alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pemilik Jasa Rental Mobil Kewalahan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADARJEMBER.ID – Ketika kasus Covid-19 semakin landai maka pemerintah mengijinkan orang untuk mudik ke kampung halaman saat musim lebaran, hal ini berimbas ke beberapa sektor perekonomian. Momen lebaran menjadi salah satu titik kebangkitan bagi sebagian pengusaha, termasuk pengusaha jasa rental mobil tidak terkecuali di Kabupaten Lamongan.

Ruli, salah satu pengusaha sewa rental mobil di Lamongan, menuturkan, hingga hari ke keenam lebaran, 20 unit mobil disewakan terpakai semua. Padahal, tarif sewa mobil mengalami kenaikan sekitar 100 persen dibandingkan hari-hari biasa. Kenaik tarif sewa mobil hingga dua kali lipat, sama sekali tidak mengurangi niat warga untuk menyewa mobil.

Ruli mengaku sempat merasakan sepinya penyewaan mobil saat pandemi. Sistem paket minimal sewa 3 hari yang ditawarkan dengan harga miring juga tidak diminati. Tarif sewa mobilnya sekitar Rp 300 ribu per 24 jam pada hari biasa. Namun, kini dengan tarif Rp 500 ribu untuk lebaran, banyak konsumen yang datang menanyakan kesediaan mobil di tempatnya. Dia bersyukur masih bisa bertahan di tengah gempuran pandemi lalu. Sebab, banyak pengusaha tutup akibat banyaknya larangan beraktivitas tersebut. Ruli juga selalu hati-hati ketika ada konsumen datang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mensyaratkan harus bawa KTP, sepeda motor dan STNK. Namun, ada penyewa yang datang mengendarai motor tanpa STNK. Dia mencurigai orang seperti itu modus untuk menggadaikan.(*)

- Advertisement -

RADARJEMBER.ID – Ketika kasus Covid-19 semakin landai maka pemerintah mengijinkan orang untuk mudik ke kampung halaman saat musim lebaran, hal ini berimbas ke beberapa sektor perekonomian. Momen lebaran menjadi salah satu titik kebangkitan bagi sebagian pengusaha, termasuk pengusaha jasa rental mobil tidak terkecuali di Kabupaten Lamongan.

Ruli, salah satu pengusaha sewa rental mobil di Lamongan, menuturkan, hingga hari ke keenam lebaran, 20 unit mobil disewakan terpakai semua. Padahal, tarif sewa mobil mengalami kenaikan sekitar 100 persen dibandingkan hari-hari biasa. Kenaik tarif sewa mobil hingga dua kali lipat, sama sekali tidak mengurangi niat warga untuk menyewa mobil.

Ruli mengaku sempat merasakan sepinya penyewaan mobil saat pandemi. Sistem paket minimal sewa 3 hari yang ditawarkan dengan harga miring juga tidak diminati. Tarif sewa mobilnya sekitar Rp 300 ribu per 24 jam pada hari biasa. Namun, kini dengan tarif Rp 500 ribu untuk lebaran, banyak konsumen yang datang menanyakan kesediaan mobil di tempatnya. Dia bersyukur masih bisa bertahan di tengah gempuran pandemi lalu. Sebab, banyak pengusaha tutup akibat banyaknya larangan beraktivitas tersebut. Ruli juga selalu hati-hati ketika ada konsumen datang.

Dia mensyaratkan harus bawa KTP, sepeda motor dan STNK. Namun, ada penyewa yang datang mengendarai motor tanpa STNK. Dia mencurigai orang seperti itu modus untuk menggadaikan.(*)

RADARJEMBER.ID – Ketika kasus Covid-19 semakin landai maka pemerintah mengijinkan orang untuk mudik ke kampung halaman saat musim lebaran, hal ini berimbas ke beberapa sektor perekonomian. Momen lebaran menjadi salah satu titik kebangkitan bagi sebagian pengusaha, termasuk pengusaha jasa rental mobil tidak terkecuali di Kabupaten Lamongan.

Ruli, salah satu pengusaha sewa rental mobil di Lamongan, menuturkan, hingga hari ke keenam lebaran, 20 unit mobil disewakan terpakai semua. Padahal, tarif sewa mobil mengalami kenaikan sekitar 100 persen dibandingkan hari-hari biasa. Kenaik tarif sewa mobil hingga dua kali lipat, sama sekali tidak mengurangi niat warga untuk menyewa mobil.

Ruli mengaku sempat merasakan sepinya penyewaan mobil saat pandemi. Sistem paket minimal sewa 3 hari yang ditawarkan dengan harga miring juga tidak diminati. Tarif sewa mobilnya sekitar Rp 300 ribu per 24 jam pada hari biasa. Namun, kini dengan tarif Rp 500 ribu untuk lebaran, banyak konsumen yang datang menanyakan kesediaan mobil di tempatnya. Dia bersyukur masih bisa bertahan di tengah gempuran pandemi lalu. Sebab, banyak pengusaha tutup akibat banyaknya larangan beraktivitas tersebut. Ruli juga selalu hati-hati ketika ada konsumen datang.

Dia mensyaratkan harus bawa KTP, sepeda motor dan STNK. Namun, ada penyewa yang datang mengendarai motor tanpa STNK. Dia mencurigai orang seperti itu modus untuk menggadaikan.(*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/