alexametrics
23.3 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Metanesia, Metaverse Khazanah Lokal yang Dikembangkan Telkom

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pengembangkan metaverse dengan sentuhan lokal bernama metaNesia yang merupakan akronim dari Metaverse Indonesia, mulai dikembangkan Badan Usaha Milik Negara Telkom Indonesia (Persero) melalui Leap, wajah baru layanan Telkom Digital.

BACA JUGA : Hanan Attaki Dijadwalkan Langsung Menuju Ponpes Al Islah Bondowoso

Deputy Executive Vice President Digital Technology & Platform Business Telkom Indonesia Ery Punta Hendraswara dalam siaran pers resminya mengatakan, tak sekadar menyuguhkan interaksi dengan visual biasa, tetapi metaNesia dijanjikan mampu menawarkan pengalaman yang berbeda di dalam dunianya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Sebelumnya, orang punya persepsi kalau metaverse harus pakai VR (virtual reality), padahal metaverse more than that. Artinya interaksinya memang bisa menggunakan VR, tetapi kita juga mengenal AR (augmented reality). Bahkan ada juga interaksinya yang lebih sederhana, seperti menggunakan handphone atau PC layaknya bermain gim. Tapi di situ ada bentuk interaksi-interaksi baru yang dimungkinkan dari metaverse ini,” ujarnya.

Ery menyebutkan banyak peluang-peluang baru yang dapat tercipta dari kehadiran metaverse besutan Telkom, misalnya bagi korporasi ekosistem baru itu dapat memberikan pengalaman baru bagi perusahaan serta konsumen dan target pasar yang akan dicapai.

Dalam beberapa tahun terakhir jangkauan untuk memberikan pelayanan bagi pelanggan dikenal dengan dua langkah yaitu secara daring dan luring, namun metaverse bisa menjadi jembatan untuk keduanya bisa digabungkan.

MetaNesia bisa memberi sentuhan dan komponen tambahan bagi Telkom untuk melayani konsumen setia ataupun menjaring konsumen baru yang mungkin belum terjangkau.

“Pandemi membuat banyak perubahan. Jadi untuk brand, metaverse tidak hanya sekadar channel baru, tetapi ini suatu new experience dan membuka peluang baru juga untuk mereka memberikan sesuatu yang baru. Misalnya produk baru, di mana produknya bisa saja full digital di metaverse, tetapi di dunia nyata juga kita dapatkan,” tambahnya.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pengembangkan metaverse dengan sentuhan lokal bernama metaNesia yang merupakan akronim dari Metaverse Indonesia, mulai dikembangkan Badan Usaha Milik Negara Telkom Indonesia (Persero) melalui Leap, wajah baru layanan Telkom Digital.

BACA JUGA : Hanan Attaki Dijadwalkan Langsung Menuju Ponpes Al Islah Bondowoso

Deputy Executive Vice President Digital Technology & Platform Business Telkom Indonesia Ery Punta Hendraswara dalam siaran pers resminya mengatakan, tak sekadar menyuguhkan interaksi dengan visual biasa, tetapi metaNesia dijanjikan mampu menawarkan pengalaman yang berbeda di dalam dunianya.

“Sebelumnya, orang punya persepsi kalau metaverse harus pakai VR (virtual reality), padahal metaverse more than that. Artinya interaksinya memang bisa menggunakan VR, tetapi kita juga mengenal AR (augmented reality). Bahkan ada juga interaksinya yang lebih sederhana, seperti menggunakan handphone atau PC layaknya bermain gim. Tapi di situ ada bentuk interaksi-interaksi baru yang dimungkinkan dari metaverse ini,” ujarnya.

Ery menyebutkan banyak peluang-peluang baru yang dapat tercipta dari kehadiran metaverse besutan Telkom, misalnya bagi korporasi ekosistem baru itu dapat memberikan pengalaman baru bagi perusahaan serta konsumen dan target pasar yang akan dicapai.

Dalam beberapa tahun terakhir jangkauan untuk memberikan pelayanan bagi pelanggan dikenal dengan dua langkah yaitu secara daring dan luring, namun metaverse bisa menjadi jembatan untuk keduanya bisa digabungkan.

MetaNesia bisa memberi sentuhan dan komponen tambahan bagi Telkom untuk melayani konsumen setia ataupun menjaring konsumen baru yang mungkin belum terjangkau.

“Pandemi membuat banyak perubahan. Jadi untuk brand, metaverse tidak hanya sekadar channel baru, tetapi ini suatu new experience dan membuka peluang baru juga untuk mereka memberikan sesuatu yang baru. Misalnya produk baru, di mana produknya bisa saja full digital di metaverse, tetapi di dunia nyata juga kita dapatkan,” tambahnya.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Pengembangkan metaverse dengan sentuhan lokal bernama metaNesia yang merupakan akronim dari Metaverse Indonesia, mulai dikembangkan Badan Usaha Milik Negara Telkom Indonesia (Persero) melalui Leap, wajah baru layanan Telkom Digital.

BACA JUGA : Hanan Attaki Dijadwalkan Langsung Menuju Ponpes Al Islah Bondowoso

Deputy Executive Vice President Digital Technology & Platform Business Telkom Indonesia Ery Punta Hendraswara dalam siaran pers resminya mengatakan, tak sekadar menyuguhkan interaksi dengan visual biasa, tetapi metaNesia dijanjikan mampu menawarkan pengalaman yang berbeda di dalam dunianya.

“Sebelumnya, orang punya persepsi kalau metaverse harus pakai VR (virtual reality), padahal metaverse more than that. Artinya interaksinya memang bisa menggunakan VR, tetapi kita juga mengenal AR (augmented reality). Bahkan ada juga interaksinya yang lebih sederhana, seperti menggunakan handphone atau PC layaknya bermain gim. Tapi di situ ada bentuk interaksi-interaksi baru yang dimungkinkan dari metaverse ini,” ujarnya.

Ery menyebutkan banyak peluang-peluang baru yang dapat tercipta dari kehadiran metaverse besutan Telkom, misalnya bagi korporasi ekosistem baru itu dapat memberikan pengalaman baru bagi perusahaan serta konsumen dan target pasar yang akan dicapai.

Dalam beberapa tahun terakhir jangkauan untuk memberikan pelayanan bagi pelanggan dikenal dengan dua langkah yaitu secara daring dan luring, namun metaverse bisa menjadi jembatan untuk keduanya bisa digabungkan.

MetaNesia bisa memberi sentuhan dan komponen tambahan bagi Telkom untuk melayani konsumen setia ataupun menjaring konsumen baru yang mungkin belum terjangkau.

“Pandemi membuat banyak perubahan. Jadi untuk brand, metaverse tidak hanya sekadar channel baru, tetapi ini suatu new experience dan membuka peluang baru juga untuk mereka memberikan sesuatu yang baru. Misalnya produk baru, di mana produknya bisa saja full digital di metaverse, tetapi di dunia nyata juga kita dapatkan,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/