Pelebaran Jalan ke Bandara Notohadinegoro Jember Terhenti, Dihalang oleh Pihak Keamanan Kebun

Jumai/Radar Jember TERKENDALA: Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Rasyid Zakaria (baju batik) sedang meminta penjelasan kepada pihak keamanan kebun (bertopi) terkait tidak dibolehkannya pekerjaan pelebaran jalan menuju Bandara Notohadinegoro.

RADARJEMBER.ID – Rencana Pemerintah Kabupaten Jember untuk mempercantik kawasan Bandara Notohadinegoro Jember terhalang. Salah satunya yang masuk dalam pemrograman tahun ini yakni pelebaran jalan masuk ke Bandara Notohadinegoro Jember. Namun, rencana ini terhalang karena pihak keamanan kebun dari PTPN 12 Jember menghentikan pengerjaan pelebaran ini.

IKLAN

Seperti yang terlihat kemarin siang, alat berat berupa backhoe tampak hanya terparkir di pinggir jalan tanpa melakukan kegiatan di lokasi. Padahal, mulai Rabu (29/8) sudah harus mulai dilakukan pengerjaan di lokasi. Tetapi, saat sejumlah pekerja hendak melakukan pekerjaan tidak bisa dilakukan. Ada seorang bernama Edi yang kemarin dan lusa lalu menghentikan aktivitas mulainya pengerjaan pelebaran jalan masuk ke bandara itu.

Oleh karena itu, pekerja pun tidak berani untuk melaksanakan pengerjaan pelebaran jalan dengan anggaran APBD Jember senilai Rp 7,5 miliar itu. Oleh karena itu, pihak kontraktor yang diwakili Regar Awuy dan Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Rasyid Zakaria, Kasi Intel Kejari jember yang juga ketua TP4D Agus Kurniawan pun datang ke lokasi proyek yang sudah tanda tangan kontrak ini.

Tetapi, hingga kemarin siang masih belum ditemukan titik temu dari pihak Pemkab Jember, kontraktor dan juga pihak PTPN 12. Dengan demikian, selama dua hari kontrak kerja tidak bisa melaksanakan pekerjaan untuk pelebaran jalan tersebut. “Ini berarti sudah dua hari tidak bisa bekerja. Padahal, alat berat ini sendiri berapa biayanya jika sewa selama dua hari,” ucap Rasyid kemarin.

Proyek ini nantinya akan menggarap pelebaran jalan dari Balai Desa Wirowongso hingga menuju ke pintu masuk Bandara Notohadinegoro Jember. Jalan yang selama ini hanya tiga meter itu akan diperlebar hingga tujuh meter di sisi barat jalan yang ada saat ini dengan panjang sekitar 2 km.

“Bukan hanya pelebaran jalan, tetapi juga ada dinding penahan di depan lapangan itu anggarannya di APBD Jember 2018 sekitar Rp 1,5 miliar,” jelas Rasyid. Karena memang ada dinding yang cukup sempit dan jurang, sehingga dibutuhkan ada dinding penahan untuk bisa dilakukan pelebaran jalan menuju bandara itu. Dengan demikian, total anggarannya senilai Rp 9 miliar.

Rasyid mengaku tidak tahu dengan kendala nonteknis ini, sehingga pengerjaan pelebaran jalan tidak bisa dilaksanakan. Apalagi, pihaknya sejauh ini tidak mendapatkan surat penolakan tertulis dari PTPN 12 Jember. “Ini penolakan hanya lisan dari petugas keamanan kebun. Kami pun tidak bisa menyalahkan petugas keamanan ini karena pasti ada perintah dari atasannya,” jelasnya.

Namun, yang disesalkan pihaknya, seharusnya ada penjelasan tertulis mengapa proyek pelebaran jalan ini tidak boleh dan dilarang oleh pihak PTPN 12, khususnya Kebun Mumbulsari. Sebab, pihaknya melaksanakan proyek ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan Bandara Jember, utamanya jalan masuk ke bandara disesuaikan dengan konstruksi LHR (lalu lintas harian rata-rata).

Oleh karena itu, dia menyesalkan ketidakjelasan ini. Apalagi, diakui Rasyid, Pemkab Jember juga beberapa kali berkoordinasi dengan pihak PTPN 12 terkait masalah bandara ini. “Kami juga mendapatkan izin dari kabag hukum yang sudah berkoordinasi dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional) Jember, dan sudah boleh dikerjakan,” terangnya. Oleh karena itu, pekan lalu ada penandatanganan kontrak dan Rabu dilakukan pengerjaan.

Namun, ternyata ada masalah karena adanya penghalangan dari pihak keamanan kebun. Pengerjaan pun hingga kemarin tidak bisa diteruskan. “Ini kan berhenti tanpa ada pemberitahuan yang jelas,” tuturnya. Pihaknya sebagai pekerjaan umum hanya tugasnya membangun saja sembari menunggu ada kabar untuk mulai pengerjaan lagi.

“Semoga bisa secepatnya diselesaikan dan bisa digarap, karena tenggat pengerjaan hingga akhir tahun ini,” tuturnya. Oleh karena itu, dalam waktu dekat bisa dilakukan pengerjaan itu dan tuntas sesuai dengan yang telah direncanakan.

Sementara itu, Edi, Petugas keamanan Kebun Mumbulsari saat dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas. “Saya mendapatkan tugas dari sinder. tidak boleh ada pekerjaan pelebaran jalan,” jelasnya. Dia pun tidak berani mempersilakan pengerjaan karena khawatir disalahkan.

Dikonfirmasi terpisah, Adm PTPN 12 Kebun Mumbulsari Kishartono menyebutkan, belum bisa memberikan keterangan terkait dengan masalah itu. “Baik mas, saya posisi lagi cuti ini,” tulisnya dalam pesan singkat.

Reporter : Rangga Mahardika, Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah
Fotografer: Jumai,

Reporter :

Fotografer :

Editor :