alexametrics
26.5 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Shoegaze Legendaris The Milo Tampil di  Hard Rock Café

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Grup band The Milo tampil pada acara Selecta Pop Sunday Pop Sunday di Hard Rock Cafe, Jakarta, Minggu (3/7). Alunan distorsi dari genjrengan gitar dengan vokal yang lembut pun menandai tampilnya grup band shoegaze legendaris asal Bandung tersebut.

BACA JUGA : Beras Bondowoso Tak Sesuai Kualifikasi

Sebutan Shoegaze  berasal dari Andy Ross, pendiri Food Records yang menaungi band seperti Lush dan Moose, yang mendeskripsikan ekspresi para personel bandnya yang selalu melihat fokus ke efek gitar mereka sehingga terciptalah istilah shoegaze dari kata shoe (sepatu) dan gaze (memandang), di mana secara terminologi, shoegaze memiliki arti menunduk ke sepatu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah beberapa tahun tidak tampil akibat pandemic, grup yang beranggotakan Ajie Gergaji (vokal), Taufik “Upik” Hidayat (gitar), Rizki “Suki” Khaerullah (bass), Budi “Krucil” Wiranto (drum) dan Hendi “Unyil” Priyatna (keyboard) tersebut kembali bermain di Jakarta. “Ternyata COVID membuat lupa akan bermusik,” kata Aji Gergaji saat tampil.

Dibuka dengan lagu Get Into Your Mind dari album kedua mereka yang bertajuk Photograph. Disambung dengan lagu berbahasa Indonesia berjudul Malaikat, diambil dari album pertama bertajuk Let Me Begin yang dirilis pada 2003.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Grup band The Milo tampil pada acara Selecta Pop Sunday Pop Sunday di Hard Rock Cafe, Jakarta, Minggu (3/7). Alunan distorsi dari genjrengan gitar dengan vokal yang lembut pun menandai tampilnya grup band shoegaze legendaris asal Bandung tersebut.

BACA JUGA : Beras Bondowoso Tak Sesuai Kualifikasi

Sebutan Shoegaze  berasal dari Andy Ross, pendiri Food Records yang menaungi band seperti Lush dan Moose, yang mendeskripsikan ekspresi para personel bandnya yang selalu melihat fokus ke efek gitar mereka sehingga terciptalah istilah shoegaze dari kata shoe (sepatu) dan gaze (memandang), di mana secara terminologi, shoegaze memiliki arti menunduk ke sepatu.

Setelah beberapa tahun tidak tampil akibat pandemic, grup yang beranggotakan Ajie Gergaji (vokal), Taufik “Upik” Hidayat (gitar), Rizki “Suki” Khaerullah (bass), Budi “Krucil” Wiranto (drum) dan Hendi “Unyil” Priyatna (keyboard) tersebut kembali bermain di Jakarta. “Ternyata COVID membuat lupa akan bermusik,” kata Aji Gergaji saat tampil.

Dibuka dengan lagu Get Into Your Mind dari album kedua mereka yang bertajuk Photograph. Disambung dengan lagu berbahasa Indonesia berjudul Malaikat, diambil dari album pertama bertajuk Let Me Begin yang dirilis pada 2003.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Grup band The Milo tampil pada acara Selecta Pop Sunday Pop Sunday di Hard Rock Cafe, Jakarta, Minggu (3/7). Alunan distorsi dari genjrengan gitar dengan vokal yang lembut pun menandai tampilnya grup band shoegaze legendaris asal Bandung tersebut.

BACA JUGA : Beras Bondowoso Tak Sesuai Kualifikasi

Sebutan Shoegaze  berasal dari Andy Ross, pendiri Food Records yang menaungi band seperti Lush dan Moose, yang mendeskripsikan ekspresi para personel bandnya yang selalu melihat fokus ke efek gitar mereka sehingga terciptalah istilah shoegaze dari kata shoe (sepatu) dan gaze (memandang), di mana secara terminologi, shoegaze memiliki arti menunduk ke sepatu.

Setelah beberapa tahun tidak tampil akibat pandemic, grup yang beranggotakan Ajie Gergaji (vokal), Taufik “Upik” Hidayat (gitar), Rizki “Suki” Khaerullah (bass), Budi “Krucil” Wiranto (drum) dan Hendi “Unyil” Priyatna (keyboard) tersebut kembali bermain di Jakarta. “Ternyata COVID membuat lupa akan bermusik,” kata Aji Gergaji saat tampil.

Dibuka dengan lagu Get Into Your Mind dari album kedua mereka yang bertajuk Photograph. Disambung dengan lagu berbahasa Indonesia berjudul Malaikat, diambil dari album pertama bertajuk Let Me Begin yang dirilis pada 2003.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/