alexametrics
23.3 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Cantiknya Peselancar Wanita di Bali Pakai Kebaya di Hari Kartini

Mobile_AP_Rectangle 1

BALI, RADARJEMBER.ID – Seperti yang kita ketahui, tepat hari ini yaitu tanggal 21 April adalah hari ditetapkannya sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa R.A. Kartini yang memperjuangkan kaum wanita pada jaman penjajahan di Indonesia. Tanpa adanya jasa ibu Kartini, para wanita tidak akan merasakan keadilan dan kedamaian seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Sebagai tindakan untuk mengenang jasa ibu Kartini, puluhan wanita di Bali terlihat berselancar bersama serentak mengenakan pakaian baju adat Indonesia yaitu kebaya di pantai Kuta, Badung, Bali. Perempuan itu adalah para peselancar dari berbagai komunitas domestic maupun mancanegara. Tak hanya perempuan dewasa, sejumlah anak pun terlihat ikut berselancar dalam kegiatan ini. Mereka juga mengibarkan sang saka Bendera Merah Putih di tengah laut seraya berdoa bersama disana dengan dilanjutkan acara pemotongan tumpeng.
Meskipun demikian, para perempuan ini sempat mengaku kesulitan berselancar menggunakan pakaian kebaya lengkap dan terkadang pakaiannya nyangkut – nyangkut. Meskipun demikian, disisi lain mereka sangat menikmatinya dan mereka menyebutkan bahwa atraksi ini guna untuk menginspirasi perempuan lain untuk berani melakukan hal – hal yang tidak biasa. Selain itu, atraksi ini juga sekaligus sebagai daya wisata guna membangkitkan pariwisata Bali yang terdampak pandemic Covid-19.

- Advertisement -

BALI, RADARJEMBER.ID – Seperti yang kita ketahui, tepat hari ini yaitu tanggal 21 April adalah hari ditetapkannya sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa R.A. Kartini yang memperjuangkan kaum wanita pada jaman penjajahan di Indonesia. Tanpa adanya jasa ibu Kartini, para wanita tidak akan merasakan keadilan dan kedamaian seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Sebagai tindakan untuk mengenang jasa ibu Kartini, puluhan wanita di Bali terlihat berselancar bersama serentak mengenakan pakaian baju adat Indonesia yaitu kebaya di pantai Kuta, Badung, Bali. Perempuan itu adalah para peselancar dari berbagai komunitas domestic maupun mancanegara. Tak hanya perempuan dewasa, sejumlah anak pun terlihat ikut berselancar dalam kegiatan ini. Mereka juga mengibarkan sang saka Bendera Merah Putih di tengah laut seraya berdoa bersama disana dengan dilanjutkan acara pemotongan tumpeng.
Meskipun demikian, para perempuan ini sempat mengaku kesulitan berselancar menggunakan pakaian kebaya lengkap dan terkadang pakaiannya nyangkut – nyangkut. Meskipun demikian, disisi lain mereka sangat menikmatinya dan mereka menyebutkan bahwa atraksi ini guna untuk menginspirasi perempuan lain untuk berani melakukan hal – hal yang tidak biasa. Selain itu, atraksi ini juga sekaligus sebagai daya wisata guna membangkitkan pariwisata Bali yang terdampak pandemic Covid-19.

BALI, RADARJEMBER.ID – Seperti yang kita ketahui, tepat hari ini yaitu tanggal 21 April adalah hari ditetapkannya sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa R.A. Kartini yang memperjuangkan kaum wanita pada jaman penjajahan di Indonesia. Tanpa adanya jasa ibu Kartini, para wanita tidak akan merasakan keadilan dan kedamaian seperti yang kita rasakan pada saat ini.
Sebagai tindakan untuk mengenang jasa ibu Kartini, puluhan wanita di Bali terlihat berselancar bersama serentak mengenakan pakaian baju adat Indonesia yaitu kebaya di pantai Kuta, Badung, Bali. Perempuan itu adalah para peselancar dari berbagai komunitas domestic maupun mancanegara. Tak hanya perempuan dewasa, sejumlah anak pun terlihat ikut berselancar dalam kegiatan ini. Mereka juga mengibarkan sang saka Bendera Merah Putih di tengah laut seraya berdoa bersama disana dengan dilanjutkan acara pemotongan tumpeng.
Meskipun demikian, para perempuan ini sempat mengaku kesulitan berselancar menggunakan pakaian kebaya lengkap dan terkadang pakaiannya nyangkut – nyangkut. Meskipun demikian, disisi lain mereka sangat menikmatinya dan mereka menyebutkan bahwa atraksi ini guna untuk menginspirasi perempuan lain untuk berani melakukan hal – hal yang tidak biasa. Selain itu, atraksi ini juga sekaligus sebagai daya wisata guna membangkitkan pariwisata Bali yang terdampak pandemic Covid-19.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/