alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Film Mat Kilau Geser Posisi Munafik 2 dalam Top 50 Feature Film Finas

Mobile_AP_Rectangle 1

KUALA LUMPUR, RADARJEMBER.ID – Film laga Malaysia berjudul Mat Kilau berhasil meraup 7,3 juta ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp24,81 miliar dari penjualan tiket dalam sehari pada Sabtu (2/7).

BACA JUGA : Catat Sejarah Baru Masuk Final Cabor Sepakbola

Film yang disutradarai Syamsul Yusof tersebut mulai ditayangkan bioskop-bioskop di Malaysia, Singapura, dan Brunei sejak 23 Juni 2022 lalu itu, menurut Syamsul, sudah mengantongi penjualan tiket RM39,2 juta atau setara dengan Rp133.20 miliar.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Tiada kata.. Alhamdulillah. Kutipan tiket Mat Kilau untuk semalam (Sabtu) adalah RM7,3 juta ‘just in 1 day’,” katanya. Syamsul mengabarkan melalui akun Instagramnya @syamsulyusoffilm yang diunggah pada Minggu (3/7), capaian itu menjadi catatan sejarah baru bagi industri perfilman di Malaysia.

Mat Kilau merupakan film dengan genre laga, biografi, drama berdurasi satu jam 58 menit. Film tersebut dibintangi oleh Adi Putra sebagai Mat Kilau, Beto Kusyairy sebagai Wahid, Fattah Amin sebagai Awang, Johan As’ari sebagai Yasin, hingga aktor laga Indonesia Yayan Ruhian yang memerankan tokoh antagonis Toga.

Bercerita tentang kebangkitan pejuang Melayu untuk melawan penjajah Inggris yang menduduki Pahang pada 1880-an, film itu juga mengisahkan bagaimana Inggris telah merebut tanah dan kekayaannya untuk keuntungan mereka sendiri dan mengganggu agama serta adat istiadat orang Melayu.

- Advertisement -

KUALA LUMPUR, RADARJEMBER.ID – Film laga Malaysia berjudul Mat Kilau berhasil meraup 7,3 juta ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp24,81 miliar dari penjualan tiket dalam sehari pada Sabtu (2/7).

BACA JUGA : Catat Sejarah Baru Masuk Final Cabor Sepakbola

Film yang disutradarai Syamsul Yusof tersebut mulai ditayangkan bioskop-bioskop di Malaysia, Singapura, dan Brunei sejak 23 Juni 2022 lalu itu, menurut Syamsul, sudah mengantongi penjualan tiket RM39,2 juta atau setara dengan Rp133.20 miliar.

“Tiada kata.. Alhamdulillah. Kutipan tiket Mat Kilau untuk semalam (Sabtu) adalah RM7,3 juta ‘just in 1 day’,” katanya. Syamsul mengabarkan melalui akun Instagramnya @syamsulyusoffilm yang diunggah pada Minggu (3/7), capaian itu menjadi catatan sejarah baru bagi industri perfilman di Malaysia.

Mat Kilau merupakan film dengan genre laga, biografi, drama berdurasi satu jam 58 menit. Film tersebut dibintangi oleh Adi Putra sebagai Mat Kilau, Beto Kusyairy sebagai Wahid, Fattah Amin sebagai Awang, Johan As’ari sebagai Yasin, hingga aktor laga Indonesia Yayan Ruhian yang memerankan tokoh antagonis Toga.

Bercerita tentang kebangkitan pejuang Melayu untuk melawan penjajah Inggris yang menduduki Pahang pada 1880-an, film itu juga mengisahkan bagaimana Inggris telah merebut tanah dan kekayaannya untuk keuntungan mereka sendiri dan mengganggu agama serta adat istiadat orang Melayu.

KUALA LUMPUR, RADARJEMBER.ID – Film laga Malaysia berjudul Mat Kilau berhasil meraup 7,3 juta ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp24,81 miliar dari penjualan tiket dalam sehari pada Sabtu (2/7).

BACA JUGA : Catat Sejarah Baru Masuk Final Cabor Sepakbola

Film yang disutradarai Syamsul Yusof tersebut mulai ditayangkan bioskop-bioskop di Malaysia, Singapura, dan Brunei sejak 23 Juni 2022 lalu itu, menurut Syamsul, sudah mengantongi penjualan tiket RM39,2 juta atau setara dengan Rp133.20 miliar.

“Tiada kata.. Alhamdulillah. Kutipan tiket Mat Kilau untuk semalam (Sabtu) adalah RM7,3 juta ‘just in 1 day’,” katanya. Syamsul mengabarkan melalui akun Instagramnya @syamsulyusoffilm yang diunggah pada Minggu (3/7), capaian itu menjadi catatan sejarah baru bagi industri perfilman di Malaysia.

Mat Kilau merupakan film dengan genre laga, biografi, drama berdurasi satu jam 58 menit. Film tersebut dibintangi oleh Adi Putra sebagai Mat Kilau, Beto Kusyairy sebagai Wahid, Fattah Amin sebagai Awang, Johan As’ari sebagai Yasin, hingga aktor laga Indonesia Yayan Ruhian yang memerankan tokoh antagonis Toga.

Bercerita tentang kebangkitan pejuang Melayu untuk melawan penjajah Inggris yang menduduki Pahang pada 1880-an, film itu juga mengisahkan bagaimana Inggris telah merebut tanah dan kekayaannya untuk keuntungan mereka sendiri dan mengganggu agama serta adat istiadat orang Melayu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/