alexametrics
26.5 C
Jember
Sunday, 25 September 2022

Cerita Adinda Chresheilla Puteri Indonesia Pariwisata 2022

Kedatangan Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Chresheilla, seperti terbius saat berada di Jember. Di sela-sela event JFC, perempuan cantik nan smart itu menyempatkan diri untuk singgah di Taman Botani Sukorambi. Bagaimana keseruannya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah semringah ditunjukkan Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Chresheilla, saat berkunjung ke Taman Botani Sukorambi, Kabupaten Jember. Di sana, dia menikmati keindahan tempat wisata alam yang masih sangat lestari tersebut.

BACA JUGA : Ridwan Kamil Beri Bingkisan kepada Keluarga Pelajar Hanyut di Kota Padang

Pagi itu, Adinda ditemani owner Taman Botani Sukorambi, Febrian Kahar. Adinda Chresheilla mengaku takjub dengan keindahan pariwisata di Jember. Apalagi, saat sampai di sana, cuaca panas menjelang siang seketika terusir dengan alam yang sejuk. Bersama Febrian, perempuan itu pun keliling di Taman Botani.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tempat wisata andalan Jember itu, Febrian juga menjelaskan sarana edukasi wisata alam sekaligus tempat rekreasi yang nyaman. Febrian juga mengenalkan adanya tempat belajar mina padi untuk anak-anak dan warga Jember pada umumnya.

Adinda saat itu menikmati alam asri dan keliling ke sejumlah spot tempat wisata. Bahkan, ada hal yang jarang dilakukan orang lain, yakni keseruan memberi pakan rusa secara langsung. “Hei kamu, rusa kecil tidak mau ke sini?” ucap Adinda memanggil rusa di Taman Botani Sukorambi. Dia begitu antusias menikmati sajian wisata penuh edukasi di Taman Botani Sukorambi.

Selain itu, Adinda juga memberi pakan ikan koi. Dia pun sempat mempelajari teknik budi daya koi di lahan padi serta mempelajari sinergisitas komunitas pencinta koi. Dengan lahan seluas 13 hektare, Taman Botani Sukorambi memang banyak menyajikan berbagai macam koleksi tanaman dan hewan yang dilindungi. Serta wahana permainan yang menarik.

Setelah cukup lama berkeliling tempat wisata, Adinda bersama Febrian singgah di Kafe Tebing Taman Botani Sukorambi. Di sinilah Adinda mengaku takjub dengan keindahan tempat wisata alam di Taman Botani.

Adinda mengaku, ada dua hal yang diingat ketika dirinya mendengar nama Jember. Yaitu Jember Fashion Carnaval (JFC) dan tembakau. “Sebelumnya JFC, dari dulu Jember sudah terkenal dengan tembakau. Tapi saat ke Jember langsung dan berkunjung ke sini (Taman Botani Sukorambi, Red), ternyata banyak yang menarik. Potensi pariwisatanya luar biasa,” terangnya.

Menurutnya, Jember memiliki potensi besar untuk pengembangan wisatanya. Termasuk di Taman Botani Sukorambi. Selain itu, Jember memiliki wisata pantai, gunung, desa wisata, hingga pengembangannya dilakukan swasta seperti Taman Botani Sukorambi.

Artinya, kata dia, semua sektor bersama-sama berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata. “Ternyata untuk berwisata di Jember ini mudah. Dekat kota itu ada, bahkan suasananya alam dan masih rindang. Kalau di kota besar sulit menemukan seperti (Taman Botani, Red) ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Febrian Kahar mengatakan, pasca-melemahnya pariwisata Jember selama kurang lebih dua tahun, kini mulai kembali bangkit. Setelah digelarnya event akbar Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) yang dapat mendatangkan peluang investor asing, kini ada JFC yang digelar secara langsung di jalanan dan dapat menarik wisatawan mancanegara untuk hadir ke Jember.

“Pariwisata ini seperti kembali dari nol, sehingga harus bisa bangkit bersama dan memulai menggencarkan promosi kembali,” papar Febrian.

Kedatangan Puteri Indonesia Pariwisata 2022 juga merupakan kesempatan untuk mengenalkan Jember. Karena itu, Febrian berharap Puteri Indonesia Pariwisata nantinya bercerita dan memublikasikan kepada masyarakat yang lebih luas, baik nasional maupun internasional, terkait keindahan, kebudayaan, dan potensi wisata yang dimiliki Jember. “Tujuannya menarik wisatawan berkunjung ke Jember. Sehingga Jember bisa menjadi one stop vacation,” lanjutnya.

Febrian menginginkan Jember tidak sekadar terkenal sebagai kabupaten yang memiliki satu keunggulan, melainkan dapat menjadi satu set kesatuan yang komplet. Sebab, ada banyak potensi yang dimiliki Jember, mulai dari tembakau, kopi, cokelat, teh, cerutu, karnaval, hingga destinasi wisatanya.

