alexametrics
27.1 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Rima Melati Berpulang

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Dunia hiburan kembali berduka dengan berpulangnya artis senior Rima Melati. Namanya, banyak orang mengenal sebagai salah satu sosok senior di industri hiburan terutama atas andilnya dalam mengembangkan sinema di Indonesia.

BACA JUGA : Ratusan Tenaga Fungsional Dilantik Bupati Bondowoso

Bernama asli Maryolien Tambayong, Rima lahir dengan banyak pengaruh seniman termasuk dari ibunya yang merupakan seorang perancang busana Non Kawilarang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Rima yang belia benar-benar merambah banyak kecakapan mulai dari mendalami peragawati, masuk ke dunia tarik suara, hingga berkarier cukup panjang di industri perfilman. Dalam dunia peragawati, Rima adalah pelopor yang mengenalkan banyak mode fesyen baru termasuk yang kebarat-baratan.

Membuat para wanita bisa mendobrak stigma dan bisa merasakan kebebasan berekspresi lewat fesyen pilihannya. Dia juga membuat grup bernama “The Prof” bersama dengan rekan sejawatnya Sumi Hakim dan Gaby Mambo.

Dalam wawancara langsung bersama Sumi Hakim, Rima dikenal sebagai sosok yang mengenalkan wajah peragawati Indonesia ke mata internasional.

“Dialah yang memulai fashion show pertama di Indonesia, membuat kita bisa jadi peragawati bisa fashion show ke Hawaii, Eropa, mempromosikan Indonesia, ” ujar Sumi mengenang sang sahabat.

Beralih membahas andilnya di industri tarik suara, kala dirinya masih akrab disapa Lintje Tambayong, Rima dikenal sebagai salah satu anggota grup musik Baby Doll yang kemudian namanya diganti oleh Presiden Soekarno menjadi Boneka Dara.

Grup itu menjadi grup favorit pemimpin nomor satu di Indonesia kala itu dan berhasil mencuri perhatian masyarakat sebagai grup musik wanita populer di Indonesia.

Layar Lebar

Untuk andil dan prestasinya di dunia perfilman, Rima tak perlu lagi diragukan. Ia memulai debut kariernya di industri perfilman melalui film Djuara Sepatu Roda pada 1958 dan terus mencetak karya- karya di layar lebar hingga 2016 dengan penampilannya di film Senjakala di Manado (2016).

Berkat bakatnya mendalami peran dalam dunia lakon, Rima bahkan pernah menyabet predikat Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam filmnya Intan Berduri pada 1973 bersama lawan mainnya kala itu Benyamin Sueb yang memenangkan Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia.
Dalam hal penghargaan internasional, sang aktris senior juga menorehkan karya yang membanggakan karena menyabet Best Supporting Actress di film Ungu Violet dalam ajang Festival Film Asia Pasifik ke- 50.

Meski sudah terkenal berkat penampilannya di layar-layar lebar, Rima Melati juga tetap aktif tampil di layar kaca.

Berbagai sinema elektronik (sinetron) pernah ia jajal mulai dari tahun 90-an hingga menuju akhir 2000-an, beberapa yang populer di antaranya seperti Mentari di balik Awan, Wulan, Candy, hingga Safira.

Total ada sekitar 100 judul film dan belasan sinetron yang melibatkan Rima Melati sebagai bintangnya, ia pun berhasil dikenal sebagai aktris Tanah Air di lintas generasi.

Petarung sejati

Predikat petarung sejati nampaknya layak disematkan untuk Rima Melati karena ia tak hanya bertarung menaklukkan berbagai jenis bidang pekerjaan di industri hiburan.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Dunia hiburan kembali berduka dengan berpulangnya artis senior Rima Melati. Namanya, banyak orang mengenal sebagai salah satu sosok senior di industri hiburan terutama atas andilnya dalam mengembangkan sinema di Indonesia.

BACA JUGA : Ratusan Tenaga Fungsional Dilantik Bupati Bondowoso

Bernama asli Maryolien Tambayong, Rima lahir dengan banyak pengaruh seniman termasuk dari ibunya yang merupakan seorang perancang busana Non Kawilarang.

Rima yang belia benar-benar merambah banyak kecakapan mulai dari mendalami peragawati, masuk ke dunia tarik suara, hingga berkarier cukup panjang di industri perfilman. Dalam dunia peragawati, Rima adalah pelopor yang mengenalkan banyak mode fesyen baru termasuk yang kebarat-baratan.

Membuat para wanita bisa mendobrak stigma dan bisa merasakan kebebasan berekspresi lewat fesyen pilihannya. Dia juga membuat grup bernama “The Prof” bersama dengan rekan sejawatnya Sumi Hakim dan Gaby Mambo.

Dalam wawancara langsung bersama Sumi Hakim, Rima dikenal sebagai sosok yang mengenalkan wajah peragawati Indonesia ke mata internasional.

“Dialah yang memulai fashion show pertama di Indonesia, membuat kita bisa jadi peragawati bisa fashion show ke Hawaii, Eropa, mempromosikan Indonesia, ” ujar Sumi mengenang sang sahabat.

Beralih membahas andilnya di industri tarik suara, kala dirinya masih akrab disapa Lintje Tambayong, Rima dikenal sebagai salah satu anggota grup musik Baby Doll yang kemudian namanya diganti oleh Presiden Soekarno menjadi Boneka Dara.

