alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Akhir Perjalanan Nunung Terjerumus Narkoba Selama 20 Tahun

Mobile_AP_Rectangle 1

JawaPos.com – Jumat (19/7), menjadi hari yang kelam bagi komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung beserta suaminya July Jan Sambiran. Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap keduanya karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Penangkapan dilakukan di kediaman Nunung, Jalan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB.

Turut diamankan bersama merka seorang penjual narkoba, Hadi Moheriyanto alias Heri. Penangkapan kali ini diawali dari informasi masyarakat bahwa di rumah Nunung sering terjadi penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Oleh karena itu, setelah dilakukan upaya tindakan, aparat berhasil menangkap Heri. Penangkapan terhadap mereka buah dari pengintaian selama 5 bulan.

“Hasil introgasi tersangka 1, pukul 12.30 WIB, menyerahkan narkoba pesanan tersangka 3 (Nunung) di depan rumahnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan,

Mobile_AP_Rectangle 2

Heri sendiri diketahui mendapat narkoba dari E, bandar tersebut saat ini berstatus buron. Setelah dilakukan penangkapan terhadap Heri, petugas kemudian menggeledah kediaman Nunung. Dan dktemukan sabu seberat 0,36 gram yang dibeli dari Heri seharga Rp 1,3 juta per gram.

Sementata itu, sabu seberat 0,36 gram yang disita dari Nunung merupakan sisa pakai yang dibeli 3 hari dari total 2 gram. Dari hasil pemeriksaan, anggota grup lawak Srimulat itu telah membeli sabu kepada Heri sebanyak 10 kali dalam kurun waktu 3 bulan.

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung (depan) dan July Jan Sambiran (belakang) menangis saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). Komedian Srimulat dan suaminya itu ditangkap pihak kepolisian dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

“Tersangka Iyan dan Nunung mangakui memakai sabu 5 bulan lalu untuk stamina dalam bekerja. Telah dilakukan cek urine 3 tersangka dengan hasil positif narkoba,” tegas Argo.

Dari tangan Heri polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya, 1 unit handphone, uang Rp 3,7 juta hasil penjualan sabu. Sedangkan dari tangan Nunung dan suaminya disita, 1 klip sabu 0,36 gram, 2 klip kecil bekas bungkus sabu, 3 buah sedotan plastik untuk menggunakan sabu, 1 buah sedotan plastik sendok sabu, 1 buah botol untuk bong memakai sabu, potongan pecahan pipet kaca, 1 buah korek api gas, dan 4 handphone.

Saat diringkus, Nunung kedapatan menunjukan sikap tidak kooperatif kepada petugas. Dia sempat berupaya menghilangkan alat bukti, dengan cara membuang sebagian sabu yang dimilikinya ke dalam toilet. Akibatnya polisi hanya menyita 0,36 gram sabu dari tangan Nunung dan suaminya. Padahal mereka membeli sabu itu sebanyak 2 gram dari Heri tiga hari sebelum ditangkap.

“Sebagian sempat dibuang ke kloset toilet di rumahnya,” ucap Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn.

Dalam pengakuan awal Nunung mengatakan mengkonsumsi narkoba baru 5 bulan, namun setelah didalami didapat fakta lain. Bahwa dia sudah mengonsumsi narkoba selama 20 tahun. Sedangkan, suami Nunung sudah lebih dulu menggunakan narkoba. Dia sudah menjadi pemakai sejak 24 tahun lalu “Pengakuan tersangka NN dan suaminya JJ mengakui kalau sudah mengguankan narkoba dari 20 tahun yang lalu. Sedangkan JJ bahkan lebih lama dari NN,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Calvin, Nunung sudah sering dinasehati suaminya untuk berhenti menggunakan barang haram itu. Namun nasehat itu tidak pernah digubris oleh Nunung. “Apa yang disampaikan JJ tidak diindahkan NN dan kerap kali selalu menggunakan (narkoba) dari pagi hari sebelum beraktifitas,” jelas Calvin.

