Slow, dan Lebih Rileks, Robohkan Sapi Kurban dengan Teknik Barley

TEKNIK BARLEY: Petugas penyembelihan hewan kurban di Polije tak begitu susah merobohkan sapi, kemarin (1/8). Lewat teknik Barley, sapi mudah dirobohkan dan membuat hewan kurban lebih rileks.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ada cara tersendiri agar hewan kurban khususnya sapi untuk tetap rileks dalam penyembelihan. Lewat teknik Barley, sapi dengan santai dirobohkan tanpa perlawanan. Slow dan rileks.

Memakai teknik Barley tersebut ditunjukkan Politeknik Negeri Jember (Polije) dalam proses penyembelihan hewan kurban, kemarin (1/8).
Teknisnya, pertama tali (dadung) dibagi sama.

Selanjutnya dikalungkan dengan agak kendor ke leher (tidak ditali). Sehingga, sapi tidak sakit dan tetap bisa bernafas. Kemudian ujung tali dihubungkan ke bagian pangkal kaki depan, dililitkan badan. Dan terakhir, tali itu ke bagian pangkal kaki belakang.

Tali yang berakhir di bagian belakang atau pantat, bisa ditarik belakang. Secara naluriah, sapi akan mengikuti ayunan tali dan roboh ke tanah tanpa perlawanan. “Teknik Barley ini cukup melibatkan tiga orang saja. Dua orang menarik di belakang, satu sebagai operator di kepala sapi,” jelas drh Aan Awaludin.

Dosen Jurusan Peternakan Polije menjelaskan, teknik ini tidak menyakitkan hewan, karena tidak ada proses merobohkan hewan ternak dengan paksaan. Kenyamanan sapi sebelum penyembelihan hingga perobohan harus diperhatikan. Sebab, jika sapi itu rileks tanpa berontak, maka kualitas daging yang dihasilkan bagus.

Baginya, proses penyembelihan adalah untuk memaksimalkan darah yang keluar. Penyembelihan kurang sempurna biasanya ada proses pemaksaan hingga kekerasan agar hewan itu cepat roboh. Proses itu membuat sapi stres dan darah yang keluar saat penyembelihan tidak maksimal.

Sementara Kepala Humas Polije Mahsus Nurmanto menyebut, kurban kali ini di Polije ada dua ekor sapi dan delapan kambing. Dia mengatakan teknik Barley dengan merobohkan sapi tanpa menyakiti tersebut juga disosialisasikan ke masyarakat sebelum Idul Adha

Editor: Hadi Sumarsono
Reporter: Dwi Siswanto
Fotografer: Dwi Siswanto