Cemilan Khas Lebaran

Kue Kering Jadi Primadona

DIBURU PEMBELI: Sejumlah pedagang di Pasar Tanjung memenuhi lapak mereka dengan beraneka kudapan khas Lebaran. Terbanyak adalah jenis kue kering.

RADAR JEMBER.ID –  Sudah menjadi tradisi, setiap menjelang Lebaran masyarakat sibuk menyiapkan beraneka macam makanan ringan. Jika dana terbatas, biasanya bikin kue sendiri. Namun, bagi yang tak memiliki waktu, mereka lebih senang berburu kudapan Lebaran tersebut di pasar.

IKLAN

Pantauan Radarjember.id, di momen Idul Fitri tahun ini, ternyata sebagian masyarakat lebih suka membeli kue kering. Sebab, kue jenis ini dinilai lebih awet dan dapat bertahan hingga beberapa pekan. Karena itu, permintaan kue kering menjelang Lebaran cukup tinggi.

Kondisi ini, membuat para produsen dan pedagang di pasar berlomba-lomba menjajakannya. Mereka menyediakan berbagai macam kue kering dengan berbagai bentuk dan rasa. Salah satu produk yang laris adalah kue nastar, kue kacang, serta aneka biskuit.

Novi, salah seorang pembuat kue kering rumahan menyebutkan, mendekati hari Lebaran tahun ini dirinya sudah kewalahan menerima pesanan kue kering. Apalagi, harga yang dia patok cukup terjangkau. Mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 70 ribu per stoples. “Tergantung pesanan juga. Soalnya, kadang ada pembeli yang memesan jenis kue kering tertentu,” paparnya.

Jenis kue kering yang dia buat di antaranya, nastar, kastengel, putri salju, coco chip dan kue kacang. Dari usaha ini, dia menyebut, omzet pemesanan kue kering melonjak. Untuk mengantisipasi peningkatan pemesanan, dirinya membatasi hingga H-2 Lebaran. “Kalau sudah mepet Lebaran saya tolak,” ujarnya.

Di sisi lain, para pedagang di Pasar Tanjung juga memenuhi lapak mereka dengan cemilan khas Idul Fitri. Mulai cemilan yang mentah sampai yang siap santap. Bahkan, para pedagang juga menambah stok cemilan. Sebab, jika mepet Lebaran, mereka mengaku kesulitan mendapatkan barang dari produsen. “Agar tidak kehabisan barang, stok cemilan buat Lebaran diperbanyak,” jelas Anna, salah seorang penjual cemilan di Pasar Tanjung.

Dia menjelaskan, penambahan stok tersebut lantaran di momen seperti ini sudah menjadi kebiasaan di perayaan hari besar keagamaan. Tak hanya Idul Fitri, di hari-hari besar lainnya juga sama. Anna mencontohkan, saat perayaan Imlek beberapa bulan lalu, dirinya juga menambah stok permen dan kue kering. “Apalagi Lebaran seperti saat ini. Stoknya pasti ditambah. Karena tradisi berkunjung di masyarakat kita kan masih kental. Sehingga tuan rumah butuh kue sebagai suguhan tamu yang datang,” ujarnya. (*)

Reporter : Nurul Azizah

Fotografer : Nurul Azizah

Editor : Mahrus Sholih