“Adanya momen besar seperti ini (JFC, Red) adalah kesempatan untuk membangkitkan geliat pariwisata. Kita boleh terpuruk (karena Covid-19 kemarin, Red), tapi kita harus hidup,” ungkapnya. (c2/nur)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah semringah ditunjukkan Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Chresheilla, saat berkunjung ke Taman Botani Sukorambi, Kabupaten Jember. Di sana, dia menikmati keindahan tempat wisata alam yang masih sangat lestari tersebut.

BACA JUGA : Ridwan Kamil Beri Bingkisan kepada Keluarga Pelajar Hanyut di Kota Padang

Pagi itu, Adinda ditemani owner Taman Botani Sukorambi, Febrian Kahar. Adinda Chresheilla mengaku takjub dengan keindahan pariwisata di Jember. Apalagi, saat sampai di sana, cuaca panas menjelang siang seketika terusir dengan alam yang sejuk. Bersama Febrian, perempuan itu pun keliling di Taman Botani.

Di tempat wisata andalan Jember itu, Febrian juga menjelaskan sarana edukasi wisata alam sekaligus tempat rekreasi yang nyaman. Febrian juga mengenalkan adanya tempat belajar mina padi untuk anak-anak dan warga Jember pada umumnya.

Adinda saat itu menikmati alam asri dan keliling ke sejumlah spot tempat wisata. Bahkan, ada hal yang jarang dilakukan orang lain, yakni keseruan memberi pakan rusa secara langsung. “Hei kamu, rusa kecil tidak mau ke sini?” ucap Adinda memanggil rusa di Taman Botani Sukorambi. Dia begitu antusias menikmati sajian wisata penuh edukasi di Taman Botani Sukorambi.

Selain itu, Adinda juga memberi pakan ikan koi. Dia pun sempat mempelajari teknik budi daya koi di lahan padi serta mempelajari sinergisitas komunitas pencinta koi. Dengan lahan seluas 13 hektare, Taman Botani Sukorambi memang banyak menyajikan berbagai macam koleksi tanaman dan hewan yang dilindungi. Serta wahana permainan yang menarik.

Setelah cukup lama berkeliling tempat wisata, Adinda bersama Febrian singgah di Kafe Tebing Taman Botani Sukorambi. Di sinilah Adinda mengaku takjub dengan keindahan tempat wisata alam di Taman Botani.

Adinda mengaku, ada dua hal yang diingat ketika dirinya mendengar nama Jember. Yaitu Jember Fashion Carnaval (JFC) dan tembakau. “Sebelumnya JFC, dari dulu Jember sudah terkenal dengan tembakau. Tapi saat ke Jember langsung dan berkunjung ke sini (Taman Botani Sukorambi, Red), ternyata banyak yang menarik. Potensi pariwisatanya luar biasa,” terangnya.

Menurutnya, Jember memiliki potensi besar untuk pengembangan wisatanya. Termasuk di Taman Botani Sukorambi. Selain itu, Jember memiliki wisata pantai, gunung, desa wisata, hingga pengembangannya dilakukan swasta seperti Taman Botani Sukorambi.

Artinya, kata dia, semua sektor bersama-sama berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata. “Ternyata untuk berwisata di Jember ini mudah. Dekat kota itu ada, bahkan suasananya alam dan masih rindang. Kalau di kota besar sulit menemukan seperti (Taman Botani, Red) ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Febrian Kahar mengatakan, pasca-melemahnya pariwisata Jember selama kurang lebih dua tahun, kini mulai kembali bangkit. Setelah digelarnya event akbar Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) yang dapat mendatangkan peluang investor asing, kini ada JFC yang digelar secara langsung di jalanan dan dapat menarik wisatawan mancanegara untuk hadir ke Jember.

“Pariwisata ini seperti kembali dari nol, sehingga harus bisa bangkit bersama dan memulai menggencarkan promosi kembali,” papar Febrian.

Kedatangan Puteri Indonesia Pariwisata 2022 juga merupakan kesempatan untuk mengenalkan Jember. Karena itu, Febrian berharap Puteri Indonesia Pariwisata nantinya bercerita dan memublikasikan kepada masyarakat yang lebih luas, baik nasional maupun internasional, terkait keindahan, kebudayaan, dan potensi wisata yang dimiliki Jember. “Tujuannya menarik wisatawan berkunjung ke Jember. Sehingga Jember bisa menjadi one stop vacation,” lanjutnya.

Febrian menginginkan Jember tidak sekadar terkenal sebagai kabupaten yang memiliki satu keunggulan, melainkan dapat menjadi satu set kesatuan yang komplet. Sebab, ada banyak potensi yang dimiliki Jember, mulai dari tembakau, kopi, cokelat, teh, cerutu, karnaval, hingga destinasi wisatanya.

