksi sosial, soto Tionghoa itu bisa diterima oleh lidah pribumi, kuah soto tersajing bening dan itu memiliki filosofi perasaan orang harus sejernih atau bersih seperti soto.

Erik Fernandajaya seperti dikatakan kepada Jawa Pos mengatakan, Indonesia kaya beraneka ragam soto di setiap daerah, seperti soto mie Bogor, soto Betawi, soto Madura, soto Banjar dan soto Kudus. Bahkan kuliner itu mampu mengangkat nama daerah, setiap wisatawan ke ketika mengunjungi daerah tersebut dipastikan akan mencicipi soto itu.

“Soto itu termasuk clear soup dan semua soto menggunakan bahan rempah-rempah, lantas soto tersebut diberi tambahan seperti mi kuning, kikil, daging sapi dan sayuran pelengkap seperti soto mie Bogor,” ungkap Erik.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Penggemar kuliner di tanah air sangatlah paham bila di negeri ini terdapat bermacam-macam kuliner, namun demikian tidak sedikit diantara mereka belum mengetahui cerita tentang menu makanan seperti dari mana makanan tersebut berasal karena itu hal ini perlu dikenalkan kepada mereka jadi tidak sekedar menikmati makanan tersebut.

Seperti soto dan semua orang tahu makanan tersebut namun kurang memahami tentang makanan tersebut, bahkan soto sendiri sangat digemari semua kalangan dan beragam profesi. Sajian soto memang harus dalam kondisi panas atau mendidih, namun siapa sangka bila soto di tanah air dipengaruhi oleh budaya Tionghoa.

Soto sendiri berasal dari kata coudo dan memiliki arti rerumputan jeroan atau jeroan berempah, kala negeri ini terjajah daging merupakan makanan mewah. Dikarenakan interaksi sosial, soto Tionghoa itu bisa diterima oleh lidah pribumi, kuah soto tersajing bening dan itu memiliki filosofi perasaan orang harus sejernih atau bersih seperti soto.

Erik Fernandajaya seperti dikatakan kepada Jawa Pos mengatakan, Indonesia kaya beraneka ragam soto di setiap daerah, seperti soto mie Bogor, soto Betawi, soto Madura, soto Banjar dan soto Kudus. Bahkan kuliner itu mampu mengangkat nama daerah, setiap wisatawan ke ketika mengunjungi daerah tersebut dipastikan akan mencicipi soto itu.

“Soto itu termasuk clear soup dan semua soto menggunakan bahan rempah-rempah, lantas soto tersebut diberi tambahan seperti mi kuning, kikil, daging sapi dan sayuran pelengkap seperti soto mie Bogor,” ungkap Erik.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/