Kode Narkoba ‘Perhiasan’

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung (depan) dan July Jan Sambiran (belakang) menangis saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). Komedian Srimulat dan suaminya itu ditangkap pihak kepolisian dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Dalam bertransaksi narkoba, Calvin menyebut ada kesepakatan antara tersangka Heri dengan Nunung saat mengantarkan paket narkoba. Kode ‘antar perhiasan digunakan untuk mengkamuflasekan pengiriman barang haram tersebut.  “Jadi mereka sepakati, kalau ada yang bertanya bisa disampaikan bahwa saya (Heri) mengantarkan perhiasan. Itu untuk mengelabui saja,” terang Calvin.

Setelah melalui pemeriksaan intensif, penyidik Polda Metro Jaya menaikan status hukum Nunung dan suaminya menjadi tersangka. “Sudah ditetapkan tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (20/7).

Penetapan tersangka kepada Nunung telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang benar. Ditambah dengan minimal alat bukti yang mencukupi. Selanjutnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya memutuskan melakukan penahanan kepada seluruh tersangka. Keputusan ini menyusul adanya penetapan tersangka kepada yang bersangkutan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. “Dilakukan penahanan 20 hari kedepan ya,”  ujar Argo.

- Advertisement -

JawaPos.com – Jumat (19/7), menjadi hari yang kelam bagi komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung beserta suaminya July Jan Sambiran. Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap keduanya karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Penangkapan dilakukan di kediaman Nunung, Jalan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB.

Turut diamankan bersama merka seorang penjual narkoba, Hadi Moheriyanto alias Heri. Penangkapan kali ini diawali dari informasi masyarakat bahwa di rumah Nunung sering terjadi penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Oleh karena itu, setelah dilakukan upaya tindakan, aparat berhasil menangkap Heri. Penangkapan terhadap mereka buah dari pengintaian selama 5 bulan.

“Hasil introgasi tersangka 1, pukul 12.30 WIB, menyerahkan narkoba pesanan tersangka 3 (Nunung) di depan rumahnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan,

Heri sendiri diketahui mendapat narkoba dari E, bandar tersebut saat ini berstatus buron. Setelah dilakukan penangkapan terhadap Heri, petugas kemudian menggeledah kediaman Nunung. Dan dktemukan sabu seberat 0,36 gram yang dibeli dari Heri seharga Rp 1,3 juta per gram.

Sementata itu, sabu seberat 0,36 gram yang disita dari Nunung merupakan sisa pakai yang dibeli 3 hari dari total 2 gram. Dari hasil pemeriksaan, anggota grup lawak Srimulat itu telah membeli sabu kepada Heri sebanyak 10 kali dalam kurun waktu 3 bulan.

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung (depan) dan July Jan Sambiran (belakang) menangis saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). Komedian Srimulat dan suaminya itu ditangkap pihak kepolisian dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

“Tersangka Iyan dan Nunung mangakui memakai sabu 5 bulan lalu untuk stamina dalam bekerja. Telah dilakukan cek urine 3 tersangka dengan hasil positif narkoba,” tegas Argo.

Dari tangan Heri polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya, 1 unit handphone, uang Rp 3,7 juta hasil penjualan sabu. Sedangkan dari tangan Nunung dan suaminya disita, 1 klip sabu 0,36 gram, 2 klip kecil bekas bungkus sabu, 3 buah sedotan plastik untuk menggunakan sabu, 1 buah sedotan plastik sendok sabu, 1 buah botol untuk bong memakai sabu, potongan pecahan pipet kaca, 1 buah korek api gas, dan 4 handphone.

Saat diringkus, Nunung kedapatan menunjukan sikap tidak kooperatif kepada petugas. Dia sempat berupaya menghilangkan alat bukti, dengan cara membuang sebagian sabu yang dimilikinya ke dalam toilet. Akibatnya polisi hanya menyita 0,36 gram sabu dari tangan Nunung dan suaminya. Padahal mereka membeli sabu itu sebanyak 2 gram dari Heri tiga hari sebelum ditangkap.

