alexametrics
29.6 C
Jember
Saturday, 20 August 2022

Tiga Tahun Persiapan Pengabdi Setan 2, Ciptakan Kesan Sinematik Tinggi

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pengalaman sinematik dengan membuat standar atau tolok ukur (benchmark) pada Pengabdi Setan 2: Communion menjadi satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan film pertama, ingin diberikan Sutradara Joko Anwar kepada penonton.

BACA JUGA : Lady Gaga Tawarkan 500.000 Dolar AS untuk Anjingnya yang Diculik

“Karena kami (kru dan pemain) sudah sepakat Pengabdi Setan 1 adalah standar (benchmark) yang terendah, kami mau nggak mau harus membuat Pengabdi Setan 2 setingkat lebih tinggi lagi pencapaiannya dari segi storytelling, estetika, teknis, dan sebagainya,” kata Joko di XXI Epicentrum, Jakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan standar yang ditetapkan lebih tinggi, Joko beserta tim produksi membutuhkan sekitar tiga tahun untuk belajar dan menyiapkan sekuel Pengabdi Setan agar lebih matang.

“Semua sepakat persiapannya panjang supaya nanti ketika keluar Pengabdi Setan 2 bukan saja bisa menjadi film horor sekaligus hiburan, tapi juga bisa menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan dari Indonesia untuk persembahan kita ke dunia karena ini adalah aset kita,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia memandang bahwa kepustakaan cerita horor yang berangkat dari folklor hingga mitologi merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia untuk dapat ditawarkan kepada dunia. Oleh sebab itu, kata Joko, harus diperlakukan secara terhormat.

“Salah satu aset terbesar kita, yaitu kepustakaan horor. Ini berulang-ulang saya katakan bahwa kalau kita ingin membuat asesmen terhadap apa yang kita miliki, yang terbesar adalah kepustakaan horor,” ujarnya.

Melanjutkan kisah di film pertama, Pengabdi Setan 2 menggabungkan para pemain lama seperti Tara Basro, Endy Arfian, Bront Palarae, Nasar Anuz, dan Ayu Laksmi, bersama bintang muda dan senior yang baru bergabung di film tersebut seperti Ratu Felisha, Jourdy Pranata, Kiki Narendra, dan seterusnya.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pengalaman sinematik dengan membuat standar atau tolok ukur (benchmark) pada Pengabdi Setan 2: Communion menjadi satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan film pertama, ingin diberikan Sutradara Joko Anwar kepada penonton.

BACA JUGA : Lady Gaga Tawarkan 500.000 Dolar AS untuk Anjingnya yang Diculik

“Karena kami (kru dan pemain) sudah sepakat Pengabdi Setan 1 adalah standar (benchmark) yang terendah, kami mau nggak mau harus membuat Pengabdi Setan 2 setingkat lebih tinggi lagi pencapaiannya dari segi storytelling, estetika, teknis, dan sebagainya,” kata Joko di XXI Epicentrum, Jakarta.

Dengan standar yang ditetapkan lebih tinggi, Joko beserta tim produksi membutuhkan sekitar tiga tahun untuk belajar dan menyiapkan sekuel Pengabdi Setan agar lebih matang.

“Semua sepakat persiapannya panjang supaya nanti ketika keluar Pengabdi Setan 2 bukan saja bisa menjadi film horor sekaligus hiburan, tapi juga bisa menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan dari Indonesia untuk persembahan kita ke dunia karena ini adalah aset kita,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia memandang bahwa kepustakaan cerita horor yang berangkat dari folklor hingga mitologi merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia untuk dapat ditawarkan kepada dunia. Oleh sebab itu, kata Joko, harus diperlakukan secara terhormat.

“Salah satu aset terbesar kita, yaitu kepustakaan horor. Ini berulang-ulang saya katakan bahwa kalau kita ingin membuat asesmen terhadap apa yang kita miliki, yang terbesar adalah kepustakaan horor,” ujarnya.

Melanjutkan kisah di film pertama, Pengabdi Setan 2 menggabungkan para pemain lama seperti Tara Basro, Endy Arfian, Bront Palarae, Nasar Anuz, dan Ayu Laksmi, bersama bintang muda dan senior yang baru bergabung di film tersebut seperti Ratu Felisha, Jourdy Pranata, Kiki Narendra, dan seterusnya.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pengalaman sinematik dengan membuat standar atau tolok ukur (benchmark) pada Pengabdi Setan 2: Communion menjadi satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan film pertama, ingin diberikan Sutradara Joko Anwar kepada penonton.

BACA JUGA : Lady Gaga Tawarkan 500.000 Dolar AS untuk Anjingnya yang Diculik

“Karena kami (kru dan pemain) sudah sepakat Pengabdi Setan 1 adalah standar (benchmark) yang terendah, kami mau nggak mau harus membuat Pengabdi Setan 2 setingkat lebih tinggi lagi pencapaiannya dari segi storytelling, estetika, teknis, dan sebagainya,” kata Joko di XXI Epicentrum, Jakarta.

Dengan standar yang ditetapkan lebih tinggi, Joko beserta tim produksi membutuhkan sekitar tiga tahun untuk belajar dan menyiapkan sekuel Pengabdi Setan agar lebih matang.

“Semua sepakat persiapannya panjang supaya nanti ketika keluar Pengabdi Setan 2 bukan saja bisa menjadi film horor sekaligus hiburan, tapi juga bisa menjadi sesuatu yang bisa dibanggakan dari Indonesia untuk persembahan kita ke dunia karena ini adalah aset kita,” sambungnya.

Lebih lanjut, dia memandang bahwa kepustakaan cerita horor yang berangkat dari folklor hingga mitologi merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia untuk dapat ditawarkan kepada dunia. Oleh sebab itu, kata Joko, harus diperlakukan secara terhormat.

“Salah satu aset terbesar kita, yaitu kepustakaan horor. Ini berulang-ulang saya katakan bahwa kalau kita ingin membuat asesmen terhadap apa yang kita miliki, yang terbesar adalah kepustakaan horor,” ujarnya.

Melanjutkan kisah di film pertama, Pengabdi Setan 2 menggabungkan para pemain lama seperti Tara Basro, Endy Arfian, Bront Palarae, Nasar Anuz, dan Ayu Laksmi, bersama bintang muda dan senior yang baru bergabung di film tersebut seperti Ratu Felisha, Jourdy Pranata, Kiki Narendra, dan seterusnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/