PLN Langsung Matikan Sambungan Listrik

BERI PENJELASAN: Manager KSA ( Keuangan, SDM dan Administrasi) Humas UP3 Jember, Widi Umaryanto ketika memberi klarifikasi terkait kebakaran yang terjadi di Kecamatan Klakah.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peristiwa kebakaran yang sempat viral terus mengundang respon sejumlah pihak. Kini giliran pihak PLN Jember. Mereka menegaskan bahwa langsun g mematikan saluran listrik ketika mengetahui ada yang tidak beres.

Manager ULP Klakah, Rudy Hermawan menyatakan, kronologisnya cukup singkat dan dramatis. Pada jam 17.00 Wib (27/10) petugas sedang dalam perjalanan untuk memperbaiki dan melakukan perawatan di sekitar Kecamatan Klakah.  Pada waktu bersamaan, tiba-tiba mereka melihat kebakaran yang cukup besar.

Menurutnya, secara spontan para petugas lapangan langsung melepas sakring Gardu Trafo dan menginformasikan ke petugas mobil unit. Tidak lama berselang, mobil yang dihubungi tiba di lokasi dan melaksanakan pengamanan sesuai standar operasional (SOP).

Langkah-langkah pengamanannya yakni memutuskan kabel kepada saluran rumah yang terbakar. Kedua, petugas berinisiatif untuk menyelamatkan aset PLN, utamanya kabel SR dan kWh meter. Karena kondisi tidak kondusif dan api yang besar akhirnya aset tidak terselamatkan. Ketiga, petugas kembali ke Gardu Trafo dan memasukkan sakring dan menghidupkan kembali aliran listrik yang terdampak akibat adanya api.

Keesokan harinya, Senin (28/10) petugas melakukan survei ulang lokasi kebakaran untuk memeriksa dan pengamanan aset. Pada saat survei berlangsung, tetangga korban ada yang menghampiri dan meminta untuk menyalakan lampu secara normal. Pada jam 12:30 Wib, pekerjaan aliran listrik di lokasi kebakaran normal kembali.

Manager Keuangan, SDM dan Administrasi  (KSA) Humas UP3 Jember, Widi Umaryanto menyatakan, akibat kebakaran hebat di Kecamatan Klakah kemarin, pihak PLN juga mengalami kerugian. “Untuk kedepan akan dijalin komunikasi dengan pihak korban, mungkin setelah kondisi yang kondusif dan membaik,” pungkasnya.

Foto: WIDI

Editor: Hafid Asnan
Reporter: Ridho Abdullah Akbar
Fotografer: