alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Mobil Suzuki Bakal Sematkan Teknologi Smart Hybrid

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Suzuki yang tak mau ketinggalan dengan produsen kendaraan lainnya, terus mengembangkan tren teknologi. Dan hal itu disesuaikan dengan kesiapan pasar dalam menerima dan menggunakan teknologi tersebut. Salah satu inovasi pengembangan teknologi Suzuki adalah Suzuki Smart Hybrid yang telah diperkenalkan di Indonesia secara intensif belakangan ini.

BACA JUGA : Tim Indonesia Kalah dari India di Final Piala Thomas

Mengklaim turut ambil bagian dalam menciptakan kendaraan yang efisien, kompak, dan memiliki durabilitas yang tinggi. Suzuki terus fokus dan konsisten mengembangkan teknologi baru yang ramah lingkungan serta dapat mengoptimalkan tingkat efisiensi mesin dengan tujuan mengurangi penggunaan bahan bakar serta emisi gas buang CO2.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal tersebut menurut Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada Jawa Pos, turut sejalan dengan upaya Pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 41 persen pada tahun 2030, dimana komitmen tersebut dilaksanakan dalam ratifikasi Paris Agreement COP26 (UU No.16/2016). Dengan teknologi Suzuki Smart Hybrid juga menandakan langkah awal Suzuki di Indonesia untuk membantu Pemerintah mewujudkan target netralitas karbon pada 2060. “Saat ini industri otomotif sudah memasuki era elektrifikasi. Oleh karena itu, Suzuki mengenalkan teknologi elektrifikasi Suzuki Smart Hybrid yang lebih modern, efisien, kompak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” terangnya.

Lalu, apa bagusnya teknologi ini. Suzuki Smart Hybrid merupakan teknologi yang mengoptimalkan efisiensi kendaraan dengan mengandalkan dua komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal. Kedua komponen tersebut yaitu Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-Ion Battery. Secara bersamaan dengan mesin pembakaran internal, penyematan teknologi Suzuki Smart Hybrid akan menambah keunggulan fitur lain seperti Auto Start-Stop, restart yang halus dan senyap setelah auto start-stop aktif, bantuan tenaga untuk akselerasi yang lebih responsif, serta kemudahan regenerasi daya baterai selama pengurangan laju kendaraan.

Prinsip mekanisme kerja dari Suzuki Smart Hybrid untuk mencapai efisiensi sangat praktis bagi pengendara. Ketika pengendara melakukan akselerasi, komponen ISG akan memberikan bantuan tenaga kepada mesin bila dibutuhkan untuk meringankan beban pada putaran mesin sehingga pengendara bisa memperoleh tenaga yang diperlukan secara lebih cepat.

Saat pengendara harus melakukan perlambatan kecepatan menggunakan rem, fungsi ISG akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian akan disimpan dalam Lithium-Ion Battery. Kondisi mobil yang telah berhenti akan mengaktifkan fitur Auto Start-Stop sehingga mesin mobil akan mati secara otomatis untuk menghemat konsumsi bahan bakar.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Suzuki yang tak mau ketinggalan dengan produsen kendaraan lainnya, terus mengembangkan tren teknologi. Dan hal itu disesuaikan dengan kesiapan pasar dalam menerima dan menggunakan teknologi tersebut. Salah satu inovasi pengembangan teknologi Suzuki adalah Suzuki Smart Hybrid yang telah diperkenalkan di Indonesia secara intensif belakangan ini.

BACA JUGA : Tim Indonesia Kalah dari India di Final Piala Thomas

Mengklaim turut ambil bagian dalam menciptakan kendaraan yang efisien, kompak, dan memiliki durabilitas yang tinggi. Suzuki terus fokus dan konsisten mengembangkan teknologi baru yang ramah lingkungan serta dapat mengoptimalkan tingkat efisiensi mesin dengan tujuan mengurangi penggunaan bahan bakar serta emisi gas buang CO2.

Hal tersebut menurut Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada Jawa Pos, turut sejalan dengan upaya Pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 41 persen pada tahun 2030, dimana komitmen tersebut dilaksanakan dalam ratifikasi Paris Agreement COP26 (UU No.16/2016). Dengan teknologi Suzuki Smart Hybrid juga menandakan langkah awal Suzuki di Indonesia untuk membantu Pemerintah mewujudkan target netralitas karbon pada 2060. “Saat ini industri otomotif sudah memasuki era elektrifikasi. Oleh karena itu, Suzuki mengenalkan teknologi elektrifikasi Suzuki Smart Hybrid yang lebih modern, efisien, kompak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” terangnya.

