alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Tiga Laporan Cedera, Hyundai America Tarik 218 Ribu Mobil

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID  – Sebanyak 281 ribu kendaraan produksi Hyundai Motor America di Amerika Utara akan ditarik karena pretensioner sabuk pengaman yang dapat meledak dan memproyeksikan pecahan logam, yang menyebabkan cedera.

BACA JUGA : Warna Jam Tangan D1 Milano x Chupa Chups Bangkitkan Memori Masa Kecil

Tiga laporan kejadian yang mengakibatkan cedera, mencakup beberapa kendaraan hybrid Accent 2019-2022, Elantra 2021-2023, dan Elantra 2021-2022, dikutip dari Reuters, Rabu.  Jika terjadi kecelakaan, pretensioner sabuk pengaman pengemudi depan atau sisi penumpang dapat meledak saat dipasang. Diler akan mengamankan pretensioner sabuk pengaman dengan penutup.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pretensioner sabuk pengaman adalah bagian dari sistem yang mengunci sabuk pengaman pada tempatnya selama kecelakaan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada penumpang.

Penarikan ini memperluas dan menggantikan empat penarikan sebelumnya. Semua kendaraan Accent, Elantra, dan Elantra HEV yang telah diperbaiki berdasarkan penarikan sebelumnya harus menyelesaikan perbaikan penarikan baru, kata Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), Selasa (24/5).

Penarikan baru mencakup 239.000 kendaraan di Amerika Serikat dan sekitar 42.000 di Kanada, kata Hyundai. Dua cedera dilaporkan di Amerika Serikat dan satu di Singapura.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID  – Sebanyak 281 ribu kendaraan produksi Hyundai Motor America di Amerika Utara akan ditarik karena pretensioner sabuk pengaman yang dapat meledak dan memproyeksikan pecahan logam, yang menyebabkan cedera.

BACA JUGA : Warna Jam Tangan D1 Milano x Chupa Chups Bangkitkan Memori Masa Kecil

Tiga laporan kejadian yang mengakibatkan cedera, mencakup beberapa kendaraan hybrid Accent 2019-2022, Elantra 2021-2023, dan Elantra 2021-2022, dikutip dari Reuters, Rabu.  Jika terjadi kecelakaan, pretensioner sabuk pengaman pengemudi depan atau sisi penumpang dapat meledak saat dipasang. Diler akan mengamankan pretensioner sabuk pengaman dengan penutup.

Pretensioner sabuk pengaman adalah bagian dari sistem yang mengunci sabuk pengaman pada tempatnya selama kecelakaan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada penumpang.

Penarikan ini memperluas dan menggantikan empat penarikan sebelumnya. Semua kendaraan Accent, Elantra, dan Elantra HEV yang telah diperbaiki berdasarkan penarikan sebelumnya harus menyelesaikan perbaikan penarikan baru, kata Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), Selasa (24/5).

Penarikan baru mencakup 239.000 kendaraan di Amerika Serikat dan sekitar 42.000 di Kanada, kata Hyundai. Dua cedera dilaporkan di Amerika Serikat dan satu di Singapura.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID  – Sebanyak 281 ribu kendaraan produksi Hyundai Motor America di Amerika Utara akan ditarik karena pretensioner sabuk pengaman yang dapat meledak dan memproyeksikan pecahan logam, yang menyebabkan cedera.

BACA JUGA : Warna Jam Tangan D1 Milano x Chupa Chups Bangkitkan Memori Masa Kecil

Tiga laporan kejadian yang mengakibatkan cedera, mencakup beberapa kendaraan hybrid Accent 2019-2022, Elantra 2021-2023, dan Elantra 2021-2022, dikutip dari Reuters, Rabu.  Jika terjadi kecelakaan, pretensioner sabuk pengaman pengemudi depan atau sisi penumpang dapat meledak saat dipasang. Diler akan mengamankan pretensioner sabuk pengaman dengan penutup.

Pretensioner sabuk pengaman adalah bagian dari sistem yang mengunci sabuk pengaman pada tempatnya selama kecelakaan untuk memberikan perlindungan tambahan kepada penumpang.

Penarikan ini memperluas dan menggantikan empat penarikan sebelumnya. Semua kendaraan Accent, Elantra, dan Elantra HEV yang telah diperbaiki berdasarkan penarikan sebelumnya harus menyelesaikan perbaikan penarikan baru, kata Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), Selasa (24/5).

Penarikan baru mencakup 239.000 kendaraan di Amerika Serikat dan sekitar 42.000 di Kanada, kata Hyundai. Dua cedera dilaporkan di Amerika Serikat dan satu di Singapura.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/