alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Kominfo : Lima Sektor Unggulan Percepat Penetrasi 5G di Indonesia

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Ada lima sektor unggulan guna mempercepat penetrasi 5G di Indonesia. Hal itu dikatakan Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen PPI Kominfo) Aju Widyasari.

BACA JUGA : Di Tengah Kekurangan Chip, Penjualan Genesis Tembus 700 Ribu Unit

Menurut Aju Widyasari Aju dalam sebuah acara diskusi virtual, kelima sektor tersebut adalah sektor residensial (perumahan dengan akses nirkabel tetap), kawasan industri dan pabrikasi dengan automasi, pertambangan dengan risiko tinggi, kesehatan, dan pariwisata.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Industri yang paling membutuhkan 5G ini, pertama, memang residensial. Salah satu use case dari 5G ini adalah enhanced mobile broadband, semua akses internet yang lebih cepat, dengan kapasitas speed yang tinggi,” ujarnya.

“Kedua adalah kawasan industri dan pabrikasi dengan automasi. Kawasan industri ini, dengan semua tenant pabrikasi manufaktur yang ada di sana, pasti membutuhkan satu proses industri dengan teknologi yang bisa mendukung kecepatan,” lanjutnya.

Kemudian di sektor pertambangan, Aju mengatakan dibutuhkan sensor-sensor yang bisa mendukung proses mining. Sementara di sektor kesehatan, lanjut dia, teknologi 5G dibutuhkan untuk mendukung pengobatan jarak jauh hingga monitoring jarak jauh.

Terakhir, di sektor pariwisata, Aju mengatakan 5G dibutuhkan untuk virtualisasi objek wisata untuk memberikan daya tarik kepada calon wisatawan baik di dalam maupun di luar negeri.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Ada lima sektor unggulan guna mempercepat penetrasi 5G di Indonesia. Hal itu dikatakan Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen PPI Kominfo) Aju Widyasari.

BACA JUGA : Di Tengah Kekurangan Chip, Penjualan Genesis Tembus 700 Ribu Unit

Menurut Aju Widyasari Aju dalam sebuah acara diskusi virtual, kelima sektor tersebut adalah sektor residensial (perumahan dengan akses nirkabel tetap), kawasan industri dan pabrikasi dengan automasi, pertambangan dengan risiko tinggi, kesehatan, dan pariwisata.

“Industri yang paling membutuhkan 5G ini, pertama, memang residensial. Salah satu use case dari 5G ini adalah enhanced mobile broadband, semua akses internet yang lebih cepat, dengan kapasitas speed yang tinggi,” ujarnya.

“Kedua adalah kawasan industri dan pabrikasi dengan automasi. Kawasan industri ini, dengan semua tenant pabrikasi manufaktur yang ada di sana, pasti membutuhkan satu proses industri dengan teknologi yang bisa mendukung kecepatan,” lanjutnya.

Kemudian di sektor pertambangan, Aju mengatakan dibutuhkan sensor-sensor yang bisa mendukung proses mining. Sementara di sektor kesehatan, lanjut dia, teknologi 5G dibutuhkan untuk mendukung pengobatan jarak jauh hingga monitoring jarak jauh.

Terakhir, di sektor pariwisata, Aju mengatakan 5G dibutuhkan untuk virtualisasi objek wisata untuk memberikan daya tarik kepada calon wisatawan baik di dalam maupun di luar negeri.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID – Ada lima sektor unggulan guna mempercepat penetrasi 5G di Indonesia. Hal itu dikatakan Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Ditjen PPI Kominfo) Aju Widyasari.

BACA JUGA : Di Tengah Kekurangan Chip, Penjualan Genesis Tembus 700 Ribu Unit

Menurut Aju Widyasari Aju dalam sebuah acara diskusi virtual, kelima sektor tersebut adalah sektor residensial (perumahan dengan akses nirkabel tetap), kawasan industri dan pabrikasi dengan automasi, pertambangan dengan risiko tinggi, kesehatan, dan pariwisata.

“Industri yang paling membutuhkan 5G ini, pertama, memang residensial. Salah satu use case dari 5G ini adalah enhanced mobile broadband, semua akses internet yang lebih cepat, dengan kapasitas speed yang tinggi,” ujarnya.

“Kedua adalah kawasan industri dan pabrikasi dengan automasi. Kawasan industri ini, dengan semua tenant pabrikasi manufaktur yang ada di sana, pasti membutuhkan satu proses industri dengan teknologi yang bisa mendukung kecepatan,” lanjutnya.

Kemudian di sektor pertambangan, Aju mengatakan dibutuhkan sensor-sensor yang bisa mendukung proses mining. Sementara di sektor kesehatan, lanjut dia, teknologi 5G dibutuhkan untuk mendukung pengobatan jarak jauh hingga monitoring jarak jauh.

Terakhir, di sektor pariwisata, Aju mengatakan 5G dibutuhkan untuk virtualisasi objek wisata untuk memberikan daya tarik kepada calon wisatawan baik di dalam maupun di luar negeri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/