alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Bikin Payung Termahal Seharga Rp 24,2 Juta 

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Agar terhindar dari sengatan matahari atau guyuran  hujan saat berada di luar rumah, dipastikan orang membutuhkan payung dan benda tersebut gampang dicari dan harga payung relatif terjangkau.

Agar payung tidak terkesan monoton dan selalu tampil menarik, maka payung diberi gambar  atau motif mengikuti perkembangan jaman.Sehingga orang suka memakai payung tersebut,karena bisa menimbulkan kebangaan terhadap diri si pemakai.

Hal itu kemudian menarik minat Italia dan Jerman dua negara di Eropa pemegang merek Gucci dan Adidas untuk memproduksi payung. Namun payung mereka itu tidak sama seperti biasanya, payung tersebut sengaja dibuat tidak anti air.

Mobile_AP_Rectangle 2

 Seperti dilansir  oleh BBC, payung itu dijual seharga CNY 11.100 atau setara dengan Rp 24,2 juta. Pihak perusahaan menyebut produk mereka sebagai sun umbrella alias payung matahari, payung itu sendiri  baru dipromosikan secara online dan dirilis di Tiongkok bulan depan.

Situs perusahaan memang sudah menjelaskan bahwa payung tersebut tidak tahan air dan hanya untuk melindungi dari panas matahari maupun dipakai untuk dekoratif saja. Namun tetap saja, itu memicu protes dan kritik di media sosial Tiongkok, Weibo.

Sebuah tagar berbahasa Mandarin yang artinya payung kolaborasi  dijual seharga 11.100 Yuan tidak tahan air kini telah dilihat 140 juta kali. Mereka menyebut payung tersebut sangat besar, tapi tidak berguna.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Agar terhindar dari sengatan matahari atau guyuran  hujan saat berada di luar rumah, dipastikan orang membutuhkan payung dan benda tersebut gampang dicari dan harga payung relatif terjangkau.

Agar payung tidak terkesan monoton dan selalu tampil menarik, maka payung diberi gambar  atau motif mengikuti perkembangan jaman.Sehingga orang suka memakai payung tersebut,karena bisa menimbulkan kebangaan terhadap diri si pemakai.

Hal itu kemudian menarik minat Italia dan Jerman dua negara di Eropa pemegang merek Gucci dan Adidas untuk memproduksi payung. Namun payung mereka itu tidak sama seperti biasanya, payung tersebut sengaja dibuat tidak anti air.

 Seperti dilansir  oleh BBC, payung itu dijual seharga CNY 11.100 atau setara dengan Rp 24,2 juta. Pihak perusahaan menyebut produk mereka sebagai sun umbrella alias payung matahari, payung itu sendiri  baru dipromosikan secara online dan dirilis di Tiongkok bulan depan.

Situs perusahaan memang sudah menjelaskan bahwa payung tersebut tidak tahan air dan hanya untuk melindungi dari panas matahari maupun dipakai untuk dekoratif saja. Namun tetap saja, itu memicu protes dan kritik di media sosial Tiongkok, Weibo.

Sebuah tagar berbahasa Mandarin yang artinya payung kolaborasi  dijual seharga 11.100 Yuan tidak tahan air kini telah dilihat 140 juta kali. Mereka menyebut payung tersebut sangat besar, tapi tidak berguna.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID- Agar terhindar dari sengatan matahari atau guyuran  hujan saat berada di luar rumah, dipastikan orang membutuhkan payung dan benda tersebut gampang dicari dan harga payung relatif terjangkau.

Agar payung tidak terkesan monoton dan selalu tampil menarik, maka payung diberi gambar  atau motif mengikuti perkembangan jaman.Sehingga orang suka memakai payung tersebut,karena bisa menimbulkan kebangaan terhadap diri si pemakai.

Hal itu kemudian menarik minat Italia dan Jerman dua negara di Eropa pemegang merek Gucci dan Adidas untuk memproduksi payung. Namun payung mereka itu tidak sama seperti biasanya, payung tersebut sengaja dibuat tidak anti air.

 Seperti dilansir  oleh BBC, payung itu dijual seharga CNY 11.100 atau setara dengan Rp 24,2 juta. Pihak perusahaan menyebut produk mereka sebagai sun umbrella alias payung matahari, payung itu sendiri  baru dipromosikan secara online dan dirilis di Tiongkok bulan depan.

Situs perusahaan memang sudah menjelaskan bahwa payung tersebut tidak tahan air dan hanya untuk melindungi dari panas matahari maupun dipakai untuk dekoratif saja. Namun tetap saja, itu memicu protes dan kritik di media sosial Tiongkok, Weibo.

Sebuah tagar berbahasa Mandarin yang artinya payung kolaborasi  dijual seharga 11.100 Yuan tidak tahan air kini telah dilihat 140 juta kali. Mereka menyebut payung tersebut sangat besar, tapi tidak berguna.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/