alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Tolak Beri Komisi Penjualan, Tinder Terancam Dihapus dari Play Store

Mobile_AP_Rectangle 1

CALIFORNIA, RADARJEMBER.ID – Tinder, sebuah aplikasi kencan di play store terancam dihapus. Melalui perusahaan induknya yakni Match Group Inc, Tinder menggugat Google sebagai upaya mencegah dihapusnya aplikasi tersebut. Penyebanya karena Tinder menolak memberikan komisi 30 persen dari penjualan, seperti dikutip dari ANTARA.

BACA JUGA : Dokter Cilik, Ajang Bermain dan Belajar

Gugatan tersebut diajukan Match ke pengadilan federal di California dengan tuduhan Google melanggar undang-undang anti-monopoli federal dan negara bagian, dikutip dari Reuters, Selasa (10/5). Mereka mengharapkan aktivitas seperti ini bisa dilarang. “Gugatan ini adalah langkah terakhir. Kami berusaha, dalam hal yang baik, menyelesaikan masalah ini dengan Google. Tapi, mereka bersikeras dan kami tidak memiliki pilihan,” kata CEO Match, Shar Dubey.

Mobile_AP_Rectangle 2

Komisi sebesar 30 persen kepada pengembang dikenakan Google dari setiap penjualan aplikasi tersebut. Epic Games, pengembang game Fortnite, dan sejumlah jaksa negara bagian juga menggugat Google dengan tuduhan antikompetisi di Play Store. Match selama ini mendapat pengecualian dari Google soal sistem pembayaran. Google mewajibkan pengembang menggunakan sistem pembayaran dari mereka dan membayar komisi,

Mulai 1 Juni, Google akan memblokir unduhan untuk berbagai aplikasi kecuali mereka hanya menggunakan sistem pembayaran dari Google dan berbagi pendapatan.Google berpendapat, Match berusaha mengelak dari kewajiban pembayaran. “Seperti bisnis pada umumnya, kami mengenakan biaya untuk layanan kami. Dan seperti platform yang bertanggung jawab pada umumnya, kami melindungi pengguna kami dari penipuan,” kata Google.

- Advertisement -

CALIFORNIA, RADARJEMBER.ID – Tinder, sebuah aplikasi kencan di play store terancam dihapus. Melalui perusahaan induknya yakni Match Group Inc, Tinder menggugat Google sebagai upaya mencegah dihapusnya aplikasi tersebut. Penyebanya karena Tinder menolak memberikan komisi 30 persen dari penjualan, seperti dikutip dari ANTARA.

BACA JUGA : Dokter Cilik, Ajang Bermain dan Belajar

Gugatan tersebut diajukan Match ke pengadilan federal di California dengan tuduhan Google melanggar undang-undang anti-monopoli federal dan negara bagian, dikutip dari Reuters, Selasa (10/5). Mereka mengharapkan aktivitas seperti ini bisa dilarang. “Gugatan ini adalah langkah terakhir. Kami berusaha, dalam hal yang baik, menyelesaikan masalah ini dengan Google. Tapi, mereka bersikeras dan kami tidak memiliki pilihan,” kata CEO Match, Shar Dubey.

Komisi sebesar 30 persen kepada pengembang dikenakan Google dari setiap penjualan aplikasi tersebut. Epic Games, pengembang game Fortnite, dan sejumlah jaksa negara bagian juga menggugat Google dengan tuduhan antikompetisi di Play Store. Match selama ini mendapat pengecualian dari Google soal sistem pembayaran. Google mewajibkan pengembang menggunakan sistem pembayaran dari mereka dan membayar komisi,

Mulai 1 Juni, Google akan memblokir unduhan untuk berbagai aplikasi kecuali mereka hanya menggunakan sistem pembayaran dari Google dan berbagi pendapatan.Google berpendapat, Match berusaha mengelak dari kewajiban pembayaran. “Seperti bisnis pada umumnya, kami mengenakan biaya untuk layanan kami. Dan seperti platform yang bertanggung jawab pada umumnya, kami melindungi pengguna kami dari penipuan,” kata Google.

CALIFORNIA, RADARJEMBER.ID – Tinder, sebuah aplikasi kencan di play store terancam dihapus. Melalui perusahaan induknya yakni Match Group Inc, Tinder menggugat Google sebagai upaya mencegah dihapusnya aplikasi tersebut. Penyebanya karena Tinder menolak memberikan komisi 30 persen dari penjualan, seperti dikutip dari ANTARA.

BACA JUGA : Dokter Cilik, Ajang Bermain dan Belajar

Gugatan tersebut diajukan Match ke pengadilan federal di California dengan tuduhan Google melanggar undang-undang anti-monopoli federal dan negara bagian, dikutip dari Reuters, Selasa (10/5). Mereka mengharapkan aktivitas seperti ini bisa dilarang. “Gugatan ini adalah langkah terakhir. Kami berusaha, dalam hal yang baik, menyelesaikan masalah ini dengan Google. Tapi, mereka bersikeras dan kami tidak memiliki pilihan,” kata CEO Match, Shar Dubey.

Komisi sebesar 30 persen kepada pengembang dikenakan Google dari setiap penjualan aplikasi tersebut. Epic Games, pengembang game Fortnite, dan sejumlah jaksa negara bagian juga menggugat Google dengan tuduhan antikompetisi di Play Store. Match selama ini mendapat pengecualian dari Google soal sistem pembayaran. Google mewajibkan pengembang menggunakan sistem pembayaran dari mereka dan membayar komisi,

Mulai 1 Juni, Google akan memblokir unduhan untuk berbagai aplikasi kecuali mereka hanya menggunakan sistem pembayaran dari Google dan berbagi pendapatan.Google berpendapat, Match berusaha mengelak dari kewajiban pembayaran. “Seperti bisnis pada umumnya, kami mengenakan biaya untuk layanan kami. Dan seperti platform yang bertanggung jawab pada umumnya, kami melindungi pengguna kami dari penipuan,” kata Google.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/