Grup itu menjadi grup favorit pemimpin nomor satu di Indonesia kala itu dan berhasil mencuri perhatian masyarakat sebagai grup musik wanita populer di Indonesia.

Layar Lebar

Untuk andil dan prestasinya di dunia perfilman, Rima tak perlu lagi diragukan. Ia memulai debut kariernya di industri perfilman melalui film Djuara Sepatu Roda pada 1958 dan terus mencetak karya- karya di layar lebar hingga 2016 dengan penampilannya di film Senjakala di Manado (2016).

Berkat bakatnya mendalami peran dalam dunia lakon, Rima bahkan pernah menyabet predikat Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam filmnya Intan Berduri pada 1973 bersama lawan mainnya kala itu Benyamin Sueb yang memenangkan Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia.
Dalam hal penghargaan internasional, sang aktris senior juga menorehkan karya yang membanggakan karena menyabet Best Supporting Actress di film Ungu Violet dalam ajang Festival Film Asia Pasifik ke- 50.

Meski sudah terkenal berkat penampilannya di layar-layar lebar, Rima Melati juga tetap aktif tampil di layar kaca.

Berbagai sinema elektronik (sinetron) pernah ia jajal mulai dari tahun 90-an hingga menuju akhir 2000-an, beberapa yang populer di antaranya seperti Mentari di balik Awan, Wulan, Candy, hingga Safira.

Total ada sekitar 100 judul film dan belasan sinetron yang melibatkan Rima Melati sebagai bintangnya, ia pun berhasil dikenal sebagai aktris Tanah Air di lintas generasi.

Petarung sejati

Predikat petarung sejati nampaknya layak disematkan untuk Rima Melati karena ia tak hanya bertarung menaklukkan berbagai jenis bidang pekerjaan di industri hiburan.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Dunia hiburan kembali berduka dengan berpulangnya artis senior Rima Melati. Namanya, banyak orang mengenal sebagai salah satu sosok senior di industri hiburan terutama atas andilnya dalam mengembangkan sinema di Indonesia.

BACA JUGA : Ratusan Tenaga Fungsional Dilantik Bupati Bondowoso

Bernama asli Maryolien Tambayong, Rima lahir dengan banyak pengaruh seniman termasuk dari ibunya yang merupakan seorang perancang busana Non Kawilarang.

Rima yang belia benar-benar merambah banyak kecakapan mulai dari mendalami peragawati, masuk ke dunia tarik suara, hingga berkarier cukup panjang di industri perfilman. Dalam dunia peragawati, Rima adalah pelopor yang mengenalkan banyak mode fesyen baru termasuk yang kebarat-baratan.

Membuat para wanita bisa mendobrak stigma dan bisa merasakan kebebasan berekspresi lewat fesyen pilihannya. Dia juga membuat grup bernama “The Prof” bersama dengan rekan sejawatnya Sumi Hakim dan Gaby Mambo.

Dalam wawancara langsung bersama Sumi Hakim, Rima dikenal sebagai sosok yang mengenalkan wajah peragawati Indonesia ke mata internasional.

“Dialah yang memulai fashion show pertama di Indonesia, membuat kita bisa jadi peragawati bisa fashion show ke Hawaii, Eropa, mempromosikan Indonesia, ” ujar Sumi mengenang sang sahabat.

Beralih membahas andilnya di industri tarik suara, kala dirinya masih akrab disapa Lintje Tambayong, Rima dikenal sebagai salah satu anggota grup musik Baby Doll yang kemudian namanya diganti oleh Presiden Soekarno menjadi Boneka Dara.

Grup itu menjadi grup favorit pemimpin nomor satu di Indonesia kala itu dan berhasil mencuri perhatian masyarakat sebagai grup musik wanita populer di Indonesia.

Layar Lebar

Untuk andil dan prestasinya di dunia perfilman, Rima tak perlu lagi diragukan. Ia memulai debut kariernya di industri perfilman melalui film Djuara Sepatu Roda pada 1958 dan terus mencetak karya- karya di layar lebar hingga 2016 dengan penampilannya di film Senjakala di Manado (2016).

Berkat bakatnya mendalami peran dalam dunia lakon, Rima bahkan pernah menyabet predikat Pemeran Utama Wanita Terbaik dalam filmnya Intan Berduri pada 1973 bersama lawan mainnya kala itu Benyamin Sueb yang memenangkan Pemeran Utama Pria Terbaik di ajang Festival Film Indonesia.
Dalam hal penghargaan internasional, sang aktris senior juga menorehkan karya yang membanggakan karena menyabet Best Supporting Actress di film Ungu Violet dalam ajang Festival Film Asia Pasifik ke- 50.

Meski sudah terkenal berkat penampilannya di layar-layar lebar, Rima Melati juga tetap aktif tampil di layar kaca.

Berbagai sinema elektronik (sinetron) pernah ia jajal mulai dari tahun 90-an hingga menuju akhir 2000-an, beberapa yang populer di antaranya seperti Mentari di balik Awan, Wulan, Candy, hingga Safira.

Total ada sekitar 100 judul film dan belasan sinetron yang melibatkan Rima Melati sebagai bintangnya, ia pun berhasil dikenal sebagai aktris Tanah Air di lintas generasi.

Petarung sejati

Predikat petarung sejati nampaknya layak disematkan untuk Rima Melati karena ia tak hanya bertarung menaklukkan berbagai jenis bidang pekerjaan di industri hiburan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/