“Sebagian sempat dibuang ke kloset toilet di rumahnya,” ucap Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn.

Dalam pengakuan awal Nunung mengatakan mengkonsumsi narkoba baru 5 bulan, namun setelah didalami didapat fakta lain. Bahwa dia sudah mengonsumsi narkoba selama 20 tahun. Sedangkan, suami Nunung sudah lebih dulu menggunakan narkoba. Dia sudah menjadi pemakai sejak 24 tahun lalu “Pengakuan tersangka NN dan suaminya JJ mengakui kalau sudah mengguankan narkoba dari 20 tahun yang lalu. Sedangkan JJ bahkan lebih lama dari NN,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Calvin, Nunung sudah sering dinasehati suaminya untuk berhenti menggunakan barang haram itu. Namun nasehat itu tidak pernah digubris oleh Nunung. “Apa yang disampaikan JJ tidak diindahkan NN dan kerap kali selalu menggunakan (narkoba) dari pagi hari sebelum beraktifitas,” jelas Calvin.

Kode Narkoba ‘Perhiasan’

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung (depan) dan July Jan Sambiran (belakang) menangis saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). Komedian Srimulat dan suaminya itu ditangkap pihak kepolisian dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Dalam bertransaksi narkoba, Calvin menyebut ada kesepakatan antara tersangka Heri dengan Nunung saat mengantarkan paket narkoba. Kode ‘antar perhiasan digunakan untuk mengkamuflasekan pengiriman barang haram tersebut.  “Jadi mereka sepakati, kalau ada yang bertanya bisa disampaikan bahwa saya (Heri) mengantarkan perhiasan. Itu untuk mengelabui saja,” terang Calvin.

Setelah melalui pemeriksaan intensif, penyidik Polda Metro Jaya menaikan status hukum Nunung dan suaminya menjadi tersangka. “Sudah ditetapkan tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (20/7).

Penetapan tersangka kepada Nunung telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang benar. Ditambah dengan minimal alat bukti yang mencukupi. Selanjutnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya memutuskan melakukan penahanan kepada seluruh tersangka. Keputusan ini menyusul adanya penetapan tersangka kepada yang bersangkutan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. “Dilakukan penahanan 20 hari kedepan ya,”  ujar Argo.

JawaPos.com – Jumat (19/7), menjadi hari yang kelam bagi komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung beserta suaminya July Jan Sambiran. Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap keduanya karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Penangkapan dilakukan di kediaman Nunung, Jalan Tebet Timur, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.15 WIB.

Turut diamankan bersama merka seorang penjual narkoba, Hadi Moheriyanto alias Heri. Penangkapan kali ini diawali dari informasi masyarakat bahwa di rumah Nunung sering terjadi penyalahgunaan dan transaksi narkoba. Oleh karena itu, setelah dilakukan upaya tindakan, aparat berhasil menangkap Heri. Penangkapan terhadap mereka buah dari pengintaian selama 5 bulan.

“Hasil introgasi tersangka 1, pukul 12.30 WIB, menyerahkan narkoba pesanan tersangka 3 (Nunung) di depan rumahnya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan,

Heri sendiri diketahui mendapat narkoba dari E, bandar tersebut saat ini berstatus buron. Setelah dilakukan penangkapan terhadap Heri, petugas kemudian menggeledah kediaman Nunung. Dan dktemukan sabu seberat 0,36 gram yang dibeli dari Heri seharga Rp 1,3 juta per gram.

Sementata itu, sabu seberat 0,36 gram yang disita dari Nunung merupakan sisa pakai yang dibeli 3 hari dari total 2 gram. Dari hasil pemeriksaan, anggota grup lawak Srimulat itu telah membeli sabu kepada Heri sebanyak 10 kali dalam kurun waktu 3 bulan.