“Adanya momen besar seperti ini (JFC, Red) adalah kesempatan untuk membangkitkan geliat pariwisata. Kita boleh terpuruk (karena Covid-19 kemarin, Red), tapi kita harus hidup,” ungkapnya. (c2/nur)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Wajah semringah ditunjukkan Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Adinda Chresheilla, saat berkunjung ke Taman Botani Sukorambi, Kabupaten Jember. Di sana, dia menikmati keindahan tempat wisata alam yang masih sangat lestari tersebut.

BACA JUGA : Ridwan Kamil Beri Bingkisan kepada Keluarga Pelajar Hanyut di Kota Padang

Pagi itu, Adinda ditemani owner Taman Botani Sukorambi, Febrian Kahar. Adinda Chresheilla mengaku takjub dengan keindahan pariwisata di Jember. Apalagi, saat sampai di sana, cuaca panas menjelang siang seketika terusir dengan alam yang sejuk. Bersama Febrian, perempuan itu pun keliling di Taman Botani.

Di tempat wisata andalan Jember itu, Febrian juga menjelaskan sarana edukasi wisata alam sekaligus tempat rekreasi yang nyaman. Febrian juga mengenalkan adanya tempat belajar mina padi untuk anak-anak dan warga Jember pada umumnya.

Adinda saat itu menikmati alam asri dan keliling ke sejumlah spot tempat wisata. Bahkan, ada hal yang jarang dilakukan orang lain, yakni keseruan memberi pakan rusa secara langsung. “Hei kamu, rusa kecil tidak mau ke sini?” ucap Adinda memanggil rusa di Taman Botani Sukorambi. Dia begitu antusias menikmati sajian wisata penuh edukasi di Taman Botani Sukorambi.

Selain itu, Adinda juga memberi pakan ikan koi. Dia pun sempat mempelajari teknik budi daya koi di lahan padi serta mempelajari sinergisitas komunitas pencinta koi. Dengan lahan seluas 13 hektare, Taman Botani Sukorambi memang banyak menyajikan berbagai macam koleksi tanaman dan hewan yang dilindungi. Serta wahana permainan yang menarik.

Setelah cukup lama berkeliling tempat wisata, Adinda bersama Febrian singgah di Kafe Tebing Taman Botani Sukorambi. Di sinilah Adinda mengaku takjub dengan keindahan tempat wisata alam di Taman Botani.

Adinda mengaku, ada dua hal yang diingat ketika dirinya mendengar nama Jember. Yaitu Jember Fashion Carnaval (JFC) dan tembakau. “Sebelumnya JFC, dari dulu Jember sudah terkenal dengan tembakau. Tapi saat ke Jember langsung dan berkunjung ke sini (Taman Botani Sukorambi, Red), ternyata banyak yang menarik. Potensi pariwisatanya luar biasa,” terangnya.

Menurutnya, Jember memiliki potensi besar untuk pengembangan wisatanya. Termasuk di Taman Botani Sukorambi. Selain itu, Jember memiliki wisata pantai, gunung, desa wisata, hingga pengembangannya dilakukan swasta seperti Taman Botani Sukorambi.

Artinya, kata dia, semua sektor bersama-sama berkontribusi terhadap perkembangan pariwisata. “Ternyata untuk berwisata di Jember ini mudah. Dekat kota itu ada, bahkan suasananya alam dan masih rindang. Kalau di kota besar sulit menemukan seperti (Taman Botani, Red) ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Febrian Kahar mengatakan, pasca-melemahnya pariwisata Jember selama kurang lebih dua tahun, kini mulai kembali bangkit. Setelah digelarnya event akbar Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) yang dapat mendatangkan peluang investor asing, kini ada JFC yang digelar secara langsung di jalanan dan dapat menarik wisatawan mancanegara untuk hadir ke Jember.

“Pariwisata ini seperti kembali dari nol, sehingga harus bisa bangkit bersama dan memulai menggencarkan promosi kembali,” papar Febrian.

Kedatangan Puteri Indonesia Pariwisata 2022 juga merupakan kesempatan untuk mengenalkan Jember. Karena itu, Febrian berharap Puteri Indonesia Pariwisata nantinya bercerita dan memublikasikan kepada masyarakat yang lebih luas, baik nasional maupun internasional, terkait keindahan, kebudayaan, dan potensi wisata yang dimiliki Jember. “Tujuannya menarik wisatawan berkunjung ke Jember. Sehingga Jember bisa menjadi one stop vacation,” lanjutnya.

Febrian menginginkan Jember tidak sekadar terkenal sebagai kabupaten yang memiliki satu keunggulan, melainkan dapat menjadi satu set kesatuan yang komplet. Sebab, ada banyak potensi yang dimiliki Jember, mulai dari tembakau, kopi, cokelat, teh, cerutu, karnaval, hingga destinasi wisatanya.

“Adanya momen besar seperti ini (JFC, Red) adalah kesempatan untuk membangkitkan geliat pariwisata. Kita boleh terpuruk (karena Covid-19 kemarin, Red), tapi kita harus hidup,” ungkapnya. (c2/nur)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/