alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Percepat Produksi Kendaraan Listrik dengan Investasi 2,24 Miliar Dollar AS

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – BMW berupaya mempercepat produksi kendaraan listrik (EV), setelah pembuat mobil Jerman itu memulai produksi di pabrik baru mereka di China dengan investasi 15 miliar yuan (2,24 miliar dollar AS).

BACA JUGA : Forum Metaverse Dibentuk untuk Dukung Pengembangan dan Standar Teknologi

Pabrik Lydia, fasilitas perakitan mobil ketiga BMW di China, yang terletak di timur laut kota Shenyang, provinsi Liaoning, akan meningkatkan produksi tahunan BMW di pasar mobil terbesar dunia menjadi 830.000 kendaraan dari 700.000 unit pada 2021, kata perusahaan itu, seperti dikutip Reuters.

Mobile_AP_Rectangle 2

BMW mengatakan, pabrik tersebut dirancang agar mampu memproduksi mobil listrik bertenaga baterai hanya sesuai dengan permintaan pasar pada lini manufaktur fleksibelnya.

Model pertama yang akan diluncurkan dari jalur produksi pabrik Lydia adalah i3, sedan sport berukuran sedang elektrik murni, kata BMW, meningkatkan jangkauan kendaraan listrik untuk pelanggan China menjadi 13 model pada tahun depan.

Tesla dan pembuat mobil China seperti BYD mendominasi pasar EV yang sedang booming di China, dengan penjualan lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu. Sementara raja-raja zaman mesin pembakaran internal seperti General Motors dan Volkswagen tertinggal di belakang.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – BMW berupaya mempercepat produksi kendaraan listrik (EV), setelah pembuat mobil Jerman itu memulai produksi di pabrik baru mereka di China dengan investasi 15 miliar yuan (2,24 miliar dollar AS).

BACA JUGA : Forum Metaverse Dibentuk untuk Dukung Pengembangan dan Standar Teknologi

Pabrik Lydia, fasilitas perakitan mobil ketiga BMW di China, yang terletak di timur laut kota Shenyang, provinsi Liaoning, akan meningkatkan produksi tahunan BMW di pasar mobil terbesar dunia menjadi 830.000 kendaraan dari 700.000 unit pada 2021, kata perusahaan itu, seperti dikutip Reuters.

BMW mengatakan, pabrik tersebut dirancang agar mampu memproduksi mobil listrik bertenaga baterai hanya sesuai dengan permintaan pasar pada lini manufaktur fleksibelnya.

Model pertama yang akan diluncurkan dari jalur produksi pabrik Lydia adalah i3, sedan sport berukuran sedang elektrik murni, kata BMW, meningkatkan jangkauan kendaraan listrik untuk pelanggan China menjadi 13 model pada tahun depan.

Tesla dan pembuat mobil China seperti BYD mendominasi pasar EV yang sedang booming di China, dengan penjualan lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu. Sementara raja-raja zaman mesin pembakaran internal seperti General Motors dan Volkswagen tertinggal di belakang.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – BMW berupaya mempercepat produksi kendaraan listrik (EV), setelah pembuat mobil Jerman itu memulai produksi di pabrik baru mereka di China dengan investasi 15 miliar yuan (2,24 miliar dollar AS).

BACA JUGA : Forum Metaverse Dibentuk untuk Dukung Pengembangan dan Standar Teknologi

Pabrik Lydia, fasilitas perakitan mobil ketiga BMW di China, yang terletak di timur laut kota Shenyang, provinsi Liaoning, akan meningkatkan produksi tahunan BMW di pasar mobil terbesar dunia menjadi 830.000 kendaraan dari 700.000 unit pada 2021, kata perusahaan itu, seperti dikutip Reuters.

BMW mengatakan, pabrik tersebut dirancang agar mampu memproduksi mobil listrik bertenaga baterai hanya sesuai dengan permintaan pasar pada lini manufaktur fleksibelnya.

Model pertama yang akan diluncurkan dari jalur produksi pabrik Lydia adalah i3, sedan sport berukuran sedang elektrik murni, kata BMW, meningkatkan jangkauan kendaraan listrik untuk pelanggan China menjadi 13 model pada tahun depan.

Tesla dan pembuat mobil China seperti BYD mendominasi pasar EV yang sedang booming di China, dengan penjualan lebih dari dua kali lipat dari tahun lalu. Sementara raja-raja zaman mesin pembakaran internal seperti General Motors dan Volkswagen tertinggal di belakang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/