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung (depan) dan July Jan Sambiran (belakang) menangis saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). Komedian Srimulat dan suaminya itu ditangkap pihak kepolisian dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

“Tersangka Iyan dan Nunung mangakui memakai sabu 5 bulan lalu untuk stamina dalam bekerja. Telah dilakukan cek urine 3 tersangka dengan hasil positif narkoba,” tegas Argo.

Dari tangan Heri polisi menyita sejumlah barang bukti diantaranya, 1 unit handphone, uang Rp 3,7 juta hasil penjualan sabu. Sedangkan dari tangan Nunung dan suaminya disita, 1 klip sabu 0,36 gram, 2 klip kecil bekas bungkus sabu, 3 buah sedotan plastik untuk menggunakan sabu, 1 buah sedotan plastik sendok sabu, 1 buah botol untuk bong memakai sabu, potongan pecahan pipet kaca, 1 buah korek api gas, dan 4 handphone.

Saat diringkus, Nunung kedapatan menunjukan sikap tidak kooperatif kepada petugas. Dia sempat berupaya menghilangkan alat bukti, dengan cara membuang sebagian sabu yang dimilikinya ke dalam toilet. Akibatnya polisi hanya menyita 0,36 gram sabu dari tangan Nunung dan suaminya. Padahal mereka membeli sabu itu sebanyak 2 gram dari Heri tiga hari sebelum ditangkap.

“Sebagian sempat dibuang ke kloset toilet di rumahnya,” ucap Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn.

Dalam pengakuan awal Nunung mengatakan mengkonsumsi narkoba baru 5 bulan, namun setelah didalami didapat fakta lain. Bahwa dia sudah mengonsumsi narkoba selama 20 tahun. Sedangkan, suami Nunung sudah lebih dulu menggunakan narkoba. Dia sudah menjadi pemakai sejak 24 tahun lalu “Pengakuan tersangka NN dan suaminya JJ mengakui kalau sudah mengguankan narkoba dari 20 tahun yang lalu. Sedangkan JJ bahkan lebih lama dari NN,” ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Calvin, Nunung sudah sering dinasehati suaminya untuk berhenti menggunakan barang haram itu. Namun nasehat itu tidak pernah digubris oleh Nunung. “Apa yang disampaikan JJ tidak diindahkan NN dan kerap kali selalu menggunakan (narkoba) dari pagi hari sebelum beraktifitas,” jelas Calvin.

Kode Narkoba ‘Perhiasan’

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba Tri Retno Prayudati alias Nunung (depan) dan July Jan Sambiran (belakang) menangis saat rilis kasus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/7/2019). Komedian Srimulat dan suaminya itu ditangkap pihak kepolisian dengan barang bukti sabu seberat 0,36 gram. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Dalam bertransaksi narkoba, Calvin menyebut ada kesepakatan antara tersangka Heri dengan Nunung saat mengantarkan paket narkoba. Kode ‘antar perhiasan digunakan untuk mengkamuflasekan pengiriman barang haram tersebut.  “Jadi mereka sepakati, kalau ada yang bertanya bisa disampaikan bahwa saya (Heri) mengantarkan perhiasan. Itu untuk mengelabui saja,” terang Calvin.

Setelah melalui pemeriksaan intensif, penyidik Polda Metro Jaya menaikan status hukum Nunung dan suaminya menjadi tersangka. “Sudah ditetapkan tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi JawaPos.com, Sabtu (20/7).

Penetapan tersangka kepada Nunung telah dilakukan sesuai prosedur hukum yang benar. Ditambah dengan minimal alat bukti yang mencukupi. Selanjutnya, Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya memutuskan melakukan penahanan kepada seluruh tersangka. Keputusan ini menyusul adanya penetapan tersangka kepada yang bersangkutan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. “Dilakukan penahanan 20 hari kedepan ya,”  ujar Argo.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/