alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Anggota Grup Cherrybelle Hamil Bayi Kembar

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, 18/5 (ANTARA) – Anggota grup Cherrybelle generasi pertama, Anisa Rahma dan penyanyi Anandito Dwis mengumumkan kehamilan bayi kembar setelah menjalani proses IVF atau bayi tabung. Pasangan selebritas itu menikah pada 16 September 2018 dan hamil anak pertama setelah empat tahun menikah.

BACA JUGA : Memiliki Risiko Kerja Besar, Perlu Perlindungan Nelayan

Dikutip dari siaran resmi Bocah Indonesia, Anisa dan Dito memutuskan melakukan program hamil sejak sembilan bulan menikah. Berbagai cara mereka lakukan dalam mengupayakan kehamilan. “Kita sudah melakukan dua kali bayi tabung, sudah melakukan empat kali embryo transfer. Sudah berbagai macam hal kita lakukan dari tradisional, akupuntur, herbal sampai akhirnya ketahuan pengecekan HSG di 9 bulan pernikahan itu udah disuruhnya langsung bayi tabung,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Proses program kehamilan melalui bayi tabung membutuhkan perjuangan ekstra bagi mereka. Meski sempat patah semangat, namun akhirnya bangkit lagi. Jarak program bayi tabung pertama dan kedua memakan waktu. Mereka sengaja beristirahat karena lelah akan kegagalan. Setelah setahun menguatkan hati, mereka kembali berusaha untuk mendapatkan momongan.

Menurut Dito, suami dan istri harus berjuang bersama, saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. “Nggak cuman dari bahasa aja tapi juga dari tindakan kita sebagai suami juga turut menemani istri bersama-sama datang ke rumah sakit konsul, kontrol, beli obat. Jadi bukan cuman salah satu aja. Karena kan emang memiliki buah hati itu keinginan bersama,” ungkapnya.

Anisa menambahkan, mereka selalu terbuka satu dengan yang lain. Bila ada perasaan yang tak enak atau rasa sedih, mereka selalu mengungkapkan ke pasangan masing-masing sehingga bisa saling memberikan semangat dan mengusir stres.

- Advertisement -

Jakarta, 18/5 (ANTARA) – Anggota grup Cherrybelle generasi pertama, Anisa Rahma dan penyanyi Anandito Dwis mengumumkan kehamilan bayi kembar setelah menjalani proses IVF atau bayi tabung. Pasangan selebritas itu menikah pada 16 September 2018 dan hamil anak pertama setelah empat tahun menikah.

BACA JUGA : Memiliki Risiko Kerja Besar, Perlu Perlindungan Nelayan

Dikutip dari siaran resmi Bocah Indonesia, Anisa dan Dito memutuskan melakukan program hamil sejak sembilan bulan menikah. Berbagai cara mereka lakukan dalam mengupayakan kehamilan. “Kita sudah melakukan dua kali bayi tabung, sudah melakukan empat kali embryo transfer. Sudah berbagai macam hal kita lakukan dari tradisional, akupuntur, herbal sampai akhirnya ketahuan pengecekan HSG di 9 bulan pernikahan itu udah disuruhnya langsung bayi tabung,” ucapnya.

Proses program kehamilan melalui bayi tabung membutuhkan perjuangan ekstra bagi mereka. Meski sempat patah semangat, namun akhirnya bangkit lagi. Jarak program bayi tabung pertama dan kedua memakan waktu. Mereka sengaja beristirahat karena lelah akan kegagalan. Setelah setahun menguatkan hati, mereka kembali berusaha untuk mendapatkan momongan.

Menurut Dito, suami dan istri harus berjuang bersama, saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. “Nggak cuman dari bahasa aja tapi juga dari tindakan kita sebagai suami juga turut menemani istri bersama-sama datang ke rumah sakit konsul, kontrol, beli obat. Jadi bukan cuman salah satu aja. Karena kan emang memiliki buah hati itu keinginan bersama,” ungkapnya.

Anisa menambahkan, mereka selalu terbuka satu dengan yang lain. Bila ada perasaan yang tak enak atau rasa sedih, mereka selalu mengungkapkan ke pasangan masing-masing sehingga bisa saling memberikan semangat dan mengusir stres.

Jakarta, 18/5 (ANTARA) – Anggota grup Cherrybelle generasi pertama, Anisa Rahma dan penyanyi Anandito Dwis mengumumkan kehamilan bayi kembar setelah menjalani proses IVF atau bayi tabung. Pasangan selebritas itu menikah pada 16 September 2018 dan hamil anak pertama setelah empat tahun menikah.

BACA JUGA : Memiliki Risiko Kerja Besar, Perlu Perlindungan Nelayan

Dikutip dari siaran resmi Bocah Indonesia, Anisa dan Dito memutuskan melakukan program hamil sejak sembilan bulan menikah. Berbagai cara mereka lakukan dalam mengupayakan kehamilan. “Kita sudah melakukan dua kali bayi tabung, sudah melakukan empat kali embryo transfer. Sudah berbagai macam hal kita lakukan dari tradisional, akupuntur, herbal sampai akhirnya ketahuan pengecekan HSG di 9 bulan pernikahan itu udah disuruhnya langsung bayi tabung,” ucapnya.

Proses program kehamilan melalui bayi tabung membutuhkan perjuangan ekstra bagi mereka. Meski sempat patah semangat, namun akhirnya bangkit lagi. Jarak program bayi tabung pertama dan kedua memakan waktu. Mereka sengaja beristirahat karena lelah akan kegagalan. Setelah setahun menguatkan hati, mereka kembali berusaha untuk mendapatkan momongan.

Menurut Dito, suami dan istri harus berjuang bersama, saling mendukung dan menyemangati satu sama lain. “Nggak cuman dari bahasa aja tapi juga dari tindakan kita sebagai suami juga turut menemani istri bersama-sama datang ke rumah sakit konsul, kontrol, beli obat. Jadi bukan cuman salah satu aja. Karena kan emang memiliki buah hati itu keinginan bersama,” ungkapnya.

Anisa menambahkan, mereka selalu terbuka satu dengan yang lain. Bila ada perasaan yang tak enak atau rasa sedih, mereka selalu mengungkapkan ke pasangan masing-masing sehingga bisa saling memberikan semangat dan mengusir stres.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/