Karnaval Dunia, Jadi Etalase Industri Kreatif

JFC Dibuka Hari Ini

MULAI HARI INI: Gelaran JFC akan dimulai hari ini. Tahun ini, JFC mengusung tema Tribal Grandeur dengan menampilkan busana dan kebudayaan suku-suku dunia.

RADAR JEMBER.ID – Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-18 dibuka hari ini. Agendanya, opening JFC International Exhibition (JIE) yang dimulai pukul 15.00 sampai 17.00. Gelaran JFC tahun ini merupakan pertama kalinya sejak ditinggal sang penggagas sekaligus founder, almarhum Dynand Fariz.

IKLAN

Bahkan, JFC ini juga didedikasikan untuk almarhum dengan tajuk Tribute to Dynand Fariz. Selain itu, bakal ada special perform persembahan karya cinta dari perancang busana Indonesia terkenal, Anne Avantie, yang bertajuk ‘Selalu di Hati’.

Rencananya, Anne Avantie akan datang ke Jember, Minggu (4/8) mendatang di waktu pertunjukan Grand Carnival. “Kami berterima kasih kepada pemerintah karena telah menempatkan JFC sebagai perjuangan yang harus dilanjutkan lintas generasi. JFC harus menjadi warisan budaya dan ekonomi besar bagi Indonesia,” ucap David Kasusilo, Development Program JFC.

Setelah pembukaan hari ini, besok (1/8) bakal dilanjutkan agenda Pets Carnival. Jumat (2/8) ada Kids and Artwear Carnival. Sabtu (3/8) Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI). Puncaknya hari Minggu (4/8) adalah Grand Carnival.

JFC harus menjadi warisan budaya. Sebab, beragam penghargaan telah diraih. Seperti tahun ini saja, JFC masuk dalam top 10 dalam 100 Calendar of Event (CoE) Wonder Indonesia. Terakhir, JFC bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tampil dalam Travel Mart, pada 14-15 Juli lalu di Myanmar.

Di sana JFC memakai kostum bertemakan Garuda dan etnik Indonesia. Kostum tersebut sebagai simbol negara dan keberagaman budaya agar nantinya dapat meningkatkan wisatawan asing untuk datang dan berinvestasi ke Indonesia.

Selain tetap menjadi kebanggaan Jember dan Indonesia, JFC terus memberikan ruang berekspresi dan membagikan ilmu kreatif. Baik untuk para peserta maupun pihak pendukung lainnya. “Apalagi, sekarang ini sudah banyak alumni peserta JFC bisa membuat kostum sendiri. Sudah memiliki ilmu dan kemandirian,” tutur David.

Bagaimana nantinya karnaval yang disebut terbesar ketiga dunia ini dapat mendorong para pelaku industri kreatif berkompetisi? Mulai dari perajin kostum, sampai dengan pembuat konstruksi kostumnya? Menanggapi hal itu, David menyatakan, JFC diharapkan jadi etalase bagi pelaku industri kreatif di Jember dan Indonesia. “Harapan besarnya, adanya karnaval ini adalah bagian etalase bagi pelaku industri kreatif untuk berkompetisi di event JFC,” imbuhnya.

Pada gelaran yang ke-18 ini, karnaval terbesar di Indonesia ini mengusung tema ‘Tribal Grandeur’ yang mengangkat kekayaan budaya suku-suku di dunia. Mulai dari suku Aztec (Meksiko), Mongol (Mongolia), Zulu (Afrika Selatan), Viking (Norwegia), Karen (Thailand), Polinesia (Kepulauan Polinesia), serta dari Indonesia yang diwakili oleh suku Minahasa (Sulawesi Utara). (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Mahrus Sholih