alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Tak Andalkan Gas Alam, BMW Jajaki Investasi Energi

Mobile_AP_Rectangle 1

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Energi surya, panas bumi, dan hidrogen merupakan energi alternatif yang sedang dijajaki BMW untuk investasi baru. Menurut Kepala Produksi Produsen Mobil BMW Milan Nedeljkovic itu kepada Reuters Senin, hal itu dilakukan guna menurunkan ketergantungannya pada gas alam.

BACA JUGA : Ternak Sapi Tertular 813 Ekor, Kambing 29 Ekor

Produsen mobil yang mengandalkan gas alam untuk 54 persen konsumsi energinya pada tahun 2021, jelas Nedelkjovic, sedang memeriksa di mana mereka dapat menambahkan panel surya ke pabriknya dan mengembangkan rencana dengan otoritas lokal untuk mengangkut hidrogen ke pabrik di Leipzig, Jerman. “Hidrogen sangat cocok untuk menurunkan atau bahkan sepenuhnya mengimbangi permintaan gas,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Industri kami menyumbang sekitar 37 persen dari konsumsi gas alam Jerman,” katanya ketika ditanya apa yang akan terjadi pada pabrik BMW jika terjadi penghentian pengiriman gas dari Rusia.
“Bukan hanya BMW, tetapi seluruh sektor akan terhenti,” sambungnya.

Rencana BMW mencerminkan persiapan yang lebih luas yang sedang berlangsung di seluruh industri Jerman untuk beralih dari gas Rusia dan menghasilkan sistem untuk menjatah pasokan yang tersedia jika terjadi penghentian pengiriman secara tiba-tiba.
Di luar Jerman, pabrik baru di Debrecen, Hungaria, yang menurut BMW akan menjadi pabrik mobil pertama di dunia yang sepenuhnya beroperasi tanpa bahan bakar fosil, akan sangat bergantung pada tenaga surya, kata Nedelkjovic, seraya menambahkan bahwa pembuat mobil itu juga mempertimbangkan untuk menggunakan energi panas bumi.

- Advertisement -

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Energi surya, panas bumi, dan hidrogen merupakan energi alternatif yang sedang dijajaki BMW untuk investasi baru. Menurut Kepala Produksi Produsen Mobil BMW Milan Nedeljkovic itu kepada Reuters Senin, hal itu dilakukan guna menurunkan ketergantungannya pada gas alam.

BACA JUGA : Ternak Sapi Tertular 813 Ekor, Kambing 29 Ekor

Produsen mobil yang mengandalkan gas alam untuk 54 persen konsumsi energinya pada tahun 2021, jelas Nedelkjovic, sedang memeriksa di mana mereka dapat menambahkan panel surya ke pabriknya dan mengembangkan rencana dengan otoritas lokal untuk mengangkut hidrogen ke pabrik di Leipzig, Jerman. “Hidrogen sangat cocok untuk menurunkan atau bahkan sepenuhnya mengimbangi permintaan gas,” katanya.

“Industri kami menyumbang sekitar 37 persen dari konsumsi gas alam Jerman,” katanya ketika ditanya apa yang akan terjadi pada pabrik BMW jika terjadi penghentian pengiriman gas dari Rusia.
“Bukan hanya BMW, tetapi seluruh sektor akan terhenti,” sambungnya.

Rencana BMW mencerminkan persiapan yang lebih luas yang sedang berlangsung di seluruh industri Jerman untuk beralih dari gas Rusia dan menghasilkan sistem untuk menjatah pasokan yang tersedia jika terjadi penghentian pengiriman secara tiba-tiba.
Di luar Jerman, pabrik baru di Debrecen, Hungaria, yang menurut BMW akan menjadi pabrik mobil pertama di dunia yang sepenuhnya beroperasi tanpa bahan bakar fosil, akan sangat bergantung pada tenaga surya, kata Nedelkjovic, seraya menambahkan bahwa pembuat mobil itu juga mempertimbangkan untuk menggunakan energi panas bumi.

Jakarta, RADARJEMBER.ID – Energi surya, panas bumi, dan hidrogen merupakan energi alternatif yang sedang dijajaki BMW untuk investasi baru. Menurut Kepala Produksi Produsen Mobil BMW Milan Nedeljkovic itu kepada Reuters Senin, hal itu dilakukan guna menurunkan ketergantungannya pada gas alam.

BACA JUGA : Ternak Sapi Tertular 813 Ekor, Kambing 29 Ekor

Produsen mobil yang mengandalkan gas alam untuk 54 persen konsumsi energinya pada tahun 2021, jelas Nedelkjovic, sedang memeriksa di mana mereka dapat menambahkan panel surya ke pabriknya dan mengembangkan rencana dengan otoritas lokal untuk mengangkut hidrogen ke pabrik di Leipzig, Jerman. “Hidrogen sangat cocok untuk menurunkan atau bahkan sepenuhnya mengimbangi permintaan gas,” katanya.

“Industri kami menyumbang sekitar 37 persen dari konsumsi gas alam Jerman,” katanya ketika ditanya apa yang akan terjadi pada pabrik BMW jika terjadi penghentian pengiriman gas dari Rusia.
“Bukan hanya BMW, tetapi seluruh sektor akan terhenti,” sambungnya.

Rencana BMW mencerminkan persiapan yang lebih luas yang sedang berlangsung di seluruh industri Jerman untuk beralih dari gas Rusia dan menghasilkan sistem untuk menjatah pasokan yang tersedia jika terjadi penghentian pengiriman secara tiba-tiba.
Di luar Jerman, pabrik baru di Debrecen, Hungaria, yang menurut BMW akan menjadi pabrik mobil pertama di dunia yang sepenuhnya beroperasi tanpa bahan bakar fosil, akan sangat bergantung pada tenaga surya, kata Nedelkjovic, seraya menambahkan bahwa pembuat mobil itu juga mempertimbangkan untuk menggunakan energi panas bumi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/