Lalu, apa bagusnya teknologi ini. Suzuki Smart Hybrid merupakan teknologi yang mengoptimalkan efisiensi kendaraan dengan mengandalkan dua komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal. Kedua komponen tersebut yaitu Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-Ion Battery. Secara bersamaan dengan mesin pembakaran internal, penyematan teknologi Suzuki Smart Hybrid akan menambah keunggulan fitur lain seperti Auto Start-Stop, restart yang halus dan senyap setelah auto start-stop aktif, bantuan tenaga untuk akselerasi yang lebih responsif, serta kemudahan regenerasi daya baterai selama pengurangan laju kendaraan.

Prinsip mekanisme kerja dari Suzuki Smart Hybrid untuk mencapai efisiensi sangat praktis bagi pengendara. Ketika pengendara melakukan akselerasi, komponen ISG akan memberikan bantuan tenaga kepada mesin bila dibutuhkan untuk meringankan beban pada putaran mesin sehingga pengendara bisa memperoleh tenaga yang diperlukan secara lebih cepat.

Saat pengendara harus melakukan perlambatan kecepatan menggunakan rem, fungsi ISG akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian akan disimpan dalam Lithium-Ion Battery. Kondisi mobil yang telah berhenti akan mengaktifkan fitur Auto Start-Stop sehingga mesin mobil akan mati secara otomatis untuk menghemat konsumsi bahan bakar.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Suzuki yang tak mau ketinggalan dengan produsen kendaraan lainnya, terus mengembangkan tren teknologi. Dan hal itu disesuaikan dengan kesiapan pasar dalam menerima dan menggunakan teknologi tersebut. Salah satu inovasi pengembangan teknologi Suzuki adalah Suzuki Smart Hybrid yang telah diperkenalkan di Indonesia secara intensif belakangan ini.

BACA JUGA : Tim Indonesia Kalah dari India di Final Piala Thomas

Mengklaim turut ambil bagian dalam menciptakan kendaraan yang efisien, kompak, dan memiliki durabilitas yang tinggi. Suzuki terus fokus dan konsisten mengembangkan teknologi baru yang ramah lingkungan serta dapat mengoptimalkan tingkat efisiensi mesin dengan tujuan mengurangi penggunaan bahan bakar serta emisi gas buang CO2.

Hal tersebut menurut Donny Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) kepada Jawa Pos, turut sejalan dengan upaya Pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen hingga 41 persen pada tahun 2030, dimana komitmen tersebut dilaksanakan dalam ratifikasi Paris Agreement COP26 (UU No.16/2016). Dengan teknologi Suzuki Smart Hybrid juga menandakan langkah awal Suzuki di Indonesia untuk membantu Pemerintah mewujudkan target netralitas karbon pada 2060. “Saat ini industri otomotif sudah memasuki era elektrifikasi. Oleh karena itu, Suzuki mengenalkan teknologi elektrifikasi Suzuki Smart Hybrid yang lebih modern, efisien, kompak, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” terangnya.

Lalu, apa bagusnya teknologi ini. Suzuki Smart Hybrid merupakan teknologi yang mengoptimalkan efisiensi kendaraan dengan mengandalkan dua komponen utama sebagai pendamping mesin pembakaran internal. Kedua komponen tersebut yaitu Integrated Stater Generator (ISG) dan Lithium-Ion Battery. Secara bersamaan dengan mesin pembakaran internal, penyematan teknologi Suzuki Smart Hybrid akan menambah keunggulan fitur lain seperti Auto Start-Stop, restart yang halus dan senyap setelah auto start-stop aktif, bantuan tenaga untuk akselerasi yang lebih responsif, serta kemudahan regenerasi daya baterai selama pengurangan laju kendaraan.

Prinsip mekanisme kerja dari Suzuki Smart Hybrid untuk mencapai efisiensi sangat praktis bagi pengendara. Ketika pengendara melakukan akselerasi, komponen ISG akan memberikan bantuan tenaga kepada mesin bila dibutuhkan untuk meringankan beban pada putaran mesin sehingga pengendara bisa memperoleh tenaga yang diperlukan secara lebih cepat.

Saat pengendara harus melakukan perlambatan kecepatan menggunakan rem, fungsi ISG akan mengubah energi kinetik menjadi energi listrik yang kemudian akan disimpan dalam Lithium-Ion Battery. Kondisi mobil yang telah berhenti akan mengaktifkan fitur Auto Start-Stop sehingga mesin mobil akan mati secara otomatis untuk menghemat konsumsi bahan bakar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/