alexametrics
23.5C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Kasus Politik Uang Lanjut ke Kejaksaan

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tersangka politik uang, Ahmad Zaini, tertunduk saat menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, kemarin (4/12). Jalannya terburu-buru dan terus menatap ke lantai saat ada wartawan. Bahkan, masker hitam yang sebelumnya dia kenakan menutup hidung dan mulut, berubah fungsi. Masker itu menjadi alat menutupi wajahnya.

Ahmad Zaini masuk ke Kejari sekitar pukul 11.00. Dia mengenakan rompi warna jingga. Kasus yang menjeratnya adalah tentang politik uang yang kini masuk ke tahap dua. Sebelumnya, dia menjalani penyidikan di Polres Jember untuk melengkapi berkas, termasuk dua alat bukti. Pelimpahan kasus tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jember AKP Frans Dalanta Kembaren dan Dwi Endah Setyowati, Divisi Penindakan Bawaslu Jember.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza yang menerima pelimpahan tersebut mengatakan, sesuai hasil penyidikan Satreskrim Polres Jember, tersangka melanggar pasal 187 A ayat 1 junto pasal 173 ayat 4 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari menambahkan, tersangka adalah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Kasus tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2020. Dia mengatakan, setidaknya lima hari ke depan kasus politik uang tersebut akan diajukan ke persidangan. Bahkan, dia sendiri yang akan menjadi jaksa penuntut umum (JPU).

Sementara itu, Dwi Endah Setyowati menuturkan, kasus politik uang yang menyeret Ahmad Zaini itu adalah temuan dari Bawaslu Jember, yang selanjutnya dilimpahkan ke kepolisian, hingga masuk ke tahap dua ke kejaksaan.

Sebenarnya, kata dia, ada tiga kasus politik uang yang masuk ke meja Bawaslu. Dua di antaranya sudah selesai dan satu baru masuk ke tahap dua. Dia mengakui, sempat ada kasus politik uang yang masuk. Yakni ada seseorang yang bagi-bagi voucer. Tapi kasus itu tidak lanjut, karena tidak terbukti adanya unsur-unsur politik uang.

Menilik ke belakang, Ahmad Zaini menjadi tersangka kasus politik uang setelah video bagi-bagi duit tersebar ke media sosial. Video itu berdurasi 4 menit 18 detik. Dalam rekaman audio visual itu, tampak beberapa warga dikumpulkan di luar ruangan. Ada yang perempuan dan laki-laki. Sebelum Ahmad Zaini membagikan uang, terlebih dahulu dia memberikan leaflet paslon dan warga menunjukan gestur tangan berbentuk L. Rangkaian jari itu menjadi simbol dukungan kepada pasangan calon tertentu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember yang berlangsung 9 Desember nanti.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tersangka politik uang, Ahmad Zaini, tertunduk saat menuju ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, kemarin (4/12). Jalannya terburu-buru dan terus menatap ke lantai saat ada wartawan. Bahkan, masker hitam yang sebelumnya dia kenakan menutup hidung dan mulut, berubah fungsi. Masker itu menjadi alat menutupi wajahnya.

Ahmad Zaini masuk ke Kejari sekitar pukul 11.00. Dia mengenakan rompi warna jingga. Kasus yang menjeratnya adalah tentang politik uang yang kini masuk ke tahap dua. Sebelumnya, dia menjalani penyidikan di Polres Jember untuk melengkapi berkas, termasuk dua alat bukti. Pelimpahan kasus tersebut dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Jember AKP Frans Dalanta Kembaren dan Dwi Endah Setyowati, Divisi Penindakan Bawaslu Jember.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza yang menerima pelimpahan tersebut mengatakan, sesuai hasil penyidikan Satreskrim Polres Jember, tersangka melanggar pasal 187 A ayat 1 junto pasal 173 ayat 4 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penetapan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Jember Aditya Okto Thohari menambahkan, tersangka adalah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari. Kasus tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2020. Dia mengatakan, setidaknya lima hari ke depan kasus politik uang tersebut akan diajukan ke persidangan. Bahkan, dia sendiri yang akan menjadi jaksa penuntut umum (JPU).

Sementara itu, Dwi Endah Setyowati menuturkan, kasus politik uang yang menyeret Ahmad Zaini itu adalah temuan dari Bawaslu Jember, yang selanjutnya dilimpahkan ke kepolisian, hingga masuk ke tahap dua ke kejaksaan.

Sebenarnya, kata dia, ada tiga kasus politik uang yang masuk ke meja Bawaslu. Dua di antaranya sudah selesai dan satu baru masuk ke tahap dua. Dia mengakui, sempat ada kasus politik uang yang masuk. Yakni ada seseorang yang bagi-bagi voucer. Tapi kasus itu tidak lanjut, karena tidak terbukti adanya unsur-unsur politik uang.

Menilik ke belakang, Ahmad Zaini menjadi tersangka kasus politik uang setelah video bagi-bagi duit tersebar ke media sosial. Video itu berdurasi 4 menit 18 detik. Dalam rekaman audio visual itu, tampak beberapa warga dikumpulkan di luar ruangan. Ada yang perempuan dan laki-laki. Sebelum Ahmad Zaini membagikan uang, terlebih dahulu dia memberikan leaflet paslon dan warga menunjukan gestur tangan berbentuk L. Rangkaian jari itu menjadi simbol dukungan kepada pasangan calon tertentu dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember yang berlangsung 9 Desember nanti.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca

Kapolres dan Dandim Siap Divaksin

Nyaris Hompimpa Pilih Pejabat