Bank Bukopin Perkuat Permodalan

JEMBER, RADARJEMBER.ID- KB KOOKMIN Bank, bank asal Korea Selatan, akan menambah modal PT Bank Bukopin Tbk melalui Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) yang rencananya dilaksanakan pada akhir semester pertama 2020. KB Kookmin Bank saat ini tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin dengan kepemilikan saham 22 persen. Bank yang menjadi grup finansial terbesar di Korea Selatan itu menjadi stand by buyer pada Penawaran Umum Terbatas IV Bank Bukopin ditahun 2018. Saat ini para pemegang saham utama telah sepakat untuk bersama-sama memperkuat permodalan Bank Bukopin melalui right issue yang diharapkan dapat direalisasikan pada bulan Juni 2020.

IKLAN

Dalam keterangan resmi yang diterima Jawa Pos Radar Jember, Sabtu (16/5), Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin Jong Hwan Han (yang ditunjuk oleh KB Kookmin Bank) menyebutkan, KB Kookmin Bank memiliki keinginan kuat untuk mendukung penambahan modal Bank Bukopin tahun ini. Hal ini sebagai upaya pemegang saham untuk memperkuat permodalan bank dan membantu pengembangan bisnis perseroan.

Saat ini, KB sedang dalam tahap persiapan final secara internal termasuk menyediakan dana pada escrow account untuk keperluan PUT V Bank Bukopin. Ke depannya KB Kookmin Bank juga membuka kemungkinan menambah modal di Bank Bukopin melalui skema lainnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengatakan, proses rights issue saat ini telah memasuki proses penelaahan dokumen tahap akhir di regulator sehingga tinggal menunggu pernyataan efektif dari OJK. Dari aksi korporasi ini, perseroan berharap akan memperkuat struktur permodalan untuk bisa menghadapi tantangan dan rencana bisnis ke depan.

Eko mengatakan masuknya tambahan modal dari KB Kookmin Bank ini diharapkan dapat membantu pengembangan bisnis Bank Bukopin yang fokus pada segmen ritel, yaitu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan segmen konsumer, yang ditopang dengan pengembangan digital banking ke depannya.

“Profil bisnis inilah yang menjadi daya tarik Bank Bukopin bagi KB Kookmin Bank, bank komersial terbesar di Korea Selatan dan memiliki cabang di beberapa negara lain di Asia, Eropa hingga Amerika Serikat. Bahkan grupnya, KB Financial, terdaftardi bursa efek New York, AS (NYSE),” tuturnya.

Dengan masuknya tambahan modal yang akan segera direalisasikan ini diharapkan bisa optimal untuk mendukung bisnis utama Bank Bukopin yang konsisten mengembangkan segmen UMKM.

Per Desember 2019, di antara 21 bank dengan aset terbesar di Tanah Air, Bank Bukopin menempati posisi teratas dalam penyaluran kredit UMKM dengan komposisi sebesar 57,4 persen dari total kredit yang diberikan. Dua bank pada peringkat bawahnya memiliki porsi kredit UMKM sebesar 48,4 persen dan 24,9 persen dari total kredit. “Segmen UMKM merupakan salah satu motor penggerak terpenting bagi Bank Bukopin yang memfokuskan bisnisnya pada segmen Ritel,” tambah Eko.

Sebagai informasi, posisi Desember 2019 (diaudit) dan Maret 2020, Bank Bukopin tegaskan rasio Kecukupan Penyediaan Modal Minimum telah memenuhi ketentuan regulator sesuai profil risiko. Dengan rasio KPMM Bank Bukopin berada di posisi 12,59 persen. Dengan masuknya suntikan modal dari KB Kookmin Bank dan pemegang saham lainnya, akan meningkatkan rasio permodalan.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter:
Fotografer: